JAKARTA-Asuransi properti diproyeksikan tetap menjadi salah satu penyumbang premi terbesar dalam industri asuransi umum pada 2026. Proyeksi ini disampaikan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) seiring masih kuatnya aktivitas pembangunan dan operasional di sektor properti, khususnya pada segmen komersial dan industri.
Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menjelaskan bahwa kinerja asuransi properti tidak hanya dipengaruhi pasar residensial, tetapi juga sangat bergantung pada perkembangan fasilitas industri, pergudangan, serta perkantoran. Selama aktivitas ekonomi di sektor tersebut tetap berjalan, peran asuransi properti dinilai akan terus strategis.
Menurut AAUI, peluang pertumbuhan asuransi properti pada 2026 masih terbuka lebar. Salah satu faktor pendorong utamanya adalah digitalisasi, yang memungkinkan peningkatan efisiensi distribusi produk, percepatan layanan, hingga optimalisasi proses klaim bagi nasabah.
Selain digitalisasi, penguatan manajemen risiko dan underwriting juga menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio. Industri asuransi umum dinilai perlu lebih selektif dalam mengelola eksposur risiko, terutama pada properti bernilai besar di sektor komersial.
Meski prospek terlihat positif, AAUI mengingatkan adanya tantangan yang tidak bisa diabaikan. Risiko bencana alam, dampak perubahan iklim, serta potensi konsentrasi risiko menjadi faktor yang harus diantisipasi perusahaan asuransi.
AAUI mendorong pelaku industri untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kesehatan portofolio. Langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan perlindungan aset properti, baik residensial maupun komersial, dalam jangka panjang.
Berdasarkan data AAUI hingga kuartal III-2025, lini asuransi properti masih menjadi kontributor terbesar premi asuransi umum. Pendapatan premi asuransi properti tercatat mencapai Rp 24,75 triliun atau tumbuh 5,4% secara tahunan.
Capaian tersebut berkontribusi sebesar 29,2% terhadap total pendapatan premi industri asuransi umum yang mencapai Rp 84,72 triliun. Dengan tren tersebut, asuransi properti diyakini tetap menjadi penopang utama industri asuransi umum pada 2026. (***)









