KAYONEWS.CO.ID – Honda CB350C Special Edition dan Royal Enfield Classic 350 sama-sama bermain di kelas motor retro 350 cc. Keduanya menawarkan desain klasik, mesin satu silinder dan transmisi manual 5-percepatan, tetapi memiliki karakter serta status pasar yang berbeda.
Honda CB350C Special Edition saat ini menjadi perhatian karena desain retro dan fitur modernnya. Namun, model tersebut belum dipasarkan secara resmi di Indonesia, sedangkan Royal Enfield Classic 350 sudah tersedia di pasar Indonesia.
Karena itu, perbandingan harga dan pajak Honda CB350C Special Edition vs Royal Enfield Classic 350 perlu dilihat secara hati-hati.
Honda CB350C Special Edition vs Royal Enfield Classic 350
| Spesifikasi | Honda CB350C Special Edition | Royal Enfield Classic 350 |
|---|---|---|
| Kapasitas mesin | 348,36 cc | 349,34 cc |
| Silinder | 1 | 1 |
| Pendingin | Udara | Udara-oli |
| Tenaga maksimum | 15,5 kW/sekitar 21 PS | 14,87 kW/sekitar 20,2 PS |
| Torsi maksimum | 29,5 Nm | 27 Nm |
| Transmisi | 5-percepatan | 5-percepatan |
| ABS | Dual-channel | Dual-channel |
| Sistem injeksi | PGM-FI | EFI |
| Bobot | — | sekitar 195 kg |
| Tangki | — | 13 liter |
| Harga Indonesia | Belum resmi | Mulai sekitar Rp128 juta |
Honda menyebut CB350C Special Edition memakai mesin 348,36 cc yang menghasilkan tenaga 15,5 kW pada 5.500 rpm dan torsi 29,5 Nm pada 3.000 rpm. Motor ini juga dilengkapi assist & slipper clutch, Honda Selectable Torque Control dan dual-channel ABS.
Sementara itu, Royal Enfield Classic 350 yang dijual di Indonesia menggunakan mesin 349,34 cc dengan tenaga sekitar 14,87 kW pada 6.100 rpm dan torsi 27 Nm pada 4.000 rpm. Harga yang tercantum pada laman resmi Royal Enfield Indonesia berada di angka Rp128 juta.
Harga Honda CB350C Special Edition
Honda CB350C Special Edition diluncurkan di India dengan harga sekitar ₹201.900–₹202.000, atau jika dikonversikan ke rupiah berada di kisaran Rp35 jutaan.
Namun, angka tersebut bukan harga resmi Indonesia.
Hingga saat ini, CB350C Special Edition belum diumumkan sebagai model yang dijual resmi di Indonesia. Karena itu, konsumen Indonesia tidak bisa menggunakan harga Rp35 jutaan tersebut sebagai patokan harga OTR Tanah Air.
Apabila suatu saat masuk Indonesia, harga akhirnya berpotensi jauh lebih tinggi karena dipengaruhi biaya impor, pajak, distribusi, homologasi dan kebijakan harga.
Harga Royal Enfield Classic 350 2026
Berbeda dengan Honda CB350C Special Edition, Royal Enfield Classic 350 sudah tersedia di Indonesia.
Harga yang tercantum pada laman Royal Enfield Indonesia adalah sekitar:
Royal Enfield Classic 350: Rp128.000.000
Harga OTR dapat berbeda berdasarkan wilayah, dealer, warna, promo dan biaya administrasi.
Dengan demikian, dari sisi kepastian pembelian di Indonesia, Classic 350 lebih unggul karena konsumen tidak perlu menunggu kepastian peluncuran CB350C.
Pajak Honda CB350C Special Edition
Bagaimana dengan pajaknya?
Untuk Honda CB350C Special Edition, belum tersedia angka PKB Indonesia yang bisa dijadikan patokan resmi karena model Special Edition tersebut belum resmi dipasarkan di Indonesia.
Artinya, jangan menggunakan angka harga India sekitar Rp35 juta untuk langsung menghitung pajak Indonesia.
