Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di kisaran Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu perhatian serius Presiden Prabowo Subianto yang langsung menggelar rapat terbatas bersama jajaran ekonomi pemerintah, Bank Indonesia, serta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka Jakarta. Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya tekanan global dan arus modal keluar dari pasar keuangan Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, rupiah ditutup melemah sekitar 0,26% ke posisi Rp17.410 per dolar AS. Angka tersebut menjadi level penutupan terendah sepanjang sejarah. Tekanan terhadap rupiah muncul setelah pasar merespons data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang dinilai belum cukup kuat untuk menahan capital outflow dari investor asing. Kondisi ini ikut memengaruhi pasar saham dan obligasi nasional yang mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Presiden meminta koordinasi lebih agresif antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pemerintah menilai langkah cepat sangat penting agar kepercayaan investor tetap terjaga dan tekanan terhadap pasar keuangan tidak semakin dalam. Fokus utama saat ini adalah memastikan arus modal asing tidak terus keluar dari Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas rupiah. Salah satu langkah utama adalah memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun pasar offshore melalui instrumen non-delivery forward atau NDF. Intervensi dilakukan di pusat keuangan global seperti Singapura, Hong Kong, London, dan New York untuk menjaga keseimbangan permintaan dolar AS.
Selain intervensi pasar, BI juga akan memperkuat instrumen SRBI guna menarik arus masuk dana asing ke Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menutup outflow dari pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN). Hingga Mei 2026, pembelian SBN oleh BI di pasar sekunder tercatat mencapai lebih dari Rp123 triliun secara year to date sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pasar obligasi nasional.
Pemerintah dan BI juga sepakat menjaga likuiditas perbankan tetap longgar agar aktivitas ekonomi tidak terganggu. Pertumbuhan uang primer yang masih berada di level dua digit menjadi salah satu indikator bahwa kondisi likuiditas domestik masih terkendali. Di sisi lain, BI memperketat pembelian dolar AS di pasar domestik dengan menurunkan batas transaksi tanpa underlying dari US$100 ribu menjadi US$50 ribu per orang setiap bulan untuk menekan aktivitas spekulatif.
Langkah lain yang menjadi perhatian pasar adalah rencana penerbitan Panda Bond oleh Kementerian Keuangan. Instrumen surat utang berdenominasi yuan China ini dinilai dapat membantu diversifikasi pembiayaan negara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Kebijakan tersebut dipandang penting di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya volatilitas pasar keuangan internasional.
Pemerintah optimistis kondisi ekonomi Indonesia masih berada di jalur positif meski tekanan eksternal meningkat. Presiden Prabowo meminta masyarakat dan investor tidak panik menghadapi pelemahan rupiah karena pemerintah bersama otoritas moneter telah menyiapkan langkah antisipasi yang terukur. Stabilitas ekonomi nasional diyakini tetap terjaga dengan koordinasi kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK dalam menghadapi gejolak pasar global.
FAQ
Kenapa rupiah melemah hingga Rp17.400 per dolar AS?
Pelemahan rupiah dipicu oleh capital outflow, tekanan ekonomi global, dan respons pasar terhadap data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026.
Apa langkah Bank Indonesia untuk menjaga rupiah?
BI melakukan intervensi pasar valas, memperkuat SRBI, membeli SBN, memperketat transaksi dolar AS, dan memperluas intervensi offshore NDF.
Apa itu Panda Bond?
Panda Bond adalah surat utang yang diterbitkan dalam mata uang yuan China untuk diversifikasi pembiayaan dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Apakah pelemahan rupiah berdampak pada masyarakat?
Ya, pelemahan rupiah dapat memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga inflasi pada beberapa sektor.
Apakah ekonomi Indonesia masih aman?
Pemerintah menilai kondisi ekonomi Indonesia masih stabil karena likuiditas perbankan terjaga dan koordinasi kebijakan fiskal serta moneter terus diperkuat. (Tim)









