Asing Kembali Masuk, Net Buy US$203,5 Juta Dongkrak Bursa RI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arus modal asing kembali mencatat lonjakan signifikan di pasar saham domestik.(Ist)

Arus modal asing kembali mencatat lonjakan signifikan di pasar saham domestik.(Ist)

EKONOMI-Arus modal asing kembali mencatat lonjakan signifikan di pasar saham domestik. Pada perdagangan Selasa (3/3/2026), investor global membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar US$203,5 juta. Nilai tersebut menjadi yang terbesar dalam lebih dari empat bulan terakhir, tepatnya sejak 29 Oktober 2025.

Masuknya dana asing ini terjadi di tengah berbagai langkah pembenahan yang dilakukan regulator guna memperkuat transparansi dan daya saing pasar modal Indonesia.

Momentum Berbalik Setelah Tekanan Awal Tahun

Sebelumnya, aliran dana asing sempat mengalami tekanan menyusul sorotan dari MSCI terkait aspek transparansi dan free float sejumlah emiten. Kekhawatiran itu memicu spekulasi potensi penurunan peringkat Indonesia dalam klasifikasi pasar berkembang.

Namun, pada Februari hingga awal Maret, tren mulai berbalik. Investor global kembali masuk ke pasar saham Indonesia, mencerminkan respons positif terhadap kebijakan baru yang diterapkan otoritas bursa.

Baca Juga :  Prabowo Kaget Data Kemiskinan Naik, Pertanyakan Angka BPS yang Selalu Turun

Reformasi Transparansi Jadi Katalis

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menurunkan ambang batas pengungkapan kepemilikan saham dari sebelumnya di atas 5 persen menjadi di atas 1 persen. Artinya, publik kini dapat mengakses informasi pemegang saham besar dengan kepemilikan minimal 1 persen.

Langkah ini dinilai penting untuk menjawab kekhawatiran global terkait transparansi dan likuiditas. Selain itu, BEI juga meningkatkan aturan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen guna memperluas porsi saham yang benar-benar beredar di publik.

Tak hanya itu, regulator turut menyediakan data tipe investor yang lebih rinci serta daftar konsentrasi kepemilikan saham. Reformasi ini juga dikomunikasikan kepada penyedia indeks global seperti FTSE Russell sebagai bagian dari upaya menjaga posisi Indonesia dalam indeks internasional.

Sinyal Kepercayaan Investor Global

Lonjakan pembelian bersih US$203,5 juta menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai merespons positif langkah pembenahan tersebut. Transparansi yang lebih tinggi diyakini mampu mengurangi ketidakpastian terkait likuiditas dan kelayakan saham-saham besar dalam indeks global.

Baca Juga :  Ini Cara Pinjam Dana Siaga BPJS Ketenagakerjaan Lewat JMO dan Ketentuan Terbarunya

Meski demikian, investor tetap mencermati perkembangan lanjutan, terutama apakah kebijakan ini cukup kuat untuk mempertahankan dukungan dari MSCI dan mencegah potensi perubahan klasifikasi pasar.

Prospek dan Tantangan

Jika reformasi tata kelola terus konsisten dijalankan, peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap terbuka. Arus dana asing yang stabil dapat menjadi penopang utama di tengah dinamika global yang masih fluktuatif.

Namun, risiko eksternal seperti arah suku bunga global, volatilitas pasar komoditas, dan tensi geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Masuknya dana asing terbesar dalam empat bulan terakhir menjadi sinyal positif, tetapi kesinambungan arus modal akan sangat bergantung pada konsistensi reformasi dan stabilitas makroekonomi nasional.

Berita Terkait

Bunga Deposito BCA, BRI, BNI, dan Mandiri Oktober 2026: Simulasi Rp100 Juta, Mana Paling Untung?
Pemerintah Siapkan Aturan Data Center, Investor Asing Diminta Gandeng Pengusaha Lokal
IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks
Rupiah Di Tutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS, Harga Barang Bisa Terdampak? Ini Penyebabnya
Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya
IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor
Gaji PNS Tetap Ditransfer ke Rekening, Ini Penjelasan Menkeu Suahasil
BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Rupiah Masih Jadi Perhatian Investor
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Bunga Deposito BCA, BRI, BNI, dan Mandiri Oktober 2026: Simulasi Rp100 Juta, Mana Paling Untung?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pemerintah Siapkan Aturan Data Center, Investor Asing Diminta Gandeng Pengusaha Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Rupiah Di Tutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS, Harga Barang Bisa Terdampak? Ini Penyebabnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WIB

IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor

Berita Terbaru