SUNGAIPENUH – Sejumlah nasabah Bank Jambi di beberapa daerah dilaporkan heboh setelah beredarnya pesan berantai di WhatsApp yang menyebut adanya saldo rekening berkurang hingga puluhan juta rupiah. Informasi tersebut memicu kecemasan nasabah di Kota Jambi, Sarolangun, dan Kuala Tungkal.
Akibat kabar yang beredar, sebagian nasabah memilih mendatangi kantor cabang untuk melakukan pengecekan langsung. Keluhan juga ramai disampaikan melalui media sosial, terutama terkait layanan mobile banking yang disebut tidak dapat diakses.
Berbeda dengan wilayah Sungai Penuh dan Kerinci, kantor cabang Bank Jambi di dua daerah tersebut tidak membuka pelayanan pada hari Minggu. Situasi di kantor cabang setempat terpantau relatif normal tanpa lonjakan kedatangan nasabah.
Kepala Bidang Pemasaran Kantor Cabang Utama Bank Jambi, Abdel Haq, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah. Ia menjelaskan, saat ini sistem perbankan sedang mengalami gangguan.
“Seperti yang sama-sama kita ketahui, saat ini sistem sedang mengalami gangguan. Kami mengimbau nasabah tetap tenang karena sedang dilakukan maintenance dan pengamanan sistem secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah layanan untuk sementara dinonaktifkan sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan keamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem kembali berjalan aman sebelum dioperasikan normal.
Terkait isu saldo berkurang atau dana hilang yang ramai diperbincangkan, manajemen menyatakan pengecekan detail belum dapat dilakukan. Hal itu karena sistem masih dalam tahap investigasi oleh kantor pusat.
“Jika nanti setelah sistem kembali normal ditemukan adanya kekurangan saldo atau dana keluar tanpa sepengetahuan nasabah, silakan dilaporkan. Insyaallah akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” tegasnya.
Manajemen juga memastikan dana masyarakat tetap berada dalam perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hingga berita ini diturunkan, investigasi internal masih berlangsung.
Pihak bank mengimbau nasabah tetap waspada dengan tidak membagikan PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun, serta menunggu informasi resmi melalui kanal komunikasi Bank Jambi. (***)