Jika motor tersebut masuk melalui jalur impor atau kemudian resmi dijual di Indonesia, besaran pajaknya akan mengikuti NJKB, kode tipe kendaraan, wilayah registrasi, tarif PKB provinsi dan ketentuan opsen.
Jadi, untuk saat ini:
Pajak Honda CB350C Special Edition Indonesia: belum dapat ditentukan secara resmi.
Pajak Royal Enfield Classic 350
Royal Enfield Classic 350 sudah mempunyai data NJKB dalam daftar kendaraan bermotor. Dalam Permendagri Nomor 7 Tahun 2025, Royal Enfield Classic 350 tahun 2025 tercantum dengan NJKB Rp85.100.000.
Namun, NJKB bukan harga OTR. NJKB digunakan sebagai salah satu dasar pengenaan pajak.
Sebagai ilustrasi, apabila menggunakan tarif PKB 1,2% untuk kepemilikan pertama:
PKB = 1,2% × Rp85.100.000
= Rp1.021.200
Kemudian terdapat opsen PKB. Dengan ilustrasi opsen sebesar 66% dari PKB:
Opsen = 66% × Rp1.021.200
= Rp673.992
Jika ditambahkan SWDKLLJ sepeda motor sebesar sekitar Rp35.000, maka ilustrasi total:
Rp1.021.200 + Rp673.992 + Rp35.000 = sekitar Rp1.730.192 per tahun.
Penting
Angka sekitar Rp1,73 juta per tahun tersebut adalah simulasi, bukan tagihan Samsat pasti untuk setiap pemilik Classic 350.
Jumlah sebenarnya dapat berbeda berdasarkan provinsi, tahun kendaraan, kepemilikan pertama/kedua dan data kendaraan pada Samsat.
Pajak kendaraan juga tidak dihitung semata-mata dari harga OTR Rp128 juta. NJKB dan ketentuan pajak daerah menjadi faktor penting.
Biaya Pajak 5 Tahunan
Selain pajak tahunan, pemilik kendaraan juga perlu memperhitungkan kewajiban lima tahunan, termasuk proses penggantian TNKB atau pelat nomor.
Secara umum, biaya lima tahunan dapat terdiri dari:
- PKB tahun berjalan
- Opsen PKB
- SWDKLLJ
- PNBP STNK
- PNBP TNKB
- Biaya administrasi lain sesuai ketentuan yang berlaku
Karena tarif dan komponen dapat berubah, pemilik sebaiknya menggunakan tagihan atau kanal resmi Samsat daerah untuk mengetahui nominal final.
Mana yang Lebih Unggul?
Honda CB350C Special Edition
Honda CB350C memiliki beberapa keunggulan menarik.
Pertama adalah torsi 29,5 Nm, lebih tinggi dibandingkan Classic 350 yang berada di angka 27 Nm. Honda juga memberikan teknologi seperti Honda Selectable Torque Control, assist & slipper clutch dan dual-channel ABS.
CB350C cocok bagi konsumen yang menginginkan:
- Motor retro bergaya klasik
- Fitur elektronik lebih modern
- Torsi besar
- Karakter Honda
- Desain eksklusif Special Edition
Kekurangannya, belum ada harga resmi Indonesia dan belum dipasarkan secara resmi di Tanah Air.
Royal Enfield Classic 350
Classic 350 lebih unggul dalam hal ketersediaan pasar Indonesia.
Motor ini menawarkan mesin 349,34 cc, tenaga sekitar 20 hp, torsi 27 Nm, dual-channel ABS, transmisi 5-percepatan dan desain klasik khas Royal Enfield.
Classic 350 cocok bagi konsumen yang menginginkan:
- Motor retro untuk penggunaan harian
- Motor touring bergaya klasik
- Model yang sudah tersedia di Indonesia
- Jaringan dealer resmi
- Perhitungan pajak yang lebih jelas
Honda CB350C vs Classic 350, Pilih Mana?
Jika prioritas Anda adalah fitur dan teknologi, Honda CB350C Special Edition terlihat sangat menarik.
