Studi Terbaru: Pemilik Golongan Darah B Wajib Waspada Diabetes Tipe 2

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Sebuah penelitian terbaru mengungkap fakta menarik terkait risiko Diabetes Tipe 2 yang dikaitkan dengan golongan darah. Dalam studi tersebut, individu dengan golongan darah B disebut memiliki potensi lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Penelitian yang dirilis pada 2024 ini menunjukkan bahwa pemilik golongan darah B, baik dengan rhesus positif maupun negatif, memiliki kemungkinan sekitar 28% lebih besar mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan kelompok non-B. Meski angkanya tergolong moderat, risiko ini tetap perlu diperhatikan karena bisa meningkat jika disertai faktor lain.

Studi ini dipimpin oleh Fang-Hua Liu dari China Medical University yang menggunakan metode umbrella review. Metode ini menggabungkan berbagai penelitian sebelumnya untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih kuat terkait hubungan golongan darah dan penyakit.

Baca Juga :  Dokter Ungkap 5 Dampak Berbahaya Kurang Tidur, Nomor 3 Sering Diabaikan

Dari hasil analisis terhadap puluhan studi dan ratusan asosiasi kesehatan, para peneliti menemukan bahwa hanya satu hubungan yang benar-benar memiliki bukti kuat, yakni antara golongan darah B dan risiko diabetes tipe 2. Hal ini menjadikan temuan tersebut cukup signifikan dalam dunia medis.

Secara ilmiah, golongan darah ditentukan oleh antigen yang terdapat pada sel darah merah, seperti A, B, AB, atau O. Selain itu, terdapat faktor rhesus yang membedakan apakah golongan darah tersebut positif atau negatif. Kombinasi ini diyakini dapat memengaruhi respons tubuh terhadap berbagai kondisi kesehatan.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa golongan darah bukan faktor utama penyebab diabetes. Risiko terbesar tetap berasal dari gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, hingga kelebihan berat badan yang menjadi pemicu utama meningkatnya kadar gula darah.

Baca Juga :  Lionel Scaloni Bongkar Rahasia Kebugaran Lionel Messi di Usia 39 Tahun

Sebagai perbandingan, konsumsi makanan olahan secara rutin dapat meningkatkan risiko diabetes lebih tinggi dibanding faktor golongan darah. Bahkan, gaya hidup sedentari atau kurang gerak bisa meningkatkan risiko secara signifikan hingga lebih dari dua kali lipat.

Hingga kini, para peneliti masih terus mendalami mekanisme di balik hubungan tersebut. Salah satu dugaan yang berkembang adalah peran mikrobioma usus dalam memengaruhi metabolisme tubuh, meski hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya. (*/Tim)

Berita Terkait

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen
Cara Cek Saldo JHT Lewat JMO Terbaru 2026, Ini Fitur Klaim dan Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya
BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?
Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya
Influenza A Terdeteksi Lebih Awal, Kasus Pertama Musim Flu 2026-2027 Dikonfirmasi
Kabar Baik ! RSUD A Thalib Sungai Penuh Segera Naik Jadi Tipe B, CT Scan dan Mamografi Sudah Disiapkan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Cara Cek Saldo JHT Lewat JMO Terbaru 2026, Ini Fitur Klaim dan Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya

Selasa, 29 September 2026 - 03:02 WIB

BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?

Berita Terbaru