Dewan Panggil Dinkes, RSUD dan BPJS, Kritik Tajam Soal Tata Kelola Pelayanan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Sungai Penuh Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS dalam Hearing Terbuka.

DPRD Sungai Penuh Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS dalam Hearing Terbuka.

SUNGAI PENUH – Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Kesehatan, manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib, serta BPJS Kesehatan, Rabu (25/2/2026). Forum tersebut menjadi ajang evaluasi terbuka atas mutu pelayanan kesehatan yang belakangan dikeluhkan masyarakat.

Rapat dipimpin Ketua Komisi I Dahkir Yahya dan turut dihadiri Ketua DPRD Hutri Randa beserta anggota dewan lainnya.

Dalam forum itu, dewan secara langsung mempertanyakan konsistensi penerapan standar pelayanan minimal, khususnya terkait antrean panjang pasien, respons terhadap kasus gawat darurat, serta proses administrasi bagi peserta BPJS.

Komisi I menilai pelayanan kesehatan tidak boleh terjebak pada prosedur birokratis yang justru memperlambat akses masyarakat terhadap penanganan medis.

Baca Juga :  Pasar Malam Sungai Penuh Ramai Pengunjung, Pelengkap Libur Lebaran

“Pelayanan harus berorientasi pada pasien. Jangan sampai masyarakat merasa dipingpong atau dipersulit,” tegas pimpinan rapat.

Salah satu isu krusial yang mengemuka adalah mekanisme rujukan berjenjang dan klaim BPJS yang dinilai masih menyisakan kebingungan di lapangan. DPRD meminta adanya penyederhanaan alur informasi agar pasien memahami prosedur tanpa harus bolak-balik melengkapi berkas.

Selain itu, dewan juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas layanan di RSUD agar tidak semua kasus harus dirujuk keluar daerah.

Manajemen RSUD menyampaikan rencana pembenahan sistem antrean dan peningkatan kedisiplinan pelayanan. Sementara BPJS menjelaskan prosedur klaim dan batasan regulasi yang menjadi dasar pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca Juga :  Suara Misterius Dini Hari di Lokasi Proyek Pasar Beringin Jaya, Warga Sebut Ada “Penunggu”

Dinas Kesehatan diminta mengambil peran lebih aktif dalam pengawasan dan pembinaan terhadap fasilitas kesehatan, termasuk memastikan standar pelayanan benar-benar diterapkan secara konsisten.

Ketua DPRD Hutri Randa menegaskan, pengawasan tidak berhenti pada forum hearing. DPRD akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan rekomendasi yang dihasilkan benar-benar dijalankan.

“Ini bukan sekadar rapat formalitas. Kami ingin ada perubahan nyata dalam kualitas pelayanan kesehatan di Kota Sungai Penuh,” ujarnya.

Hearing tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk meningkatkan transparansi, efektivitas sistem, serta memperkuat koordinasi antarinstansi demi pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan adil bagi masyarakat.

Berita Terkait

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang
Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sungai Penuh Jadi Tontonan Warga, Bobotnya Capai 842 Kg
Waspada! Ini 10 Gejala Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Mengatasinya
Kabar Terbaru Tender Pembangunan RSUD Kerinci Masuk Tahap Evaluasi Harga, PP Urban Tawar Rp137,5 Miliar
20 Ton Kopi Fine Robusta Kerinci Diekspor ke Tiongkok
Apa Itu Hantavirus HFRS? Kasus Pasien Meninggal di Bandung
Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan
Dinkes DKI Keluarkan Imbauan Penting Setelah 3 Kasus Hantavirus Terdeteksi
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:00 WIB

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:00 WIB

Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sungai Penuh Jadi Tontonan Warga, Bobotnya Capai 842 Kg

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00 WIB

Waspada! Ini 10 Gejala Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Mengatasinya

Senin, 25 Mei 2026 - 10:15 WIB

Kabar Terbaru Tender Pembangunan RSUD Kerinci Masuk Tahap Evaluasi Harga, PP Urban Tawar Rp137,5 Miliar

Senin, 25 Mei 2026 - 00:35 WIB

20 Ton Kopi Fine Robusta Kerinci Diekspor ke Tiongkok

Berita Terbaru

Bisnis

Harga Emas Berpotensi Naik? China Borong 86 Ton Emas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:00 WIB

Bisnis

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 Pekan Depan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:00 WIB