BYD Flash Charging Hadir di Indonesia, Isi Baterai Mobil Listrik 10–70 Persen dalam 5 Menit

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAYONEWS.CO.ID – Teknologi pengisian daya mobil listrik terus berkembang. BYD Motor Indonesia memperkenalkan Flash Charging, sistem pengecasan ultracepat yang diklaim mampu mengisi baterai kendaraan listrik dari 10 persen menjadi 70 persen hanya dalam waktu lima menit.

Teknologi tersebut diperkenalkan di Indonesia pada Senin, 12 Oktober 2026. Kehadirannya menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik BYD, bersamaan dengan pengenalan baterai Blade generasi kedua yang dirancang untuk mendukung pengisian daya berkecepatan tinggi.

Flash Charging menawarkan daya hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektor. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kemampuan pengisian daya yang umum ditemukan pada banyak fasilitas pengecasan kendaraan listrik saat ini.

Meski demikian, waktu pengisian lima menit tersebut merupakan klaim BYD dalam kondisi tertentu. Kecepatan sebenarnya dapat dipengaruhi kapasitas baterai, suhu, tingkat daya awal, serta kemampuan kendaraan menerima daya dari stasiun pengisian.

Cara Kerja Flash Charging BYD

Flash Charging menggunakan sistem pengisian arus searah atau direct current (DC) berdaya tinggi. Namun, daya listrik dari jaringan PLN tidak langsung disalurkan ke kendaraan dalam jumlah sebesar itu.

BYD mengandalkan sistem penyimpanan dan pengisian energi terintegrasi bernama Energy Storage-Charging Integrated System. Sistem ini berfungsi menampung energi listrik terlebih dahulu sebelum digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengecasan berdaya tinggi.

Teknologi penyimpanan tersebut memiliki dua peran penting. Pertama, membantu mengurangi lonjakan beban pada jaringan listrik ketika kendaraan sedang mengisi baterai. Kedua, menyediakan tambahan daya ketika mobil membutuhkan pengisian dalam waktu singkat.

Pendekatan ini memungkinkan stasiun pengisian menyediakan daya puncak tinggi tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik jaringan secara langsung pada saat pengecasan berlangsung.

Setiap stasiun Flash Charging dilengkapi dua konektor untuk melayani dua mobil listrik secara bersamaan. Berdasarkan penjelasan BYD, satu konektor dapat menyediakan daya hingga 1.500 kW ketika digunakan sendiri. Jika kedua konektor beroperasi bersamaan, kemampuan yang disebutkan perusahaan mencapai hingga 1.000 kW per konektor.

Isi Baterai 10–97 Persen dalam 9 Menit

Selain pengisian dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit, BYD juga menyampaikan kemampuan pengisian dari 10 persen hingga 97 persen yang diklaim hanya membutuhkan sekitar sembilan menit pada suhu ruang.

Richard Li, Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, menyebut teknologi ini sebagai langkah baru dalam pengalaman menggunakan mobil listrik. Menurutnya, waktu pengisian yang semakin singkat dapat mengurangi salah satu hambatan yang selama ini dirasakan pengguna kendaraan listrik, yakni lamanya menunggu ketika baterai diisi.

Kendati demikian, angka tersebut tidak otomatis berlaku untuk seluruh kendaraan listrik. Performa maksimal Flash Charging bergantung pada kecocokan baterai, sistem pengisian kendaraan, dan kondisi operasional.

Karena itu, calon pengguna perlu membedakan kemampuan maksimal teknologi dengan hasil yang akan diperoleh dalam pemakaian sehari-hari. Informasi waktu pengisian dari produsen sebaiknya dibaca bersama spesifikasi kendaraan dan ketentuan pengisian yang berlaku.

Baca Juga :  Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Hadir dengan Desain Paling Tipis dan Galaxy AI

Flash Charging Mulai Dipasang di Dealer Indonesia

Pada tahap awal, fasilitas Flash Charging dilaporkan telah dipasang di dealer Danza Bipo Gatot Subroto, Jakarta.

BYD Motor Indonesia berencana memperluas pemasangan teknologi tersebut ke 10 dealer Danza di Indonesia. Perusahaan juga menyampaikan rencana penambahan fasilitas pada tahun berikutnya.

