TEKNOLOGI – Xiaomi dikabarkan semakin dekat membawa perangkat flagship terbarunya ke Indonesia. Dua perangkat yang diduga sebagai Xiaomi 18 Pro Max dan Xiaomi Watch 2 (2026) dilaporkan telah lolos sertifikasi Postel Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Informasi tersebut menjadi sinyal awal mengenai kemungkinan kehadiran produk baru Xiaomi di pasar Indonesia. Namun, identitas perangkat berdasarkan nomor model, spesifikasi akhir, serta jadwal peluncuran resminya masih perlu dikonfirmasi melalui pengumuman perusahaan.
Mengutip laporan Suara.com yang terbit Senin, 19 Oktober 2026, PT Xiaomi Technology Indonesia mendaftarkan perangkat dengan nomor model 2609BPN61G dan M2320W1. Kedua perangkat itu diduga masing-masing merupakan Xiaomi 18 Pro Max dan Xiaomi Watch 2 versi 2026.
Perangkat yang diduga sebagai Xiaomi 18 Pro Max disebut telah melewati sertifikasi Postel pada 12 Oktober 2026. Nomor model 2609BPN61G juga dilaporkan terdeteksi dalam basis data P3DN Kementerian Perindustrian dan telah memenuhi persyaratan TKDN.
Meski demikian, lolos sertifikasi bukan berarti perangkat langsung tersedia untuk dibeli. Konsumen masih perlu menunggu informasi resmi mengenai peluncuran, spesifikasi untuk pasar Indonesia, dan harga jualnya.
Xiaomi 18 Pro Max Dikabarkan Mengusung Spesifikasi Flagship
Xiaomi 18 Pro Max disebut menyasar pengguna yang membutuhkan smartphone dengan kemampuan tinggi untuk berbagai aktivitas, mulai dari fotografi, hiburan, multitasking, hingga penggunaan aplikasi berat.
Menurut rincian spesifikasi yang beredar dalam laporan tersebut, ponsel ini dikaitkan dengan chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Perangkat juga disebut memiliki pilihan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal maksimal 1TB.
Jika spesifikasi tersebut benar, kombinasi chipset kelas atas, RAM besar, dan penyimpanan luas berpotensi menjadikan perangkat ini menarik bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi. Meski begitu, nama chipset dan konfigurasi memori tersebut masih perlu diverifikasi melalui informasi resmi Xiaomi.
Di bagian layar, Xiaomi 18 Pro Max dikabarkan menggunakan panel LTPO OLED berukuran 6,9 inci. Layar tersebut disebut memiliki bezel setipis 0,99 mm dan tingkat kecerahan puncak hingga 4.000 nits.
Teknologi LTPO pada umumnya memungkinkan penyesuaian refresh rate sesuai kebutuhan tampilan. Teknologi ini dapat membantu menjaga pengalaman visual tetap responsif sekaligus mengoptimalkan konsumsi daya, bergantung pada implementasi perangkat.
Adapun angka kecerahan puncak tidak selalu mencerminkan tingkat kecerahan yang dipertahankan pada seluruh kondisi penggunaan. Pengujian nyata dan spesifikasi resmi tetap diperlukan untuk menilai kemampuan layar secara menyeluruh.
Layar Kedua di Bagian Belakang Jadi Daya Tarik
Salah satu fitur yang disebut menjadi pembeda Xiaomi 18 Pro Max adalah layar OLED tambahan berukuran 2,9 inci di bagian belakang bodi.
Layar sekunder tersebut dikabarkan dapat dimanfaatkan sebagai viewfinder ketika pengguna mengambil foto selfie menggunakan kamera utama. Selain itu, layar ini disebut menyediakan kontrol berbasis AI untuk mendukung beberapa fungsi perangkat.
Jika nantinya dikonfirmasi, fitur tersebut berpotensi memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin memanfaatkan kamera belakang untuk mengambil foto diri dengan kualitas yang lebih tinggi.
Namun, fungsi lengkap layar kedua, aplikasi yang didukung, serta kemampuan AI yang tersedia belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi yang beredar.
Kamera 200 MP dan Baterai 8.500 mAh
Pada sektor fotografi, Xiaomi 18 Pro Max dikabarkan membawa kamera utama 200MP dengan sensor Light Hunter 960. Perangkat ini juga disebut memiliki kamera telefoto periskop 200MP dengan kemampuan optical zoom.
Konfigurasi tersebut, jika benar, akan menjadi salah satu daya tarik utama ponsel ini untuk kebutuhan fotografi jarak jauh dan pengambilan gambar dengan detail tinggi.
Meski resolusi sensor menjadi salah satu aspek penting, kualitas foto tidak hanya ditentukan oleh jumlah megapiksel. Pemrosesan gambar, ukuran sensor, kemampuan optik, stabilisasi, dan optimasi perangkat lunak juga memengaruhi hasil akhir.
Untuk daya tahan, Xiaomi 18 Pro Max disebut menggunakan baterai silikon-karbon berkapasitas 8.500 mAh dengan dukungan pengisian cepat 100W.
