Jakarta – Industri komputer memasuki era baru setelah NVIDIA resmi memperkenalkan RTX Spark, superchip berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk laptop dan PC Windows generasi berikutnya. Chip terbaru ini disebut mampu menjalankan model AI raksasa langsung dari perangkat tanpa bergantung penuh pada cloud.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam ajang NVIDIA GTC Taipei. Menurut Huang, RTX Spark menjadi tonggak penting yang akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan komputer. Pengguna nantinya cukup memberikan instruksi menggunakan bahasa alami dan sistem AI akan menjalankan berbagai tugas secara otomatis.
RTX Spark menggabungkan CPU Grace 20-core dan GPU Blackwell RTX terbaru dengan 6.144 CUDA Core serta Tensor Core generasi kelima. Nvidia mengklaim chip ini mampu mencapai performa AI hingga 1 petaflop atau sekitar 1.000 triliun operasi per detik, sebuah kemampuan yang sebelumnya hanya ditemukan pada server AI kelas data center.
Keunggulan lain yang menjadi sorotan adalah dukungan RAM LPDDR5X hingga 128 GB. Kapasitas besar tersebut memungkinkan laptop menjalankan model AI hingga 120 miliar parameter secara lokal. Teknologi ini membuka peluang bagi pengguna untuk mengakses chatbot AI, pembuatan gambar, video generatif, hingga analisis data kompleks tanpa harus selalu terhubung ke internet.
Tidak hanya untuk AI, RTX Spark juga dirancang untuk kebutuhan kreator konten dan gamer profesional. Nvidia mengungkapkan bahwa chip ini mampu mengedit video resolusi 12K, menghasilkan video AI 4K, merender proyek 3D berukuran lebih dari 90 GB, hingga menjalankan game AAA pada resolusi 1440p dengan frame rate di atas 100 fps.
Dari sisi efisiensi, RTX Spark diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 3 nanometer milik TSMC. Teknologi ini memungkinkan konsumsi daya lebih rendah dan panas yang lebih terkontrol, sehingga cocok digunakan pada laptop premium dengan desain tipis dan ringan.
Nvidia juga menggandeng Microsoft untuk menghadirkan sistem keamanan AI bernama OpenShell. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengontrol akses AI terhadap data pribadi sekaligus menyaring informasi sensitif sebelum dikirim ke layanan cloud. Langkah tersebut dinilai penting karena keamanan data menjadi tantangan utama dalam perkembangan AI generatif.
Laptop pertama yang menggunakan Nvidia RTX Spark dijadwalkan meluncur pada akhir 2026 melalui berbagai merek ternama seperti ASUS, Dell Technologies, HP Inc., Lenovo, MSI, dan lini Microsoft Surface. Kehadiran RTX Spark diperkirakan akan mempercepat adopsi AI lokal dan mengubah laptop menjadi pusat komputasi cerdas masa depan.
FAQ Nvidia RTX Spark
Apa itu Nvidia RTX Spark?
RTX Spark adalah superchip AI terbaru Nvidia yang menggabungkan CPU Grace dan GPU Blackwell RTX untuk laptop dan PC Windows.
Seberapa cepat RTX Spark?
Nvidia mengklaim chip ini mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop atau sekitar 1.000 triliun operasi per detik.
Apakah RTX Spark bisa menjalankan AI tanpa internet?
Ya. RTX Spark dirancang untuk menjalankan model AI besar secara lokal tanpa selalu bergantung pada cloud.
Apakah RTX Spark cocok untuk gaming?
Ya. Chip ini mampu menjalankan game AAA pada resolusi 1440p dengan frame rate lebih dari 100 fps.
Kapan laptop RTX Spark tersedia?
Laptop pertama dengan RTX Spark dijadwalkan hadir pada September hingga November 2026.









