JAKARTA — Industri film nasional kembali mencatat sejarah lewat Agak Laen: Menyala Pantiku. Film komedi ini resmi melampaui 10 juta penonton, menjadikannya salah satu judul paling laris yang pernah tayang di bioskop Indonesia.
Pencapaian tersebut diraih dalam waktu relatif singkat sejak penayangan perdana. Tingkat okupansi bioskop yang tinggi terjadi hampir merata di berbagai daerah, menandakan kuatnya daya tarik film ini di mata publik lintas generasi.
Sebagai sekuel, Agak Laen: Menyala Pantiku dinilai sukses mempertahankan identitas film pertamanya, namun dengan pengembangan cerita yang lebih segar. Sentuhan komedi khas dipadukan dengan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, membuat film ini mudah diterima sekaligus menghibur.
Di bawah arahan sutradara Muhadkly Acho, para pemain utama kembali tampil solid dengan chemistry yang terjaga. Kombinasi naskah, akting, dan timing komedi menjadi faktor utama yang mendorong penonton merekomendasikan film ini dari mulut ke mulut.
Produser Ernest Prakasa menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Ia menilai capaian ini bukan sekadar soal angka, tetapi juga bukti kepercayaan penonton terhadap film lokal.
“Respons penonton luar biasa. Ini menjadi motivasi besar bagi kami dan insan perfilman Indonesia,” ungkapnya.
Keberhasilan Agak Laen: Menyala Pantiku mempertegas bahwa film komedi masih menjadi genre favorit di Tanah Air. Lebih dari sekadar hiburan, film ini juga membawa pesan sosial dengan pendekatan ringan, tanpa kehilangan esensi tawa.
Saat ini film tersebut masih tayang di sejumlah jaringan bioskop, dan jumlah penonton diperkirakan masih berpotensi bertambah dalam beberapa hari ke depan.









