Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan besar pada perdagangan Selasa, 3 November 2026. Indeks saham Indonesia merosot 2,62 persen hingga berada di level 4.963,06.
Berdasarkan data Google Finance pukul 11.59 WIB, IHSG terkoreksi 133,77 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.096,83.
Pelemahan tersebut membuat pergerakan pasar saham domestik menjadi perhatian investor. IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah harian 4.950,55.
Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka di level 5.126,53. Indeks sempat menguat hingga mencapai posisi tertinggi 5.143,58 sebelum mengalami tekanan jual.
Grafik perdagangan memperlihatkan tren penurunan sejak pagi hingga menjelang siang. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat selama sesi perdagangan berlangsung.
Penurunan IHSG menjadi perhatian karena indeks bergerak semakin jauh dari posisi penutupan sebelumnya. Investor perlu mencermati perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Meski demikian, penyebab utama koreksi belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pergerakan indeks. Investor perlu memantau data transaksi asing, saham berkapitalisasi besar, nilai tukar rupiah, serta sentimen pasar global.
Bagi investor, kondisi pasar seperti ini membutuhkan strategi yang lebih hati-hati. Hindari keputusan berdasarkan kepanikan dan pertimbangkan kembali risiko, tujuan investasi, serta fundamental emiten.
Mengapa IHSG Anjlok Hari Ini?
Ada beberapa faktor yang ikut membebani pergerakan IHSG pada 3 November 2026.
1. Kekhawatiran terhadap evaluasi MSCI
Investor masih mencermati reformasi pasar modal Indonesia dan potensi perubahan status Indonesia dalam klasifikasi MSCI. Evaluasi berikutnya dijadwalkan pada 11 November 2026. Ketidakpastian tersebut memengaruhi kepercayaan investor.
2. Investor asing melakukan aksi jual
Data yang dikutip IDXChannel menunjukkan investor asing mencatat net sell Rp2,52 triliun di pasar reguler selama sepekan terakhir. Dalam sebulan, nilainya mencapai Rp19,32 triliun.
3. Saham berkapitalisasi besar tertekan
Sejumlah saham besar ikut membebani indeks, termasuk TLKM, BBRI, ASII, BRPT, BRMS, dan BBCA. Tekanan saham-saham tersebut memperbesar koreksi IHSG.
4. Rupiah dan ketidakpastian global
Pergerakan rupiah, pemilu sela Amerika Serikat, serta perkembangan ekonomi global menjadi perhatian pelaku pasar. Investor juga menunggu hasil rapat KSSK dan sejumlah data ekonomi.
Sementara itu, penurunan harga minyak dunia berpotensi menjadi sentimen positif bagi Indonesia sebagai importir neto minyak.
Saham Apa Saja yang Menekan IHSG?
Berdasarkan laporan Bloomberg Technoz pukul 11.10 WIB, sejumlah saham memberikan tekanan terhadap indeks.
Berikut beberapa saham pemberat IHSG:
| Kode saham | Kontribusi tekanan |
|---|---|
| TLKM | 8,61 poin |
| BBRI | 8,37 poin |
| ASII | 5,54 poin |
| BRPT | 5,49 poin |
| BRMS | 5,05 poin |
| SMMA | 4,79 poin |
| TPIA | 4,46 poin |
| EMAS | 3,02 poin |
| BBCA | 2,81 poin |
| BUMI | 2,32 poin |
Data tersebut merupakan kontribusi pemberat pada waktu pengamatan, bukan perhitungan penutupan perdagangan.
Apa Dampaknya bagi Investor?
Penurunan IHSG berpotensi meningkatkan risiko kerugian bagi investor jangka pendek. Namun, koreksi pasar juga perlu dilihat berdasarkan kondisi fundamental masing-masing perusahaan.
Investor sebaiknya memperhatikan beberapa hal:
- Jangan terburu-buru melakukan pembelian saat harga turun.
- Periksa fundamental dan laporan keuangan emiten.
- Perhatikan perkembangan arus dana investor asing.
- Gunakan manajemen risiko dan batas kerugian.
- Hindari keputusan investasi berdasarkan kepanikan.
FAQ IHSG Hari Ini, 3 November 2026
1. Berapa IHSG hari ini?
IHSG berada di level 4.963,06 berdasarkan tangkapan layar Google Finance pukul 11.59 WIB, Selasa, 3 November 2026.
2. Berapa persen IHSG turun hari ini?
IHSG terkoreksi 2,62 persen atau turun 133,77 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
3. Mengapa IHSG anjlok?
Tekanan datang dari kekhawatiran terkait MSCI, aksi jual investor asing, pelemahan saham berkapitalisasi besar, serta ketidakpastian pasar.
4. Saham apa yang membebani IHSG?
Beberapa saham pemberat antara lain TLKM, BBRI, ASII, BRPT, BRMS, dan BBCA.
5. Apakah IHSG bisa kembali menguat?
Peluang penguatan tetap ada. Namun, investor perlu menunggu konfirmasi pembalikan arah dan membaiknya sentimen pasar.
6. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli saham?
Keputusan membeli saham perlu mempertimbangkan valuasi, fundamental emiten, profil risiko, dan kondisi pasar. Tidak ada jaminan harga langsung pulih setelah koreksi.
7. Di mana melihat pergerakan IHSG secara langsung?
Investor dapat memantau indeks melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia di https://www.idx.co.id/ dan aplikasi sekuritas masing-masing. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









