KERINCI- Masyarakat Kabupaten Kerinci diimbau untuk lebih waspada setelah beredar sebuah nomor WhatsApp tidak dikenal yang menggunakan foto profil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kerinci, Maya Novefry. Aksi ini diduga sengaja dilakukan oknum tidak bertanggung jawab untuk menghubungi sejumlah pihak dengan mengatasnamakan pejabat daerah.
Kabar tersebut pertama kali diketahui langsung oleh Maya Novefry setelah seorang temannya menerima pesan dari nomor asing yang memakai foto dirinya sebagai profil WhatsApp. Teman tersebut kemudian melakukan konfirmasi karena merasa janggal dengan nomor yang menghubungi.
Maya Novefry pun memastikan bahwa foto profil tersebut disalahgunakan dan bukan berasal dari dirinya. Ia menegaskan bahwa pesan maupun panggilan dari nomor tak dikenal yang menggunakan fotonya sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Lebih lanjut, Maya Novefry menegaskan bahwa dirinya hanya menggunakan satu nomor WhatsApp pribadi yang selama ini telah dikenal oleh rekan kerja, kolega, maupun masyarakat. Ia memastikan tidak pernah menggunakan nomor lain untuk keperluan komunikasi, baik urusan pribadi maupun kedinasan.
Dengan tegas ia meminta masyarakat agar tidak menanggapi pesan dari nomor asing yang mengatasnamakan dirinya, terlebih jika pesan tersebut mengarah pada permintaan tertentu atau bersifat mendesak.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan konfirmasi langsung apabila menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat daerah. Menurutnya, kewaspadaan adalah kunci utama untuk mencegah potensi penipuan.
Fenomena penyalahgunaan identitas melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp belakangan memang semakin marak. Modus ini sering memanfaatkan foto pejabat atau tokoh publik untuk membangun kepercayaan korban.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya, selalu mengecek kebenaran informasi, serta segera mengabaikan atau melaporkan nomor mencurigakan demi menghindari kerugian yang tidak diinginkan. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









