BUMI Menguat, Analis Sebut Masih Ada Ruang Naik Meski Asing Terus Jualan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMIPergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menarik perhatian pasar. CGS International Sekuritas Indonesia menilai tren penguatan BUMI belum selesai, dan memberikan sinyal positif untuk para investor.

Dalam laporan riset yang dirilis Kamis (15/1/2026), CGS International menetapkan rekomendasi buy, dengan kisaran target harga Rp 430 hingga Rp 438. Dari sisi teknikal, saham ini dinilai layak masuk radar spec buy, dengan level support terdekat berada pada Rp 414.

Secara kinerja harga, BUMI memang sempat terkoreksi 10% dalam sepekan terakhir. Namun dalam periode sebulan, saham ini berhasil melompat 13%. Hingga awal tahun (ytd), BUMI sudah membukukan kenaikan 13,6%.

Baca Juga :  Timnas U-17 Indonesia Tundukkan Honduras 2-1 dalam Laga Dramatis Piala Dunia U-17 2025

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia cukup tinggi. Data BEI mencatat 1,34 miliar saham BUMI berpindah tangan dalam 56,3 ribu transaksi, dengan nilai mencapai Rp 560,7 miliar.

Pada perdagangan sesi I Rabu (14/1/2026), BUMI bergerak menguat 2,96% sejak pembukaan. Di sisi lain, investor asing kembali melakukan aksi jual besar.

Baca Juga :  Saham Batu Bara Naik Tajam, BUMI hingga ITMG Jadi Incaran Investor

Volume transaksi sepanjang sesi I mencapai 4,59 miliar saham, dengan total nilai Rp 1,94 triliun. Dari jumlah tersebut, asing membukukan net sell terbesar di pasar dengan penjualan bersih mencapai 316.925.700 saham. BUMI kemudian bertahan di level Rp 418.

Tekanan asing bukan hanya terjadi hari ini. Pada Selasa (13/1/2026), BUMI juga mencatat net sell asing sebesar Rp 28,95 miliar, dengan volume penjualan bersih 222.586.200 saham pada sesi siang.

Berita Terkait

Samsung Galaxy S26 Ultra Jadi HP Android Terlaris Dunia, Ini Alasan Penjualannya Melonjak di Tengah RAMageddon
Harga Emas 1 September 2026: Antam Diprediksi Fluktuatif, Bisa Tembus Rp2,8 Juta per Gram?
Harga BBM 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik
Harga BBM 1 September 2026: Pertalite Tetap Rp10.000, Pertamax Berpotensi Naik?
Bitcoin September 2026 Bisa Bergejolak? Ini 3 Tanda Peringatan yang Wajib Diwaspadai
Harga BBM Malaysia September 2026: RON 95 Rp8.767/Liter, Kuota Subsidi Naik Jadi 300 Liter
Harga Kripto Hari Ini 31 Agustus 2026: Bitcoin Tembus 78.394, Altcoin Mulai Menguat
Muktamar ke-35 NU Putuskan Bitcoin Sah sebagai Aset dan Alat Transaksi, tetapi Haram Jadi Mata Uang
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 04:08 WIB

Samsung Galaxy S26 Ultra Jadi HP Android Terlaris Dunia, Ini Alasan Penjualannya Melonjak di Tengah RAMageddon

Selasa, 1 September 2026 - 03:00 WIB

Harga Emas 1 September 2026: Antam Diprediksi Fluktuatif, Bisa Tembus Rp2,8 Juta per Gram?

Selasa, 1 September 2026 - 01:30 WIB

Harga BBM 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Bitcoin September 2026 Bisa Bergejolak? Ini 3 Tanda Peringatan yang Wajib Diwaspadai

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga BBM Malaysia September 2026: RON 95 Rp8.767/Liter, Kuota Subsidi Naik Jadi 300 Liter

Berita Terbaru