Krisis BBM Australia Makin Parah, Ratusan SPBU Kosong!

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Krisis bahan bakar melanda Australia setelah ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilaporkan kehabisan stok BBM dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah utama seperti Victoria, Queensland, hingga New South Wales dan memicu kekhawatiran luas terhadap stabilitas energi nasional.

Menteri Energi Chris Bowen mengungkapkan bahwa puluhan hingga ratusan SPBU mengalami kekosongan berbagai jenis bahan bakar, mulai dari bensin hingga solar. Situasi ini disebut sebagai dampak langsung dari terganggunya rantai pasok minyak global.

Pemerintah Australia menegaskan bahwa kebijakan pembatasan pembelian BBM belum akan diberlakukan dalam waktu dekat. Namun, masyarakat mulai diimbau untuk menghemat konsumsi energi sebagai langkah awal menghadapi potensi krisis yang lebih besar.

Baca Juga :  Pajak Mobil Mewah 2026 Makin Tinggi, PPnBM Bisa Tembus 125% dan PPN Naik 12%

Gangguan pasokan ini terjadi setelah sejumlah pengiriman minyak ke Australia dilaporkan tertunda bahkan gagal tiba. Kondisi tersebut diduga berkaitan erat dengan ketegangan geopolitik global yang berdampak pada distribusi energi dunia.

Untuk mengantisipasi krisis yang semakin dalam, Perdana Menteri Anthony Albanese mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama bersama Singapura. Kolaborasi ini difokuskan pada pengamanan pasokan minyak bumi dan gas alam cair (LNG).

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menyatakan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi energi ke Australia. Kedua negara juga sepakat untuk saling bertukar informasi jika terjadi gangguan pasokan di masa mendatang.

Baca Juga :  Pasar keuangan global bergerak hati-hati di tengah penantian arah kebijakan bank sentral dunia

Krisis ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga berpotensi mengganggu industri lain seperti pertanian dan manufaktur. Pasokan pupuk dan bahan kimia yang bergantung pada energi juga terancam terganggu jika situasi tidak segera stabil.

Dengan meningkatnya ketidakpastian global, banyak negara kini mulai memprioritaskan kebutuhan energi domestik dibanding ekspor. Kondisi ini membuat harga minyak dunia berpotensi terus berfluktuasi dan menjadi perhatian serius bagi investor serta pelaku pasar energi global. (*/Tim)

Berita Terkait

Tantri Kotak Diduga Ditipu Teman Sendiri, Kerugian Korban Disebut Tembus Rp10 Miliar
Dolar AS Kembali Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Rp17.905, Ringgit Malaysia Justru Menguat
Cara Menaikkan Limit PayLater dengan Cepat dan Aman
Pencairan JHT Kena Pajak? Ini Penjelasan Purbaya dan Aturan Resminya
BRI Rilis Kartu Kredit Infinite Prioritas, Ini Daftar Benefit Eksklusif untuk Nasabah
MPV Pintu Geser BYD Linghui M9 Resmi Didistribusikan, Harga Masih Dirahasiakan
Lazada Lakukan PHK Massal di Asia Tenggara, Apakah Indonesia Ikut Terdampak?
Fantastis! GTA 6 Diperkirakan Hasilkan USD 1 Miliar Hanya dalam Satu Jam
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:00 WIB

Tantri Kotak Diduga Ditipu Teman Sendiri, Kerugian Korban Disebut Tembus Rp10 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:30 WIB

Dolar AS Kembali Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Rp17.905, Ringgit Malaysia Justru Menguat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:00 WIB

Cara Menaikkan Limit PayLater dengan Cepat dan Aman

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:05 WIB

Pencairan JHT Kena Pajak? Ini Penjelasan Purbaya dan Aturan Resminya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:10 WIB

BRI Rilis Kartu Kredit Infinite Prioritas, Ini Daftar Benefit Eksklusif untuk Nasabah

Berita Terbaru

Teknologi

iPhone 17 Diprediksi Pecahkan Rekor 15 Tahun Apple

Minggu, 28 Jun 2026 - 14:00 WIB