IHSG Anjlok Usai Pengumuman MSCI, Saham Kalbe Farma dan Mitra Keluarga Jadi Penyelamat Investor

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Tekanan besar kembali menghantam pasar modal Indonesia pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 3,57 persen ke level 399,97 seiring meningkatnya aksi jual investor pasca perkembangan terbaru terkait evaluasi MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Kondisi ini turut menyeret mayoritas saham unggulan ke zona merah.

Data perdagangan menunjukkan hanya dua saham yang berhasil bertahan di jalur positif. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 0,66 persen menjadi Rp765 per saham, sedangkan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) menguat 0,31 persen ke level Rp1.595. Keduanya menjadi penopang utama ketika sebagian besar emiten mengalami tekanan jual.

Di sisi lain, saham sektor komoditas dan energi menjadi korban terbesar dalam koreksi kali ini. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memimpin pelemahan setelah anjlok lebih dari 14 persen. Penurunan tajam juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Baca Juga :  Saham Bank dan Nikel Pimpin Penguatan, BBNI hingga BBCA Melonjak Lebih dari 5 Persen

Tekanan tidak hanya terjadi pada saham batu bara dan mineral. Emiten logam besar seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mencatat penurunan signifikan. Kondisi tersebut menunjukkan investor masih mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global.

Analis pasar menilai pergerakan bursa saat ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Selain isu MSCI, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap arus modal asing yang keluar dari pasar berkembang.

Meski demikian, saham sektor kesehatan kembali menunjukkan karakter defensif. Ketika pasar bergejolak, investor cenderung mengalihkan dana ke emiten yang memiliki pendapatan stabil dan risiko lebih rendah. Kondisi tersebut membuat saham farmasi dan rumah sakit menjadi pilihan menarik saat volatilitas meningkat.

Sejumlah analis juga menilai koreksi tajam yang terjadi dapat membuka peluang akumulasi bagi investor jangka panjang. Namun strategi pembelian bertahap tetap disarankan mengingat arah pasar masih dibayangi sentimen global, suku bunga, serta perkembangan kebijakan investasi internasional.

Baca Juga :  Gaji Komisaris Pertamina 2026 Terbaru Capai Ratusan Juta per Bulan, Ini Rincian Honorarium dan Tunjangannya

Untuk perdagangan berikutnya, pelaku pasar akan mencermati pergerakan IHSG, nilai tukar rupiah, serta respons investor asing terhadap perkembangan status Indonesia dalam indeks MSCI. Faktor-faktor tersebut diperkirakan menjadi penentu utama arah pasar modal dalam jangka pendek.

FAQ

Mengapa IHSG turun tajam hari ini? IHSG tertekan oleh sentimen MSCI, pelemahan rupiah, dan aksi jual investor pada saham-saham berbasis komoditas.

Saham apa yang masih menguat? KLBF dan MIKA menjadi dua saham yang mampu bertahan di zona hijau.

Apakah saat ini waktu yang tepat membeli saham? Investor disarankan melakukan analisis fundamental dan menerapkan strategi akumulasi bertahap sesuai profil risiko masing-masing.

Sektor apa yang relatif kuat saat pasar turun? Sektor kesehatan, farmasi, dan rumah sakit cenderung lebih defensif saat volatilitas pasar meningkat.

Berita Terkait

BI Rate Tetap 5,75%, IHSG Hari Ini Naik 1,56%: Dampaknya ke Sah
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.818 per Dolar AS, BI Rate Tetap 5,75%
Syarat dan Cara Pinjam Uang di DANA Cicil 2026, Cek Limit, Aktivasi dan Cara Bayarnya
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 23 September 2026 Turun, Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru
Harga Buyback Emas Pegadaian 23 September 2026 Turun, Cek Harga Antam, UBS dan Galeri 24
Harga BBM 23 September 2026 Jambi, Sumbar, Sumut: Pertamax, Pertalite, Dexlite Terbaru
KUR Mandiri 2026 Terbaru: Tabel Angsuran Rp10 Juta-Rp500 Juta, Bunga dan Syarat
Harga Bitcoin Hari Ini 22 September 2026 Turun 0,59 Persen, BTC di Rp1,53 Miliar
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:02 WIB

BI Rate Tetap 5,75%, IHSG Hari Ini Naik 1,56%: Dampaknya ke Sah

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.818 per Dolar AS, BI Rate Tetap 5,75%

Rabu, 23 September 2026 - 13:02 WIB

Syarat dan Cara Pinjam Uang di DANA Cicil 2026, Cek Limit, Aktivasi dan Cara Bayarnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:11 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 23 September 2026 Turun, Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru

Rabu, 23 September 2026 - 07:39 WIB

Harga Buyback Emas Pegadaian 23 September 2026 Turun, Cek Harga Antam, UBS dan Galeri 24

Berita Terbaru