BBM Nonsubsidi Naik per 17 Maret 2026, Ini Daftar Harga Terbaru di Jawa, Bali, NTB

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali mengalami penyesuaian mulai Selasa, 17 Maret 2026. Kenaikan ini terjadi pada seluruh jenis BBM nonsubsidi yang dipasarkan oleh Pertamina, khususnya di wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, harga Pertamax kini naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800. Sementara itu, Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan menjadi Rp13.100 per liter, diikuti Pertamax Green 95 yang kini dibanderol Rp12.900 per liter.

Tidak hanya bensin, jenis solar nonsubsidi juga ikut mengalami kenaikan harga. Dexlite kini dijual Rp14.200 per liter dari sebelumnya Rp13.250. Sedangkan Pertamina Dex naik menjadi Rp14.500 per liter dari harga sebelumnya Rp13.500 per liter.

Baca Juga :  Dugaan Under Invoicing CPO, Bareskrim Sita Dokumen dan CPU Perusahaan Sawit

Di sisi lain, BBM bersubsidi masih dipertahankan tanpa perubahan. Harga Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar masih dijual Rp6.800 per liter. Pemerintah menegaskan bahwa subsidi tetap diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini dilakukan mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global. Kenaikan harga minyak mentah dunia, biaya impor, serta fluktuasi nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang mendorong perubahan harga tersebut.

Pengamat energi menilai kenaikan harga ini berpotensi memberikan dampak lanjutan, terutama pada sektor transportasi dan logistik. Hal ini bisa berimbas pada kenaikan harga barang dan jasa jika tidak diantisipasi dengan baik.

Baca Juga :  Harga BBM 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik

Masyarakat pun diimbau untuk mulai lebih bijak dalam penggunaan BBM, termasuk menghemat konsumsi bahan bakar dan mempertimbangkan alternatif energi yang lebih efisien. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban pengeluaran di tengah kenaikan harga energi.

Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat selalu memantau informasi resmi terkait harga BBM melalui SPBU atau kanal resmi guna menghindari informasi yang tidak akurat. Stabilnya harga BBM subsidi diharapkan mampu meredam dampak kenaikan ini terhadap kebutuhan pokok. (*/Tim)

Berita Terkait

Cek Bansos September 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
Kekayaan Fantastis 10 Miliarder Termuda Forbes 400 2026, Ada yang Baru Berusia 30 Tahun
Alasan Pergantian Purbaya dari Menteri Keuangan, Ini Penjelasan Purbaya dan Istana
Dirjen Pajak Minta Mutasi Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Ini Jawaban Menkeu
Harga Laptop Diprediksi Naik 2027, Pasar PC Global Anjlok akibat Krisis Chip
Telkomsel Perkuat Loyalitas Pelanggan Lewat MAPrivilege, Ada 45 Benefit
Nomor HP 10 Tahun Bisa Bantu Penilaian Pinjaman, Begini Penjelasannya
Syarat BLT Kesra Rp900.000 2026, Cek Desil dan Status Penerima
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:00 WIB

Cek Bansos September 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Jumat, 18 September 2026 - 10:00 WIB

Kekayaan Fantastis 10 Miliarder Termuda Forbes 400 2026, Ada yang Baru Berusia 30 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 02:00 WIB

Alasan Pergantian Purbaya dari Menteri Keuangan, Ini Penjelasan Purbaya dan Istana

Kamis, 17 September 2026 - 02:00 WIB

Dirjen Pajak Minta Mutasi Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Ini Jawaban Menkeu

Rabu, 16 September 2026 - 06:00 WIB

Harga Laptop Diprediksi Naik 2027, Pasar PC Global Anjlok akibat Krisis Chip

Berita Terbaru

Sungai Penuh

5 Plt Kepala SMP Sungai Penuh: Mengapa Bukan dari Sekolah Sendiri?

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:03 WIB