Harga Daging Ayam di Sungai Penuh Naik Jadi Rp54 Ribu per Kg, Warga Soroti Dampak MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH-Harga daging ayam potong di Kota Sungai Penuh, Jambi, mengalami kenaikan tajam. Harga yang sebelumnya sekitar Rp38 ribu kini disebut mencapai Rp54 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut dirasakan masyarakat saat berbelanja di Pasar Tanjung Bajure. Kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan ikut meningkat.

Seorang warga Sungai Penuh, Wati, mengatakan kenaikan harga ayam membuat keluarganya harus mengurangi konsumsi. Menurut dia, membeli ayam kini tidak lagi dilakukan sesering sebelumnya.

“Sekarang makan ayam di rumah sekali-sekali saja. Sejak MBG ini harga daging ayam potong naik menjulang,” ujar Wati kepada wartawan.

Baca Juga :  Elza Syarief Sebut Sony Sonjaya Tidak Terbuka, Pilih Mundur dari Kasus MBG

Jika dibandingkan harga sebelumnya, kenaikan dari Rp38 ribu menjadi Rp54 ribu mencapai Rp16 ribu per kilogram. Artinya, konsumen harus membayar sekitar 42 persen lebih mahal untuk jumlah ayam yang sama.

Warga kemudian mengaitkan kenaikan tersebut dengan meningkatnya kebutuhan ayam setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan. Namun, hubungan langsung antara MBG dan kenaikan harga belum dapat dipastikan tanpa data pasokan serta permintaan.

Sebelumnya, pemerintah daerah memang melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Tanjung Bajure. Pada Februari 2026, Satgas Pangan mencatat adanya kenaikan ayam potong yang saat itu dipengaruhi faktor distribusi.

Baca Juga :  Orang Tua Penerima MBG Bisa Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Pasar Tanjung Bajure sendiri menjadi salah satu pusat perdagangan kebutuhan pokok di Kota Sungai Penuh. Pemerintah juga telah melakukan penataan serta relokasi pedagang ayam ke area pasar.

Kenaikan harga ayam perlu menjadi perhatian karena komoditas tersebut merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat. Warga berharap pemerintah mengecek rantai pasokan, biaya distribusi, serta ketersediaan ayam agar harga kembali terjangkau.

Bagi keluarga dengan anggaran terbatas, kenaikan Rp16 ribu per kilogram cukup terasa. Karena itu, masyarakat berharap ada langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan tanpa mengganggu keberlanjutan program pemenuhan gizi masyarakat. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Wako Alfin Serahkan 219.000 Bibit Kopi kepada 11 Kelompok Tani, Targetkan Sungai Penuh Jadi Sentra Kopi Berkualitas
AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jadi Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil
Sekda Alpian Soroti Disiplin ASN Sungai Penuh, BKPSDM Diminta Perkuat Pengawasan
Proyek IPA Rawang Dikebut, Target Rampung Akhir 2026
Musda IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh : Soni Indra Kembali Terpilih, Tim Pemekaran Terbentuk
5 Jabatan Kepala OPD Sungai Penuh Dilelang, Nasib 4 Plt Jadi Sorotan: Zanti, Bovi, Zahirman, Jumadil Bertahan atau Tergusur?
Kenduri Sko Pondok Tinggi Direncanakan Digelar 2028, Azhar Hamzah: Saya Dukung 200 Persen
ISMI Kerinci Berbagi ! Gandeng Nailah Hairat Wisata, Tawarkan Paket Umrah Mulai Rp27 Jutaan
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:46 WIB

Wako Alfin Serahkan 219.000 Bibit Kopi kepada 11 Kelompok Tani, Targetkan Sungai Penuh Jadi Sentra Kopi Berkualitas

Jumat, 11 September 2026 - 12:12 WIB

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jadi Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil

Senin, 7 September 2026 - 11:16 WIB

Sekda Alpian Soroti Disiplin ASN Sungai Penuh, BKPSDM Diminta Perkuat Pengawasan

Minggu, 6 September 2026 - 12:33 WIB

Proyek IPA Rawang Dikebut, Target Rampung Akhir 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 19:40 WIB

Musda IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh : Soni Indra Kembali Terpilih, Tim Pemekaran Terbentuk

Berita Terbaru