JAKARTA — Duka mendalam kembali menyelimuti tiga provinsi di Pulau Sumatera. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor terus meningkat seiring berjalannya proses pencarian. Dalam konferensi pers pada Sabtu (29/11/2025) sore, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebutkan bahwa sebagian besar korban ditemukan di wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Di Aceh, laporan terbaru menunjukkan 47 orang kehilangan nyawa. Selain itu, 51 warga masih dinyatakan hilang dan delapan orang mengalami luka-luka. Korban tersebar di berbagai kabupaten, dengan Aceh Tengah dan Bener Meriah menjadi dua wilayah dengan dampak paling berat. BNPB menyebut medan sulit dan akses terbatas membuat pencarian di beberapa titik harus dilakukan dengan bantuan alat berat dan tim penyelam.
Sumatera Utara mencatat angka kematian tertinggi, yakni 166 orang. Penambahan 60 korban dalam sehari disebut sebagai hasil dari pencarian intensif yang dilakukan sejak pagi hingga petang oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan. Sementara itu, 143 warga di delapan kabupaten/kota masih belum ditemukan. Kondisi tanah yang labil serta longsoran susulan menjadi tantangan terbesar bagi tim penyelamat.
Di Sumatera Barat, total korban meninggal dunia kini berjumlah 90 orang, disertai 85 warga yang masih hilang dan 10 mengalami luka-luka. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Banyak korban ditemukan tertimbun material longsoran yang terbawa dari perbukitan akibat curah hujan ekstrem. Di beberapa titik, tim penyelamat harus memindahkan lumpur setebal lebih dari satu meter.
BNPB memastikan operasi pencarian masih berlangsung dan akan diperluas ke wilayah yang belum terjangkau. Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah sedang menambah logistik serta memperkuat tim pencarian, mengingat cuaca diprediksi masih berpotensi ekstrem.
“Kami akan terus bekerja hingga semua titik terdampak terjangkau dan seluruh korban hilang dapat ditemukan,” ujarnya.(***)








