SUNGAIPENUH-Bank Rakyat Indonesia atau BRImo kembali menjadi sorotan setelah sejumlah nasabah melaporkan saldo mendadak Rp 0 pada Senin, 13 April 2026 sekitar pukul 17.30 WIB. Kejadian ini memicu kepanikan di kalangan pengguna layanan mobile banking BRI, terutama karena terjadi secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Peristiwa ini pertama kali ramai dibicarakan setelah beberapa nasabah mengaku kaget saat membuka aplikasi BRImo dan melihat saldo rekening mereka kosong. Salah satu nasabah, Andi, warga Sungai Penuh, mengungkapkan keterkejutannya saat mengetahui saldo tabungannya mendadak nol. Ia bahkan sempat mengira terjadi masalah serius pada rekeningnya.
Tak hanya itu, beberapa saat setelah kejadian, pengguna juga mengeluhkan bahwa aplikasi BRImo tidak dapat diakses. Saat mencoba login, muncul notifikasi bahwa layanan tidak dapat digunakan. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya gangguan sistem atau maintenance pada layanan digital milik BRI tersebut.
Nasabah lain, Oky, juga mengalami hal serupa. Ia menyebut aplikasi BRImo tidak bisa dibuka sama sekali. Dugaan sementara, gangguan ini berkaitan dengan perbaikan sistem atau lonjakan trafik pengguna yang menyebabkan server mengalami kendala teknis.
Gangguan pada layanan mobile banking seperti BRImo memang bukan hal baru, namun dampaknya bisa sangat besar karena menyangkut kepercayaan nasabah dan aktivitas transaksi harian. Banyak pengguna mengandalkan aplikasi ini untuk transfer, pembayaran, hingga cek saldo secara real-time.
Pihak BRI hingga saat ini biasanya akan memberikan klarifikasi resmi jika terjadi gangguan sistem. Dalam beberapa kasus sebelumnya, saldo Rp 0 yang muncul bukan berarti dana hilang, melainkan hanya kesalahan tampilan akibat sistem yang sedang bermasalah.
Para nasabah diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Disarankan untuk tidak melakukan tindakan mencurigakan seperti membagikan data pribadi, PIN, atau OTP kepada pihak mana pun. Jika gangguan berlanjut, nasabah dapat menghubungi call center resmi BRI atau mendatangi kantor cabang terdekat.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya stabilitas sistem perbankan digital di era transaksi online yang semakin tinggi. Transparansi dan kecepatan informasi dari pihak bank menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap layanan keuangan digital









