JAKARTA- Deposito masih menjadi instrumen investasi favorit masyarakat yang mengutamakan keamanan. Pada awal 2026, persaingan bunga deposito antar bank kembali menghangat seiring kebutuhan likuiditas perbankan.
Beberapa bank nasional dan bank digital menawarkan bunga deposito di atas rata-rata pasar untuk tenor tertentu. Skema ini menarik bagi investor konservatif yang menghindari fluktuasi pasar.
Bunga deposito sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia. Ketika suku bunga naik, bank cenderung menyesuaikan imbal hasil deposito.
Bank digital mulai agresif menawarkan bunga tinggi dengan syarat minimum dana yang lebih fleksibel. Hal ini memberikan alternatif baru bagi nasabah ritel.
Namun, masyarakat tetap disarankan memperhatikan batas penjaminan simpanan agar dana tetap aman. Deposito yang dijamin memberikan rasa tenang dalam jangka panjang.
Selain bunga, faktor reputasi dan kesehatan bank juga perlu menjadi pertimbangan sebelum menempatkan dana.
Dengan strategi penempatan dana yang tepat, deposito masih relevan sebagai instrumen penyeimbang portofolio. (fyo)