Perluasan jaringan menjadi faktor penting agar teknologi pengisian ultracepat dapat dimanfaatkan lebih banyak pemilik kendaraan listrik. Infrastruktur yang tersebar akan membantu pengguna merencanakan perjalanan, khususnya untuk perjalanan jarak jauh.

Namun, manfaatnya bagi konsumen akan bergantung pada realisasi pembangunan, lokasi fasilitas, kompatibilitas kendaraan, serta ketersediaan layanan. Pengguna sebaiknya memastikan terlebih dahulu apakah mobil yang dimiliki mendukung pengisian berdaya tinggi dan apakah stasiun tujuan telah beroperasi.

Blade Battery Generasi Kedua Jadi Kunci

Kemampuan maksimal Flash Charging membutuhkan Blade Battery generasi kedua. Sistem Flash Charging tetap dapat digunakan untuk mengisi baterai Blade generasi pertama, tetapi kecepatannya tidak mencapai kemampuan tertinggi yang ditawarkan teknologi tersebut.

BYD menjelaskan bahwa baterai generasi kedua menggunakan pengembangan sistem transportasi ion bernama FlashPass. Teknologi ini dirancang untuk mempercepat perpindahan ion litium pada katoda, elektrolit, dan anoda.

Perusahaan juga mengembangkan susunan partikel grafit pada anoda agar ion litium dapat bergerak lebih lancar. Selain itu, lapisan solid electrolyte interphase atau SEI dirancang tipis tetapi tetap kuat untuk mendukung konduktivitas ionik dan stabilitas kimia baterai.

Menurut keterangan BYD, pendekatan tersebut meningkatkan kepadatan energi Blade Battery generasi kedua lebih dari 5 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini berpotensi membantu kendaraan menyimpan energi lebih besar tanpa harus meningkatkan ukuran baterai secara sebanding.

Baterai generasi kedua tersebut disebut telah digunakan pada Danza New D9 dan Z9GT yang diperkenalkan di Indonesia pada 14 Oktober 2026. BYD juga menyatakan teknologi baterai itu akan diterapkan pada produk kendaraan listrik lainnya, meskipun rincian model berikutnya belum diungkapkan dalam informasi tersebut.

Bagaimana dengan Keamanan dan Umur Baterai?

Pengisian daya berkecepatan tinggi sering memunculkan pertanyaan tentang keamanan dan ketahanan baterai. Arus pengisian yang tinggi dapat meningkatkan panas, sehingga sistem pengelolaan suhu dan desain baterai menjadi aspek penting.

BYD menyatakan Blade Battery generasi kedua telah menjalani serangkaian pengujian keselamatan, termasuk pengujian ekstrem yang melibatkan pengecasan Flash Charging dan penusukan paku. Perusahaan mengklaim pengujian tersebut tidak menyebabkan thermal runaway, asap, atau kebakaran, termasuk setelah 500 siklus Flash Charging dalam skenario pengujian yang disampaikan.

Baterai itu juga disebut menjalani pengujian korsleting paksa pada empat sel sekaligus serta pengujian benturan pada bagian bawah paket baterai.

Kendati hasil yang disampaikan produsen memberikan gambaran mengenai upaya pengembangan keselamatan, hasil pengujian internal tidak berarti semua risiko telah hilang dalam setiap situasi. Keamanan tetap dipengaruhi desain kendaraan, sistem manajemen baterai, kondisi penggunaan, perawatan, dan kepatuhan terhadap petunjuk produsen.

Baca Juga :  Resmi! Harga Samsung Galaxy Z Fold 8, Fold 8 Ultra dan Z Flip 8 di Indonesia

BYD juga menyebut ketahanan baterai generasi kedua terhadap degradasi meningkat 2,5 persen dibandingkan generasi pertama. Namun, konsumen tetap perlu menunggu data pemakaian jangka panjang untuk mengetahui bagaimana performanya dalam penggunaan sehari-hari.

Apa Dampaknya bagi Pasar Mobil Listrik Indonesia?

Kehadiran Flash Charging berpotensi membuat penggunaan mobil listrik semakin praktis, terutama bagi konsumen yang mengutamakan waktu perjalanan. Jika teknologi dan infrastrukturnya berkembang sesuai rencana, waktu pengisian yang lebih singkat dapat membantu mengurangi kekhawatiran mengenai durasi berhenti saat bepergian.

