Mak-Mak Sungai Penuh Dukung Penertiban Pasar Tanjung Bajure, Pungli Oknum Internal Pemkot Juga Perlu Ditertipkan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAIPENUH – Dukungan masyarakat terhadap langkah Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam menertibkan Pasar Tanjung Bajure terus menguat. Sejumlah warga, khususnya kalangan ibu rumah tangga atau “mak-mak”, menilai kebijakan ini penting untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan saat berbelanja di pasar tradisional tersebut.

Warga Sungai Bungkal, Resfita, mengatakan penataan ulang pedagang sangat dibutuhkan. Menurutnya, kondisi pasar yang semrawut dan pedagang yang berjualan hingga ke badan jalan membuat aktivitas belanja menjadi kurang nyaman. Ia berharap penertiban ini bisa memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Supaya kami belanja di Pasar Tanjung Bajure lebih nyaman dan aman, kami mendukung upaya pemerintah untuk menata pedagang yang selama ini berjualan sampai ke badan jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Data BPS Ungkap Fenomena Sungai Penuh, Nikah Sedikit Cerai Banyak

Hal senada juga disampaikan Jumiati, warga Sungai Penuh. Ia menilai penertiban pedagang memang sudah lama diharapkan masyarakat. Kondisi pasar yang tidak tertata dinilai kerap memicu kemacetan, terutama di titik-titik padat aktivitas.

Menurutnya, salah satu titik paling krusial adalah di depan SD Negeri 2 Sungai Penuh. Banyaknya pedagang yang berjualan hingga ke area jalan membuat arus lalu lintas terganggu, terutama saat jam sibuk di pagi hari ketika orang tua mengantar anak ke sekolah.

“Memang perlu ditertibkan. Di depan SD Negeri 2 Sungai Penuh pedagang sudah terlalu banyak, sehingga sering menyebabkan kemacetan saat pagi hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Ramai Diminati, 46 Pedagang Sudah Daftar Isi Lapak Pasar Mambo Sungai Penuh

Di sisi lain, pelaku usaha di sekitar pasar juga memberikan catatan penting kepada pemerintah daerah. Mereka berharap penertiban pasar tidak hanya berhenti pada penataan pedagang, tetapi juga diikuti dengan langkah serius dalam memberantas praktik pungutan liar atau pungli di lingkungan internal.

Menurut sumber dari kalangan pelaku usaha, pungli yang terjadi pada sektor retribusi parkir dan terminal di sekitar Pasar Tanjung Bajure masih menjadi persoalan. Jika tidak ditangani dengan tegas, mereka menilai upaya menciptakan pasar yang tertib, aman, dan nyaman akan sulit bertahan dalam jangka panjang. (*/Fyo)

Berita Terkait

Giliran UMKM dan Kerajinan Dibidik Sri Kartini Alfin, Kadis Perindag Harus Punya Jiwa Entrepreneur
Banyak ASN Sungai Penuh Ajukan Cerai, Ini Aturan Izin Perceraian PNS dan PPPK
Tim Bappenas Puji Kota Sungai Penuh, Jadi Rujukan Imunisasi dan Pencegahan Stunting se-Sumatera
5 Kepala SMP Dicopot, Komisi I DPRD Sungai Penuh Akan Panggil Kadis dan Kabid Pendidikan
Jabatan di Copot, Sertifikasi 5 Mantan Kepsek SMPN Sungai Penuh Ikut Terancam, Ini Penjelasan Diknas
PGRI Sungai Penuh Perlu Bantu Lima Mantan Kepsek Perjuangkan Jam Mengajar untuk Sertifikasi
20 Nama Lolos Administrasi JPT Pratama Sungai Penuh 2026, Berebut 5 Jabatan Kepala OPD
Mantan Kepsek Sungai Penuh Curhat Soal Jam Mengajar: Kami Ingin Tetap Bisa Mendapatkan Sertifikasi
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 09:22 WIB

Giliran UMKM dan Kerajinan Dibidik Sri Kartini Alfin, Kadis Perindag Harus Punya Jiwa Entrepreneur

Jumat, 25 September 2026 - 11:00 WIB

Banyak ASN Sungai Penuh Ajukan Cerai, Ini Aturan Izin Perceraian PNS dan PPPK

Rabu, 23 September 2026 - 17:55 WIB

Tim Bappenas Puji Kota Sungai Penuh, Jadi Rujukan Imunisasi dan Pencegahan Stunting se-Sumatera

Rabu, 23 September 2026 - 12:29 WIB

5 Kepala SMP Dicopot, Komisi I DPRD Sungai Penuh Akan Panggil Kadis dan Kabid Pendidikan

Selasa, 22 September 2026 - 11:00 WIB

Jabatan di Copot, Sertifikasi 5 Mantan Kepsek SMPN Sungai Penuh Ikut Terancam, Ini Penjelasan Diknas

Berita Terbaru