CISARUA-Tragedi terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ketika dua anggota Polres Cimahi gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan penanganan bencana longsor, Minggu (25/1/2026). Korban diketahui bernama Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhamad Jerry, yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan Cisarua.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Cimeta, Kampung Cimeta, Desa Tugumukti. Saat itu, kedua personel kepolisian tengah melakukan mobilisasi menuju lokasi longsor untuk membantu penanganan bencana. Namun, perjalanan berakhir tragis setelah kendaraan yang berada di lokasi ditabrak sebuah truk TNI.
Berdasarkan informasi awal, truk TNI tersebut mengalami gangguan sistem pengereman saat melintasi jalur menurun yang curam. Kondisi jalan yang ekstrem membuat kendaraan berat itu kehilangan kendali dan menabrak kendaraan di depannya.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan membenarkan bahwa dua anggota Polri tersebut gugur saat menjalankan tugas negara. Ia menyampaikan bahwa hingga kini penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Kasatlantas Polres Cimahi AKP Yudha Satyo Raharjo mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia akibat luka fatal setelah terhimpit beban berat kendaraan militer. Menurutnya, kedua personel terjepit di antara dua truk saat insiden terjadi.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasi almarhum, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa. Aiptu Hendra Kurniawan dinaikkan pangkat menjadi Ipda Anumerta, sementara Aipda Muhamad Jerry naik pangkat menjadi Aiptu Anumerta.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai wujud apresiasi negara kepada anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi darurat bencana.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi institusi kepolisian dan masyarakat luas. Insiden tersebut sekaligus menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi aparat di lapangan saat menjalankan tugas kemanusiaan.









