Mulai April 2026, Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring dan Hybrid

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah akan mulai menerapkan sistem pembelajaran kombinasi daring dan tatap muka (hybrid) di sekolah-sekolah mulai April 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah efisiensi energi yang sedang digalakkan secara nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa penyesuaian metode belajar dilakukan agar operasional sektor pendidikan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan upaya penghematan energi.

Pembelajaran Disesuaikan dengan Jenis Mata Pelajaran

Menurutnya, tidak semua kegiatan belajar akan dialihkan ke sistem daring. Untuk mata pelajaran yang membutuhkan praktik langsung, kegiatan belajar tetap dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.

“Pembelajaran yang bersifat praktikum tetap dilakukan secara langsung agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Baca Juga :  SMK BLUD: Solusi Efektif Memutus Rantai Kematian SMK di Daerah

Sementara itu, materi pembelajaran yang bersifat teori akan lebih banyak dilakukan secara daring guna mengurangi penggunaan energi di lingkungan sekolah.

Bagian dari Strategi Nasional Penghematan Energi

Kebijakan ini merupakan salah satu dari sejumlah langkah strategis pemerintah dalam merespons kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada anggaran negara.

Selain sektor pendidikan, pemerintah juga menerapkan beberapa kebijakan lain, antara lain:

  • Penerapan sistem kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN)
  • Optimalisasi penggunaan teknologi digital
  • Pembatasan perjalanan dinas
  • Efisiensi penggunaan energi di gedung perkantoran

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menekan konsumsi energi tanpa mengganggu layanan publik.

Dampak Global Jadi Pertimbangan

Kenaikan harga minyak dunia yang menembus kisaran USD 100 per barel menjadi salah satu faktor utama kebijakan ini diambil. Kondisi tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik global yang berdampak pada jalur distribusi energi internasional.

Baca Juga :  Konglomerat Sumsel KMS Abdul Halim Ali Meninggal, Proses Hukum Belum Tuntas

Pemerintah memastikan bahwa kebijakan efisiensi ini telah disusun berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat pengaturan mobilitas pada masa pandemi.

Pemerintah Jamin Layanan Tetap Optimal

Meski ada perubahan sistem pembelajaran, pemerintah menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak akan dikorbankan. Penyesuaian metode belajar diharapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan siswa secara maksimal.

“Tujuannya agar kebijakan efisiensi energi berjalan efektif tanpa memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat,” kata Pratikno.

Dengan skema ini, sekolah diharapkan dapat tetap beroperasi secara efisien sekaligus menjaga mutu pembelajaran di tengah tantangan global.

Berita Terkait

8 Cara Memasak Rendang Anti Alot, Dijamin Enak dan Empuk
Astronom Arab Ungkap Prediksi Idulfitri 2026, Mayoritas Negara Lebaran 20 Maret
Identitas Terduga Pelaku Air Keras Terungkap, TNI Lanjutkan Proses
2.000 PPPK di Daerah Ini Terancam Dirumahkan Mulai 2027
BMKG & BRIN Prediksi Lebaran 2026 Berpotensi Beda, Ini Tanggal 1 Syawal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
ITPLN Buka PMB 2026, Ada Jalur Ikatan Kerja ke PLN
Cara Daftar SSCASN 2026 Online, Lengkap dari Buat Akun hingga Cetak Kartu CPNS & PPPK
Zakat Fitrah: Waktu, Cara, dan Pentingnya Menjelang Idul Fitri
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:00 WIB

Mulai April 2026, Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring dan Hybrid

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:05 WIB

8 Cara Memasak Rendang Anti Alot, Dijamin Enak dan Empuk

Kamis, 19 Maret 2026 - 04:30 WIB

Astronom Arab Ungkap Prediksi Idulfitri 2026, Mayoritas Negara Lebaran 20 Maret

Kamis, 19 Maret 2026 - 04:00 WIB

Identitas Terduga Pelaku Air Keras Terungkap, TNI Lanjutkan Proses

Kamis, 19 Maret 2026 - 02:00 WIB

2.000 PPPK di Daerah Ini Terancam Dirumahkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Oplus_131072

Peristiwa

5 Luka Ringan Akibat Tabrakan Tiga Kendaraan di Sungai Penuh

Kamis, 19 Mar 2026 - 15:00 WIB