Jakarta-Gangguan pada layanan digital milik Bank Rakyat Indonesia atau BRI sempat membuat nasabah panik pada Rabu pagi, 1 April 2026. Aplikasi BRImo dan layanan BRILink dilaporkan mengalami error, bahkan saldo rekening mendadak terlihat Rp0 saat login. Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran luas di kalangan pengguna.
Keluhan terkait error BRImo ramai bermunculan di media sosial sejak pagi hari. Banyak nasabah mengaku tidak bisa mengakses fitur utama seperti transfer, pembayaran, hingga cek saldo. Bahkan, tampilan saldo kosong membuat sebagian pengguna khawatir dana mereka hilang atau terjadi pembobolan rekening.
Menanggapi hal tersebut, pihak BRI memberikan klarifikasi resmi bahwa gangguan terjadi akibat proses pemeliharaan sistem (maintenance). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan performa dan stabilitas layanan digital agar ke depan lebih optimal dan aman digunakan oleh jutaan nasabah di seluruh Indonesia.
Selama proses maintenance berlangsung, beberapa fitur aplikasi memang tidak dapat digunakan secara normal. Meski pengguna masih bisa login, sistem tidak mampu menampilkan data saldo secara real-time. Hal inilah yang menyebabkan saldo terlihat Rp0, padahal dana nasabah tetap aman tersimpan di sistem bank.
Fenomena saldo kosong ini sebenarnya merupakan dampak teknis dari keterbatasan sistem saat pembaruan berlangsung. Dalam kondisi tersebut, sinkronisasi data antara server dan aplikasi tidak berjalan sempurna, sehingga informasi saldo tidak tampil sebagaimana mestinya.
Gangguan ini diketahui mulai terjadi sejak dini hari dan mencapai puncaknya sekitar pukul 07.00 WIB. Selain BRImo, beberapa agen BRILink juga dilaporkan mengalami kendala transaksi. Namun, sebagian fitur seperti e-statement masih bisa diakses oleh pengguna tertentu.
Kabar baiknya, per pukul 07.49 WIB, layanan BRImo dan BRILink telah kembali normal. Nasabah kini sudah dapat mengakses aplikasi seperti biasa, melihat saldo secara akurat, serta melakukan transaksi tanpa hambatan. BRI memastikan bahwa tidak ada dana nasabah yang hilang selama gangguan berlangsung.
Di tengah situasi ini, BRI juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan digital. Nasabah diminta tidak membagikan data sensitif seperti user ID, password, dan PIN kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank. Keamanan transaksi tetap menjadi prioritas utama di era digital banking saat ini. (*/Tim)









