Sekolah Daring April 2026 Dikaji, Bagaimana Nasib Program MBG?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mengkaji rencana penerapan pembelajaran jarak jauh atau sekolah daring yang direncanakan mulai April 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), seiring meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong efisiensi energi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, layanan publik, dan aktivitas pemerintahan. Namun hingga saat ini, pemerintah menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan secara final.

Tekan Konsumsi BBM Lewat Pengurangan Mobilitas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut sektor transportasi sebagai penyumbang terbesar konsumsi BBM nasional. Saat ini, kebutuhan BBM Indonesia bahkan telah melampaui 1,6 juta barel per hari.

Menurut Bahlil, pengurangan mobilitas harian masyarakat, termasuk aktivitas antar-jemput pelajar ke sekolah, berpotensi menekan konsumsi BBM secara signifikan. Oleh karena itu, skema sekolah daring menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pemerintah.

Rencana ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga :  Mutasi Polri Mei 2026: Kapolres Metro Depok dan Dirlantas Polda Metro Jaya Diganti, Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru

Skema Hybrid Jadi Pilihan

Meski wacana sekolah daring mencuat, pemerintah memastikan bahwa sistem pembelajaran tidak sepenuhnya dilakukan secara online. Model yang tengah dikaji adalah sistem hybrid, yaitu kombinasi antara pembelajaran daring dan tatap muka.

Pratikno menjelaskan bahwa kegiatan belajar yang memerlukan praktik langsung, seperti eksperimen laboratorium dan praktikum, tetap akan dilakukan secara langsung di sekolah. Sementara itu, materi yang bersifat teoritis berpotensi dialihkan ke metode daring.

Pendekatan ini diharapkan tetap menjaga kualitas pendidikan sekaligus mendukung efisiensi energi nasional.

Program MBG Tetap Berjalan

Di tengah wacana sekolah daring, pemerintah memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi siswa di Indonesia.

Namun, apabila kebijakan sekolah daring benar-benar diterapkan, skema distribusi MBG dipastikan akan mengalami penyesuaian. Selama ini, program tersebut dilaksanakan berbasis di lingkungan sekolah, sehingga perubahan metode belajar akan berdampak pada pola distribusinya.

Pemerintah melalui lintas kementerian, termasuk sektor pendidikan dan keagamaan, terus melakukan koordinasi guna memastikan program ini tetap berjalan efektif.

Baca Juga :  Profil Destry Damayanti, Ekonom Senior yang Kini Memimpin Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Tantangan Infrastruktur dan Kesiapan Daerah

Rencana penerapan sekolah daring secara nasional juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait infrastruktur digital. Kesenjangan akses internet antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil masih menjadi kendala utama.

Selain itu, kesiapan siswa, tenaga pendidik, serta dukungan perangkat teknologi menjadi faktor penting dalam keberhasilan kebijakan ini.

Sejumlah pihak juga mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan dampak negatif seperti learning loss atau penurunan kualitas pembelajaran, sebagaimana pernah terjadi pada masa pandemi COVID-19.

Keputusan Menunggu Arahan Presiden

Pemerintah menegaskan bahwa hasil kajian teknis dan koordinasi lintas kementerian akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan final terkait penerapan sekolah daring mulai April 2026.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi tantangan energi nasional tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Berita Terkait

Strategi Tukang Pilah Sampah Menang Pilkades, Kalahkan Petahana 2 Periode
PPPK Senior Jadi PNS 2026? Gaji dan Tunjangan Sudah Aman, Ini Status Terbarunya
Cara Membuat SIM Digital 2026 lewat HP: Syarat, Langkah, Biaya, dan Cara Cek
Anggaran Kemendes PDT 2027 Naik Rp1 Triliun Jadi Rp2,785 Triliun, Ini Programnya
Skema Gaji Guru 2026: Gaji PPPK, PNS, TPG dan Insentif Non-ASN, Cek Rinciannya
Transfer ke Daerah 2027 Tetap Rp735 Triliun, Ini Rincian RAPBN yang Segera Disahkan DPR
Hukuman Nadiem Makarim Dipangkas Jadi 9 Tahun
Rekening Gratis Rp50.000 untuk 74 Juta Warga, Cek Bank yang Ditunjuk
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:00 WIB

Strategi Tukang Pilah Sampah Menang Pilkades, Kalahkan Petahana 2 Periode

Sabtu, 26 September 2026 - 15:01 WIB

PPPK Senior Jadi PNS 2026? Gaji dan Tunjangan Sudah Aman, Ini Status Terbarunya

Sabtu, 26 September 2026 - 03:00 WIB

Cara Membuat SIM Digital 2026 lewat HP: Syarat, Langkah, Biaya, dan Cara Cek

Sabtu, 26 September 2026 - 00:30 WIB

Anggaran Kemendes PDT 2027 Naik Rp1 Triliun Jadi Rp2,785 Triliun, Ini Programnya

Jumat, 25 September 2026 - 21:01 WIB

Skema Gaji Guru 2026: Gaji PPPK, PNS, TPG dan Insentif Non-ASN, Cek Rinciannya

Berita Terbaru

Teknologi

Perbedaan Redmi Note 17 Series: Pro Max, Pro 5G, 17 5G dan 4G

Sabtu, 26 Sep 2026 - 22:00 WIB