Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2 triliun untuk tahun 2026. Dana tersebut akan difokuskan guna mendukung ekspansi usaha serta pengembangan kawasan terpadu.
Direktur SMRA, Lydia Tjio, mengatakan alokasi capex perseroan relatif stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Anggaran dibagi merata antara pengembangan properti dan penguatan portofolio properti investasi.
“Secara umum kami menganggarkan Rp2 triliun setiap tahunnya. Sekitar Rp1 triliun untuk property development dan Rp1 triliun lainnya untuk investment property,” ujar Lydia.
Pendanaan capex akan berasal dari kombinasi kas internal serta fasilitas pinjaman bank. Strategi ini dinilai menjaga fleksibilitas keuangan perusahaan sekaligus menopang pertumbuhan jangka panjang.
Hingga akhir September 2025, realisasi capex Summarecon tercatat mencapai Rp3,4 triliun. Angka ini mencerminkan percepatan pembangunan proyek dan komitmen perseroan dalam memperkuat aset.
Dari sisi pemasaran, SMRA membukukan marketing sales Rp5,52 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut tumbuh 27% secara tahunan (YoY) dan melampaui target Rp5 triliun.
Penjualan tertinggi terjadi pada kuartal IV/2025 dengan nilai Rp1,96 triliun. Angka itu naik 15% YoY dan melonjak 41% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ).
Segmen residensial masih menjadi kontributor utama marketing sales SMRA. Rumah tapak mendominasi 74%, diikuti ruko 17%, kavling tanah 7%, serta apartemen sekitar 2%. Sementara segmen perkantoran dan komersial berkontribusi minim sekitar 0,1%.
Manajemen menambahkan target marketing sales, pendapatan, dan laba bersih 2026 masih dalam tahap finalisasi internal. (***)









