SUNGAIPENUH – Suhu politik internal Partai Golkar Kota Sungai Penuh mulai memanas. Musyawarah Daerah (Musda) yang belum juga terjadwal memicu spekulasi, manuver, hingga bisik-bisik soal arah kepemimpinan partai berlambang beringin itu.
Nama Fikar Azami kembali jadi pusat perhatian.
Sebagai Ketua DPD Golkar Kota Sungai Penuh, Fikar Azami dinilai masih memegang pengaruh kuat.
Di bawah komandonya, Golkar sukses menjadi partai pemenang Pemilu 2024 dengan raihan lima kursi DPRD.
Modal politik ini disebut-sebut menjadi amunisi penting jika ia kembali maju dalam perebutan kursi ketua.
Namun, bayang-bayang hasil Pilkada tetap menjadi catatan. Fikar kembali gagal merebut kursi Walikota Sungai Penuh pada Pilkada 2024.
Meski demikian, sejumlah kader meyakini posisi Fikar di internal partai belum tergoyahkan.
Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, memilih irit bicara.
Ia menegaskan Musda Golkar tingkat kota belum memiliki jadwal pasti. Pernyataan singkatnya justru menambah tanda tanya di tengah kader.
“Belum ada jadwal Musda. Untuk maju, kita masih lihat perkembangan ke depan,” ujarnya.
Di balik layar, suara-suara dukungan terhadap Fikar mulai terdengar. Bahkan, muncul klaim bahwa skenario aklamasi bukan hal mustahil.
Sejumlah pihak menyebut pola serupa terjadi di beberapa daerah lain.
“Nanti aklamasi, sama seperti daerah lain,” ujar sumber internal.
Belum adanya kepastian Musda membuat atmosfer politik Golkar Sungai Penuh kian tegang.
Kader menunggu arah angin, sementara publik mencermati, akankah Fikar Azami kembali mengunci kursi ketua, atau justru muncul penantang baru yang siap mengguncang peta kekuatan?
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Dedi Dora









