Grok Kembali Bisa Diakses di Indonesia, Ini Syarat dari Komdigi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI-Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai memproses normalisasi akses layanan Grok, fitur kecerdasan buatan milik X (dulu Twitter) yang sempat diblokir di Indonesia. Namun, pembukaan akses ini tidak dilakukan tanpa syarat.

Komdigi menegaskan, keputusan tersebut diambil setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis kepada pemerintah Indonesia terkait perbaikan layanan serta kepatuhan terhadap regulasi nasional.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyebut normalisasi ini merupakan bagian dari mekanisme penegakan hukum digital yang terukur, bukan bentuk pelonggaran.

“Normalisasi akses layanan Grok dilakukan secara bersyarat setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis yang memuat langkah-langkah konkret perbaikan layanan dan pencegahan penyalahgunaan. Komitmen ini menjadi dasar evaluasi, bukan akhir dari proses pengawasan,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (31/01/2026).

Baca Juga :  Cara Beli Saham Tesla di Indonesia, Ini Panduan Lengkap untuk Pemula

Dalam surat resmi kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, X Corp mengklaim telah menerapkan sejumlah langkah pengamanan berlapis untuk mencegah penyalahgunaan Grok.

Langkah tersebut mencakup:

  • Penguatan perlindungan teknis sistem
  • Pembatasan akses pada fitur tertentu
  • Pengetatan kebijakan internal dan penegakan aturan
  • Aktivasi protokol respons insiden

Meski demikian, Komdigi memastikan seluruh klaim tersebut akan diverifikasi secara berkelanjutan.

“Normalisasi ini disertai pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Jika ditemukan ketidakkonsistenan atau pelanggaran lanjutan, Kemkomdigi tidak akan ragu mengambil tindakan korektif, termasuk menghentikan kembali akses layanan,” tegas Alexander.

Baca Juga :  iPhone Mana Paling Worth It di 2026? Ini Daftar Lengkapnya

Komdigi menekankan bahwa pengawasan ruang digital—baik dalam bentuk pembatasan maupun pembukaan akses—dilakukan secara proporsional, transparan, dan berbasis regulasi. Tujuannya adalah melindungi kepentingan publik, termasuk pencegahan penyebaran konten ilegal dan perlindungan anak di ruang digital.

Pemerintah juga mencatat komitmen X Corp untuk terus bekerja sama sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang wajib tunduk pada hukum Indonesia.

“Dialog konstruktif tetap kami buka, tetapi kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban. Normalisasi layanan bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses pengawasan negara yang berkelanjutan,” tutupnya.

Berita Terkait

Cara Daftar Domain AI.ID Resmi Dibuka 2026, Peluang Emas Startup AI dan Bisnis Digital Indonesia
Cara Menghasilkan Uang dengan ChatGPT di 2026: Peluang Cuan dari AI yang Semakin Besar
CRM Software Terbaik 2026: Solusi Cerdas untuk Meningkatkan Penjualan dan Loyalitas Pelanggan
Smartphone Sultan! iPhone 17 Pro Max T-Great Hadir Berlapis Emas 24 Karat
Xiaomi Watch S5 46mm Meluncur, Punya Baterai Awet 21 Hari dan Fitur Kesehatan Lengkap
Huawei Nova 16 Series Hadir dengan AI Canggih dan Dukungan Satelit BeiDou
Nvidia RTX Spark Resmi Meluncur, Superchip AI untuk Laptop Windows Siap Gantikan Cara Kerja PC Konvensional
Tak Lagi Pakai Domain Asing, Indonesia Kini Punya Domain Khusus AI Sendiri, Begini Cara Daftar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:00 WIB

Cara Daftar Domain AI.ID Resmi Dibuka 2026, Peluang Emas Startup AI dan Bisnis Digital Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 - 04:00 WIB

Cara Menghasilkan Uang dengan ChatGPT di 2026: Peluang Cuan dari AI yang Semakin Besar

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:00 WIB

Smartphone Sultan! iPhone 17 Pro Max T-Great Hadir Berlapis Emas 24 Karat

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Xiaomi Watch S5 46mm Meluncur, Punya Baterai Awet 21 Hari dan Fitur Kesehatan Lengkap

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:00 WIB

Huawei Nova 16 Series Hadir dengan AI Canggih dan Dukungan Satelit BeiDou

Berita Terbaru