Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026 diperkirakan masih bergerak terbatas dan cenderung melemah. Tekanan datang dari sentimen global serta sikap investor yang masih wait and see menjelang rilis data ekonomi penting dalam negeri.
Secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksi berada di kisaran support 7.000 dan resistance 7.100. Level ini menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan pasar dalam jangka pendek, terutama di tengah kondisi volatilitas yang masih tinggi.
Analis pasar menilai pelaku pasar saat ini cenderung berhati-hati. Investor masih menunggu kepastian dari sejumlah data ekonomi Indonesia, seperti inflasi dan neraca perdagangan, yang diperkirakan akan menjadi katalis utama pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.
Dari sisi global, kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar. Harga minyak mentah dunia diproyeksi terus meningkat dan berpotensi menembus US$112 per barel pada akhir Maret hingga awal April 2026.
Lonjakan harga minyak ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait gangguan distribusi energi di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia. Kondisi ini turut meningkatkan kekhawatiran pasar global.
Selain itu, dinamika politik internasional juga menambah tekanan terhadap pasar. Aksi demonstrasi besar di Amerika Serikat yang menentang kepemimpinan Donald Trump turut menciptakan ketidakpastian, sehingga memengaruhi sentimen investor global.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham direkomendasikan untuk trading jangka pendek. Saham AKR Corporindo (AKRA) direkomendasikan beli dengan target harga 1.380–1.406 dan batas cut loss di bawah 1.300.
Sementara itu, saham Dharma Satya Nusantara (DSNG) dan Sigma Cipta Caraka (CYBR) juga masuk dalam daftar beli dengan target masing-masing di kisaran 1.630–1.710 dan 1.365–1.450. Adapun saham Ramayana Lestari Sentosa (RALS) justru direkomendasikan untuk dijual dengan target di level 420.
Sebagai catatan, rekomendasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investor tetap disarankan untuk melakukan analisis mandiri serta mempertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. (*/Tim)









