Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS Hari Ini 6 Mei 2026, Prabowo Keluarkan Instruksi Khusus ke BI dan Kemenkeu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di kisaran Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu perhatian serius Presiden Prabowo Subianto yang langsung menggelar rapat terbatas bersama jajaran ekonomi pemerintah, Bank Indonesia, serta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka Jakarta. Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya tekanan global dan arus modal keluar dari pasar keuangan Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, rupiah ditutup melemah sekitar 0,26% ke posisi Rp17.410 per dolar AS. Angka tersebut menjadi level penutupan terendah sepanjang sejarah. Tekanan terhadap rupiah muncul setelah pasar merespons data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang dinilai belum cukup kuat untuk menahan capital outflow dari investor asing. Kondisi ini ikut memengaruhi pasar saham dan obligasi nasional yang mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Presiden meminta koordinasi lebih agresif antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pemerintah menilai langkah cepat sangat penting agar kepercayaan investor tetap terjaga dan tekanan terhadap pasar keuangan tidak semakin dalam. Fokus utama saat ini adalah memastikan arus modal asing tidak terus keluar dari Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas rupiah. Salah satu langkah utama adalah memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun pasar offshore melalui instrumen non-delivery forward atau NDF. Intervensi dilakukan di pusat keuangan global seperti Singapura, Hong Kong, London, dan New York untuk menjaga keseimbangan permintaan dolar AS.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Ini Penyebab dan Prediksi Terbarunya

Selain intervensi pasar, BI juga akan memperkuat instrumen SRBI guna menarik arus masuk dana asing ke Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menutup outflow dari pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN). Hingga Mei 2026, pembelian SBN oleh BI di pasar sekunder tercatat mencapai lebih dari Rp123 triliun secara year to date sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pasar obligasi nasional.

Pemerintah dan BI juga sepakat menjaga likuiditas perbankan tetap longgar agar aktivitas ekonomi tidak terganggu. Pertumbuhan uang primer yang masih berada di level dua digit menjadi salah satu indikator bahwa kondisi likuiditas domestik masih terkendali. Di sisi lain, BI memperketat pembelian dolar AS di pasar domestik dengan menurunkan batas transaksi tanpa underlying dari US$100 ribu menjadi US$50 ribu per orang setiap bulan untuk menekan aktivitas spekulatif.

Langkah lain yang menjadi perhatian pasar adalah rencana penerbitan Panda Bond oleh Kementerian Keuangan. Instrumen surat utang berdenominasi yuan China ini dinilai dapat membantu diversifikasi pembiayaan negara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Kebijakan tersebut dipandang penting di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya volatilitas pasar keuangan internasional.

Baca Juga :  Cara Membuka Akun Saham Online dengan Mudah dan Aman

Pemerintah optimistis kondisi ekonomi Indonesia masih berada di jalur positif meski tekanan eksternal meningkat. Presiden Prabowo meminta masyarakat dan investor tidak panik menghadapi pelemahan rupiah karena pemerintah bersama otoritas moneter telah menyiapkan langkah antisipasi yang terukur. Stabilitas ekonomi nasional diyakini tetap terjaga dengan koordinasi kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK dalam menghadapi gejolak pasar global.

FAQ

Kenapa rupiah melemah hingga Rp17.400 per dolar AS?

Pelemahan rupiah dipicu oleh capital outflow, tekanan ekonomi global, dan respons pasar terhadap data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026.

Apa langkah Bank Indonesia untuk menjaga rupiah?

BI melakukan intervensi pasar valas, memperkuat SRBI, membeli SBN, memperketat transaksi dolar AS, dan memperluas intervensi offshore NDF.

Apa itu Panda Bond?

Panda Bond adalah surat utang yang diterbitkan dalam mata uang yuan China untuk diversifikasi pembiayaan dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Apakah pelemahan rupiah berdampak pada masyarakat?

Ya, pelemahan rupiah dapat memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga inflasi pada beberapa sektor.

Apakah ekonomi Indonesia masih aman?

Pemerintah menilai kondisi ekonomi Indonesia masih stabil karena likuiditas perbankan terjaga dan koordinasi kebijakan fiskal serta moneter terus diperkuat. (Tim)

Berita Terkait

Pilih All Risk atau TLO? Ini Asuransi Mobil Terbaik untuk Keluarga 2026
7 Kitchen Set Minimalis Murah 2026, Mulai Rp400 Ribuan untuk Dapur Kecil
Rekomendasi Power Bank Fast Charging Terbaik di Tokopedia 2026
Harga BBM Pertamina Terbaru 6 Mei 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp19.900 per Liter
Tagihan Listrik Naik? Bahlil Lahadalia Tegaskan Tarif PLN Tetap Mei 2026
Kredit Elektronik Tanpa Kartu Kredit: Cara Mudah Cicilan HP & Laptop 2026
Top Up DANA Cashback 100%? Ini Fakta dan Cara Mendapatkannya!
Promo DANA Mei 2026: Cara Dapat Saldo Gratis hingga Rp50 Ribu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS Hari Ini 6 Mei 2026, Prabowo Keluarkan Instruksi Khusus ke BI dan Kemenkeu

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:00 WIB

Pilih All Risk atau TLO? Ini Asuransi Mobil Terbaik untuk Keluarga 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:00 WIB

7 Kitchen Set Minimalis Murah 2026, Mulai Rp400 Ribuan untuk Dapur Kecil

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:09 WIB

Rekomendasi Power Bank Fast Charging Terbaik di Tokopedia 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:00 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru 6 Mei 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp19.900 per Liter

Berita Terbaru

Asuransi Kendaraan

Pilih All Risk atau TLO? Ini Asuransi Mobil Terbaik untuk Keluarga 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:00 WIB