Harga BBM Naik Imbas Perang Timur Tengah, Mobil Hybrid Jadi Pilihan Hemat di Eropa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Harga minyak dunia yang melonjak hingga mendekati 120 dolar AS per barel pada Maret 2026 mulai memicu perubahan besar di sektor otomotif Eropa. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir dan berdampak langsung pada lonjakan harga bahan bakar di berbagai negara.

Di Bosnia dan Herzegovina, harga solar tercatat naik hingga 16,7 persen hanya dalam dua minggu. Sementara itu, bensin jenis A95 di Bulgaria ikut melonjak sekitar 6 persen dalam kurun waktu satu minggu, mempertegas tekanan biaya hidup masyarakat.

Kondisi ini membuat biaya transportasi tidak lagi sekadar angka statistik, melainkan menjadi beban nyata bagi rumah tangga. Pengeluaran bulanan meningkat, terutama bagi keluarga yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.

Baca Juga :  Bank Global Mulai Pangkas Bunga Kredit, Kapan Indonesia Menyusul

Seiring meningkatnya tekanan ekonomi tersebut, preferensi konsumen terhadap kendaraan mulai berubah signifikan. Masyarakat Eropa kini lebih selektif dalam memilih kendaraan yang efisien dan mampu menekan pengeluaran jangka panjang.

Data pada Januari 2026 menunjukkan penjualan kendaraan energi baru di pasar utama seperti Jerman, Inggris, Italia, dan Prancis meningkat 23,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan lebih tinggi terjadi pada segmen plug-in hybrid (PHEV) yang naik hingga 37,8 persen.

Fenomena ini menandai pergeseran penting, di mana kendaraan hemat energi tidak lagi dipandang sekadar solusi ramah lingkungan, melainkan menjadi kebutuhan ekonomi yang mendesak di tengah ketidakpastian harga energi global.

Baca Juga :  Pajero Sport, Xpander hingga XForce Masuk Promo Akhir Tahun Mitsubishi Jambi

Teknologi hybrid pun kembali menjadi sorotan karena menawarkan keseimbangan antara efisiensi bahan bakar, kenyamanan, dan fleksibilitas penggunaan. Konsumen tidak hanya mencari kendaraan irit, tetapi juga solusi praktis yang tetap mendukung mobilitas harian tanpa kompromi besar.

Salah satu contoh adalah sistem Super Hybrid yang mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga sekitar 3,1 liter per 100 km dalam kondisi nyata. Dengan efisiensi tersebut, pengguna dapat menghemat hingga 40 persen biaya bahan bakar per 1.000 km, atau sekitar 800 hingga 1.000 euro per tahun bagi pengguna dengan jarak tempuh tinggi. (*/Tim)

Berita Terkait

Yamaha RX King Reborn 2026 Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi dan Harganya
Isuzu Panther Mini 2026 Meluncur, MPV Diesel Irit Siap Tantang Avanza
Daftar Mobil Irit BBM Terbaik 2026, Hybrid & LCGC Jadi Favorit
Suzuki Carry Pimpin Penjualan Mobil Februari 2026, Salip Toyota Kijang Innova dan Toyota Avanza
MPV Legendaris Kijang LGX 2026 Tampil Lebih Modern, Cek Mesin dan Interiornya
Toyota Hadirkan Kijang Kapsul 2026, Legenda Lama Kini Pakai Teknologi Hybrid
Cara Mengurus BPKB Hilang, Ini Syarat dan Biaya Resminya
Cara Cek Pajak Kendaraan Online lewat SIGNAL, e-Samsat, hingga Website Bapenda
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:00 WIB

Harga BBM Naik Imbas Perang Timur Tengah, Mobil Hybrid Jadi Pilihan Hemat di Eropa

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:00 WIB

Yamaha RX King Reborn 2026 Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi dan Harganya

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:00 WIB

Isuzu Panther Mini 2026 Meluncur, MPV Diesel Irit Siap Tantang Avanza

Senin, 16 Maret 2026 - 13:00 WIB

Daftar Mobil Irit BBM Terbaik 2026, Hybrid & LCGC Jadi Favorit

Senin, 16 Maret 2026 - 00:12 WIB

Suzuki Carry Pimpin Penjualan Mobil Februari 2026, Salip Toyota Kijang Innova dan Toyota Avanza

Berita Terbaru