Jika prioritasnya adalah bisa langsung membeli dan memiliki kendaraan resmi di Indonesia, Royal Enfield Classic 350 menjadi pilihan yang lebih realistis.
Dari sisi mesin, Honda mempunyai keunggulan torsi:
CB350C: 29,5 Nm
Classic 350: 27 Nm
Namun Classic 350 memiliki keunggulan dari sisi bobot, data pasar Indonesia, ketersediaan unit dan kepastian harga lokal.
Kesimpulan
Honda CB350C Special Edition dan Royal Enfield Classic 350 sama-sama menarik untuk pecinta motor retro 350 cc.
Honda CB350C Special Edition unggul pada fitur dan torsi, tetapi belum mempunyai harga serta pajak resmi Indonesia.
Sementara Royal Enfield Classic 350 sudah resmi tersedia di Indonesia dengan harga sekitar Rp128 juta dan memiliki NJKB Rp85,1 juta untuk model tahun 2025 yang tercantum dalam Permendagri 7/2025.
Untuk simulasi kepemilikan, pajak Classic 350 dapat berada di kisaran Rp1,7 jutaan per tahun berdasarkan contoh perhitungan NJKB, PKB, opsen dan SWDKLLJ, tetapi angka final tetap mengikuti Samsat wilayah masing-masing.
FAQ Honda CB350C Special Edition vs Royal Enfield Classic 350
1. Berapa harga Honda CB350C Special Edition?
Di India, CB350C Special Edition diluncurkan sekitar ₹201.900. Jika dikonversikan, nilainya sekitar Rp35 jutaan, tetapi bukan harga resmi Indonesia.
2. Apakah Honda CB350C Special Edition sudah dijual di Indonesia?
Belum. Sampai informasi terbaru yang tersedia, belum ada pengumuman resmi mengenai penjualan CB350C Special Edition di Indonesia.
3. Berapa pajak Honda CB350C Special Edition?
Belum bisa ditentukan secara resmi karena model tersebut belum dipasarkan secara resmi di Indonesia.
4. Berapa harga Royal Enfield Classic 350?
Harga yang tercantum pada laman Royal Enfield Indonesia adalah sekitar Rp128 juta.
5. Berapa pajak Royal Enfield Classic 350?
Sebagai simulasi menggunakan NJKB Rp85,1 juta, PKB 1,2%, opsen 66% dan SWDKLLJ Rp35 ribu, totalnya sekitar Rp1,73 juta per tahun. Nominal aktual dapat berbeda sesuai daerah dan data kendaraan.
6. Mana yang lebih bertenaga?
Honda CB350C Special Edition menghasilkan sekitar 15,5 kW atau sekitar 21 PS, sedangkan Classic 350 sekitar 14,87 kW atau sekitar 20,2 PS.
7. Mana yang torsinya lebih besar?
Honda CB350C Special Edition unggul dengan torsi 29,5 Nm, sementara Classic 350 sekitar 27 Nm.
8. Mana yang lebih cocok untuk touring?
Keduanya dapat digunakan untuk touring. Classic 350 memiliki karakter mesin dan ergonomi yang sangat identik dengan motor retro-touring, sedangkan CB350C menawarkan torsi besar dan fitur elektronik yang menarik.
9. Apakah pajak motor dihitung berdasarkan harga OTR?
Tidak sesederhana itu. NJKB menjadi salah satu dasar penting dalam perhitungan PKB, sehingga harga OTR tidak dapat langsung dikalikan dengan tarif pajak.
10. Honda CB350C atau Royal Enfield Classic 350, mana yang lebih layak dibeli?
Jika ingin motor yang sudah tersedia resmi di Indonesia, Classic 350 lebih aman dan praktis. Jika Honda nantinya resmi membawa CB350C Special Edition ke Indonesia dengan harga kompetitif, model Honda tersebut dapat menjadi pesaing serius berkat fitur dan torsi yang lebih besar. (*)
Editor : Fanda Yosephta