Meski begitu, teknologi pengecasan ultracepat bukan satu-satunya pertimbangan saat memilih kendaraan listrik. Konsumen juga perlu memperhitungkan harga mobil, jarak tempuh, ketersediaan stasiun pengisian, biaya listrik, garansi baterai, serta layanan purnajual.

Pada akhirnya, keberhasilan Flash Charging di Indonesia akan ditentukan bukan hanya oleh besarnya daya pengisian, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur dan jumlah kendaraan yang kompatibel. Perluasan jaringan secara bertahap menjadi faktor penting agar teknologi ini benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna.

FAQ Flash Charging BYD

1. Apa itu Flash Charging BYD?

Flash Charging adalah teknologi pengisian baterai kendaraan listrik berdaya tinggi yang diperkenalkan BYD. Sistem ini menggunakan penyimpanan energi terintegrasi untuk mendukung proses pengecasan ultracepat.

2. Berapa lama pengisian baterai menggunakan Flash Charging?

Menurut klaim BYD, baterai Blade generasi kedua dapat diisi dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit dan dari 10 persen ke 97 persen dalam sekitar sembilan menit pada kondisi yang disebutkan perusahaan.

3. Apakah semua mobil listrik BYD bisa menggunakan Flash Charging dengan kecepatan maksimal?

Tidak. Kemampuan maksimalnya membutuhkan Blade Battery generasi kedua dan kendaraan yang kompatibel. Baterai Blade generasi pertama dapat diisi, tetapi tidak mencapai kecepatan tertinggi tersebut.

4. Di mana Flash Charging tersedia di Indonesia?

Pada tahap awal, fasilitas ini dilaporkan telah dipasang di dealer Danza Bipo Gatot Subroto, Jakarta. BYD merencanakan perluasan ke 10 dealer Danza di Indonesia.

5. Apakah pengisian daya ultracepat merusak baterai?

Dampaknya bergantung pada desain baterai, pengelolaan suhu, sistem manajemen baterai, dan kondisi penggunaan. BYD menyatakan baterai generasi keduanya telah menjalani pengujian khusus, tetapi performa jangka panjang tetap perlu dinilai berdasarkan pemakaian nyata.

6. Apakah Flash Charging membuat mobil listrik lebih praktis untuk perjalanan jauh?

Berpotensi demikian, karena waktu berhenti untuk mengisi daya dapat berkurang. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada ketersediaan stasiun, kompatibilitas kendaraan, dan kondisi perjalanan.

Kesimpulan

Flash Charging menjadi salah satu inovasi BYD untuk mempercepat pengisian baterai mobil listrik. Dengan klaim pengisian 10–70 persen dalam lima menit, teknologi ini berpotensi meningkatkan kenyamanan pengguna. Meski demikian, ketersediaan infrastruktur, kompatibilitas kendaraan, serta pembuktian performa dalam penggunaan sehari-hari tetap menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Berita Terkait

Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps Cuma Rp100.000 per Bulan
Yamaha Grand Filano 2026 Terbaru, Cek Harga, Fitur Hybrid, dan Bagasi 27 Liter
Mouse Wireless Merah, Desain Stylish dan Praktis untuk Kerja
Biaya Mobil Listrik 2026: Pajak Tak Lagi Otomatis Gratis, Berapa Biaya Cas dan Servis?
Telkomsel Bagi-Bagi 151 Hadiah Mobil dan Motor, Ini Cara Ikut Undiannya
Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 15, Cek Layar, Chipset, dan Kapasitas Baterainya
Data Center AI Boros Listrik, Benarkah Bisa Picu Blackout Satu Kota?
Denza Z9 GT Terbaru: Desain Sporty, Teknologi Elektrifikasi, dan Kabin Mewah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

BYD Flash Charging Hadir di Indonesia, Isi Baterai Mobil Listrik 10–70 Persen dalam 5 Menit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps Cuma Rp100.000 per Bulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Yamaha Grand Filano 2026 Terbaru, Cek Harga, Fitur Hybrid, dan Bagasi 27 Liter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Biaya Mobil Listrik 2026: Pajak Tak Lagi Otomatis Gratis, Berapa Biaya Cas dan Servis?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Telkomsel Bagi-Bagi 151 Hadiah Mobil dan Motor, Ini Cara Ikut Undiannya

Berita Terbaru

Pemerintahan

Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps Cuma Rp100.000 per Bulan

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:07 WIB