ESDM Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut cadangan BBM saat ini berada di atas 21 hari kebutuhan operasional sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwpi Anggia, menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau kondisi energi nasional di tengah gejolak harga minyak dunia yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, stabilitas pasokan energi menjadi prioritas utama agar aktivitas masyarakat selama Ramadan tetap berjalan lancar.

Harga minyak mentah global saat ini tercatat menyentuh sekitar US$111 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2022. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi berbagai faktor geopolitik dan dinamika pasar energi global yang membuat banyak negara harus menyesuaikan kebijakan energi mereka.

Angka tersebut jauh melampaui asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sekitar US$70 per barel. Artinya, terdapat selisih harga yang cukup besar antara asumsi pemerintah dan kondisi pasar global saat ini.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Melonjak 1,96%, Saham TOWR hingga WIFI Cetak Cuan Besar, Rupiah Menguat di Tengah Turunnya Harga Minyak

Meski demikian, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan arahan langsung Presiden guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan stabilitas ekonomi nasional selama periode konsumsi tinggi.

Menurut Dwi Anggia, pemerintah memilih menanggung selisih harga tersebut melalui mekanisme anggaran negara dibandingkan membebankannya langsung kepada masyarakat. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan sosial agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga energi di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.

Selain memastikan stabilitas harga, pemerintah juga menjamin ketersediaan pasokan energi nasional tetap aman. Saat ini, cadangan BBM dan LPG nasional berada di atas 21 hari cadangan operasional, yang merupakan standar aman dalam sistem distribusi energi nasional.

Pasokan energi tersebut dipenuhi melalui kombinasi produksi dalam negeri serta impor dari berbagai negara. Sistem distribusi juga terus dipantau agar tidak terjadi gangguan, terutama di daerah dengan konsumsi energi tinggi selama masa mudik Lebaran.

Dwi Anggia menggambarkan sistem pasokan energi nasional seperti toren air di rumah yang terus digunakan setiap hari tetapi juga terus diisi kembali. Dengan sistem tersebut, persediaan energi tetap tersedia selama proses distribusi berjalan normal.

Baca Juga :  Aktivitas Bisnis AS Tembus Level Tertinggi 4 Tahun, Harga Emas dan Minyak Ikut Menguat

Namun pemerintah mengingatkan bahwa masalah distribusi justru dapat terjadi apabila masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan antrean di SPBU atau kesan kelangkaan yang sebenarnya tidak terjadi secara nasional.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pemerintah menegaskan bahwa stok energi nasional berada di atas standar minimum sehingga tidak ada alasan untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar secara tiba-tiba.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap dinamika pasar energi global. Kenaikan harga minyak dunia dapat berdampak pada berbagai sektor ekonomi sehingga diperlukan langkah mitigasi agar stabilitas nasional tetap terjaga.

Menjelang Ramadan dan Lebaran, pemerintah memastikan seluruh pemangku kepentingan di sektor energi terus berkoordinasi untuk menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG. Hal ini penting mengingat kebutuhan energi biasanya meningkat selama musim mudik dan aktivitas masyarakat yang lebih tinggi.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi. (Tim)

Berita Terkait

Syarat BLT Kesra Rp900.000 2026, Cek Desil dan Status Penerima
Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel
Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk
Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK
Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB
Morgan Stanley Genggam 7,59 Persen Saham GOTO Setelah Tambah 21,92 Miliar Saham
Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk Warga Usia 17 Tahun, Ada Saldo Rp50 Ribu
Purbaya Buka Opsi Ubah Batas Omzet UMKM Bebas PPh, Ini Penjelasannya
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:00 WIB

Syarat BLT Kesra Rp900.000 2026, Cek Desil dan Status Penerima

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk

Jumat, 11 September 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WIB

Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB

Berita Terbaru

Otomotif

Yamaha Belum Terburu-buru Jual Motor Listrik, Ini Alasannya

Minggu, 13 Sep 2026 - 17:30 WIB