Jakarta-Biaya operasi usus buntu di Indonesia tanpa menggunakan asuransi atau BPJS masih menjadi perhatian banyak masyarakat. Pasalnya, nominal yang harus disiapkan tidaklah sedikit dan bisa berbeda-beda tergantung metode operasi, fasilitas rumah sakit, hingga kelas rawat inap yang dipilih pasien.
Secara umum, biaya operasi usus buntu di rumah sakit swasta berkisar antara Rp8 juta hingga lebih dari Rp45 juta. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh teknologi medis yang digunakan serta kualitas layanan yang diberikan oleh masing-masing rumah sakit.
Jika dilihat dari metode yang digunakan, operasi terbuka atau laparotomi menjadi pilihan dengan biaya lebih terjangkau. Metode ini merupakan teknik konvensional dengan sayatan pada bagian perut, dan biasanya memakan biaya sekitar Rp8 juta hingga Rp20 juta.
Sementara itu, metode laparoskopi yang menggunakan teknologi kamera dan alat bedah modern menawarkan proses pemulihan lebih cepat dengan luka lebih kecil. Namun, biaya yang dibutuhkan lebih tinggi, yakni berkisar antara Rp25 juta hingga Rp45 juta.
Selain metode operasi, lokasi rumah sakit juga memengaruhi total biaya yang harus dikeluarkan. Di Jakarta, biaya operasi usus buntu bisa dimulai dari Rp15 juta hingga melampaui Rp45 juta, terutama di rumah sakit swasta dengan fasilitas premium.
Untuk wilayah seperti Surabaya dan Bandung, biaya cenderung lebih rendah, yakni sekitar Rp10 juta hingga Rp35 juta. Sementara di Tangerang, beberapa rumah sakit menyediakan paket operasi mulai dari kisaran Rp20 jutaan, tergantung kelas layanan yang dipilih pasien.
Tak hanya biaya operasi, pasien juga perlu menyiapkan dana tambahan untuk berbagai kebutuhan medis lainnya. Mulai dari konsultasi dokter spesialis yang berkisar Rp250 ribu hingga Rp600 ribu per kunjungan, hingga pemeriksaan penunjang seperti tes darah, USG, atau CT scan yang bisa mencapai Rp1 juta sampai Rp3 juta.
Biaya rawat inap dan obat-obatan juga menjadi komponen penting dalam total pengeluaran. Lama perawatan biasanya 1–3 hari untuk laparoskopi, sementara operasi terbuka bisa lebih lama. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menghubungi langsung pihak rumah sakit guna mendapatkan estimasi biaya terbaru dan lebih akurat sebelum menjalani tindakan medis. (*/Tim)