Kapasitas baterai tersebut tergolong besar untuk sebuah smartphone. Akan tetapi, ketahanan aktual akan bergantung pada konsumsi daya layar, chipset, konektivitas, aplikasi, dan pola penggunaan sehari-hari.
Kecepatan pengisian daya juga perlu dibedakan dari waktu pengisian keseluruhan. Angka 100W biasanya merujuk pada kemampuan daya pengisian maksimum dalam kondisi tertentu, bukan jaminan perangkat selalu mengisi pada kecepatan tersebut.
Xiaomi Watch 2 (2026) Juga Terindikasi Masuk Indonesia
Selain smartphone, perangkat dengan nomor model M2320W1 diduga merupakan Xiaomi Watch 2 versi 2026. Jam pintar tersebut disebut akan menggunakan sistem operasi Wear OS by Google dan prosesor Snapdragon yang dirancang untuk mendukung operasional smartwatch.
Perangkat ini dikabarkan memiliki layar AMOLED, bodi aluminium, serta ketahanan air hingga 5 ATM. Informasi yang beredar juga menyebut baterai 495 mAh dengan daya tahan hingga 65 jam.
Apabila spesifikasi tersebut sesuai dengan produk final, Xiaomi Watch 2 dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan jam pintar untuk menunjang aktivitas harian dan pemantauan kebugaran.
Meski begitu, fitur kesehatan, sensor yang tersedia, kompatibilitas smartphone, serta jenis prosesor yang digunakan belum bisa dipastikan tanpa lembar spesifikasi resmi.
Ketahanan air 5 ATM pun tidak berarti perangkat cocok untuk semua aktivitas air. Pengguna perlu mengikuti petunjuk penggunaan dan batasan yang ditetapkan produsen.
Berapa Harga Xiaomi 18 Pro Max di Indonesia?
Laporan yang menjadi rujukan menyebut harga Xiaomi 18 Pro Max di China mulai dari 6.999 yuan untuk varian RAM 12GB dan penyimpanan 256GB. Nilai tersebut dilaporkan setara dengan sekitar Rp18,9 juta.
Angka itu belum dapat dijadikan patokan harga resmi di Indonesia. Harga di pasar domestik bisa berbeda akibat pajak, biaya distribusi, konfigurasi produk, nilai tukar, dan strategi pemasaran.
Belum ada kepastian mengenai harga Xiaomi 18 Pro Max maupun Xiaomi Watch 2 (2026) untuk pasar Indonesia berdasarkan informasi yang disajikan dalam laporan tersebut.
Sinyal sertifikasi Postel dan TKDN memang membuka kemungkinan bahwa perangkat terkait sedang dipersiapkan untuk pasar Tanah Air. Namun, konsumen sebaiknya menunggu pengumuman resmi Xiaomi Indonesia sebelum mengambil keputusan pembelian.
Jika spesifikasi yang beredar nantinya terkonfirmasi, Xiaomi 18 Pro Max berpotensi menjadi salah satu smartphone flagship yang menarik perhatian berkat layar besar, kamera beresolusi tinggi, baterai berkapasitas besar, dan fitur layar belakang. Sementara itu, kehadiran smartwatch baru dapat memperluas pilihan perangkat ekosistem Xiaomi di Indonesia.
FAQ Xiaomi 18 Pro Max dan Xiaomi Watch 2 (2026)
1. Apakah Xiaomi 18 Pro Max sudah lolos sertifikasi Postel?
Menurut laporan Suara.com, perangkat bernomor model 2609BPN61G telah lolos sertifikasi Postel. Namun, identitas nomor model tersebut sebagai Xiaomi 18 Pro Max masih perlu dipastikan melalui konfirmasi resmi.
2. Apa spesifikasi Xiaomi 18 Pro Max yang beredar?
Perangkat ini dikabarkan memiliki layar LTPO OLED 6,9 inci, RAM hingga 16GB, penyimpanan hingga 1TB, kamera utama 200MP, kamera telefoto periskop 200MP, serta baterai 8.500 mAh. Spesifikasi tersebut belum seluruhnya terkonfirmasi secara resmi.
3. Berapa harga Xiaomi 18 Pro Max?
Harga yang dilaporkan untuk pasar China mulai dari 6.999 yuan atau sekitar Rp18,9 juta. Harga resmi di Indonesia belum dipastikan.
4. Apakah Xiaomi Watch 2 (2026) akan hadir di Indonesia?
Nomor model M2320W1 dilaporkan telah melewati sertifikasi Postel dan diduga berkaitan dengan Xiaomi Watch 2 versi 2026. Jadwal peluncuran dan nama komersial perangkat masih perlu dikonfirmasi.
5. Apa yang perlu diperhatikan sebelum membeli?
Periksa pengumuman resmi, spesifikasi untuk pasar Indonesia, harga, garansi, serta ketersediaan layanan purnajual. Jangan menjadikan bocoran spesifikasi atau status sertifikasi sebagai satu-satunya dasar keputusan pembelian.









