Biaya Operasi Usus Buntu Tanpa BPJS 2026: Bisa Tembus Rp45 Juta, Ini Rinciannya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Biaya operasi usus buntu di Indonesia tanpa menggunakan asuransi atau BPJS masih menjadi perhatian banyak masyarakat. Pasalnya, nominal yang harus disiapkan tidaklah sedikit dan bisa berbeda-beda tergantung metode operasi, fasilitas rumah sakit, hingga kelas rawat inap yang dipilih pasien.

Secara umum, biaya operasi usus buntu di rumah sakit swasta berkisar antara Rp8 juta hingga lebih dari Rp45 juta. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh teknologi medis yang digunakan serta kualitas layanan yang diberikan oleh masing-masing rumah sakit.

Jika dilihat dari metode yang digunakan, operasi terbuka atau laparotomi menjadi pilihan dengan biaya lebih terjangkau. Metode ini merupakan teknik konvensional dengan sayatan pada bagian perut, dan biasanya memakan biaya sekitar Rp8 juta hingga Rp20 juta.

Baca Juga :  Penyebaran Super Flu Terkendali, Indonesia Catat 74 Kasus di 13 Provinsi

Sementara itu, metode laparoskopi yang menggunakan teknologi kamera dan alat bedah modern menawarkan proses pemulihan lebih cepat dengan luka lebih kecil. Namun, biaya yang dibutuhkan lebih tinggi, yakni berkisar antara Rp25 juta hingga Rp45 juta.

Selain metode operasi, lokasi rumah sakit juga memengaruhi total biaya yang harus dikeluarkan. Di Jakarta, biaya operasi usus buntu bisa dimulai dari Rp15 juta hingga melampaui Rp45 juta, terutama di rumah sakit swasta dengan fasilitas premium.

Untuk wilayah seperti Surabaya dan Bandung, biaya cenderung lebih rendah, yakni sekitar Rp10 juta hingga Rp35 juta. Sementara di Tangerang, beberapa rumah sakit menyediakan paket operasi mulai dari kisaran Rp20 jutaan, tergantung kelas layanan yang dipilih pasien.

Baca Juga :  Gen Z Makin Peduli Self-Care, Ini Tiga Rutinitas Skincare Dasarnya

Tak hanya biaya operasi, pasien juga perlu menyiapkan dana tambahan untuk berbagai kebutuhan medis lainnya. Mulai dari konsultasi dokter spesialis yang berkisar Rp250 ribu hingga Rp600 ribu per kunjungan, hingga pemeriksaan penunjang seperti tes darah, USG, atau CT scan yang bisa mencapai Rp1 juta sampai Rp3 juta.

Biaya rawat inap dan obat-obatan juga menjadi komponen penting dalam total pengeluaran. Lama perawatan biasanya 1–3 hari untuk laparoskopi, sementara operasi terbuka bisa lebih lama. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menghubungi langsung pihak rumah sakit guna mendapatkan estimasi biaya terbaru dan lebih akurat sebelum menjalani tindakan medis. (*/Tim)

Berita Terkait

Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan
Dinkes DKI Keluarkan Imbauan Penting Setelah 3 Kasus Hantavirus Terdeteksi
Update Hantavirus Jakarta 2026: Tiga Positif, Enam Suspek Dalam Pengawasan
Kolesterol Tinggi? Ini 5 Herbal Alami yang Bisa Membantu Menurunkannya
Jogging Setiap Hari Apakah Aman? Simak Manfaat, Risiko, dan Tips Lari Sehat
Waspada Hantavirus di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya
Menkes Budi Gunadi: Hantavirus di Jakarta Terkendali dan Tidak Mudah Menular
Kondisi Terkini Nadiem Makarim Pascaoperasi usai Sidang Kasus Chromebook
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan

Rabu, 20 Mei 2026 - 00:01 WIB

Dinkes DKI Keluarkan Imbauan Penting Setelah 3 Kasus Hantavirus Terdeteksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:05 WIB

Update Hantavirus Jakarta 2026: Tiga Positif, Enam Suspek Dalam Pengawasan

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Kolesterol Tinggi? Ini 5 Herbal Alami yang Bisa Membantu Menurunkannya

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:00 WIB

Jogging Setiap Hari Apakah Aman? Simak Manfaat, Risiko, dan Tips Lari Sehat

Berita Terbaru

Kesehatan

Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB