JAKARTA- Mobil listrik sedang naik daun di Indonesia. Selain bebas BBM, biaya perawatan yang lebih ringan membuat kendaraan ini dilirik banyak calon pembeli. Tak sedikit yang akhirnya memilih jalur kredit untuk bisa segera membawa pulang mobil listrik impian.
Namun di balik tren tersebut, keputusan mengajukan kredit mobil listrik tidak bisa dilakukan sembarangan. Tanpa perhitungan matang, cicilan justru bisa menjadi beban jangka panjang yang mengganggu keuangan.
Secara skema, kredit mobil listrik memang mirip dengan kredit mobil konvensional. Namun ada detail penting yang sering luput diperhatikan, mulai dari pajak tahunan, asuransi, hingga nilai jual kembali. Karena itu, calon pembeli wajib memahami gambaran besarnya sejak awal.
Langkah paling aman adalah melakukan survei menyeluruh sebelum memilih unit. Saat ini tersedia banyak model mobil listrik dengan jarak tempuh, kapasitas baterai, dan fitur yang berbeda. Jangan tergiur desain atau promo semata. Pastikan spesifikasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan harian, dan lakukan test drive untuk mengukur kenyamanan.
Soal harga, mobil listrik di Indonesia masih berada di rentang ratusan juta hingga miliaran rupiah. Prinsip sederhana yang wajib dipegang adalah menjaga cicilan tetap sehat. Idealnya, total cicilan bulanan tidak melebihi 30–35 persen dari penghasilan agar keuangan tetap stabil dan tidak mengorbankan kebutuhan lain.
Sebelum menandatangani kontrak kredit, simulasi cicilan menjadi tahap krusial. Dengan simulasi, calon pembeli bisa melihat perbedaan cicilan berdasarkan uang muka (down payment) dan tenor.
DP besar memang meringankan bunga, tetapi tenor pendek membuat cicilan terasa berat. Sebaliknya, DP kecil dan tenor panjang membuat cicilan lebih ringan, namun total biaya bisa membengkak.
Dokumen juga sering menjadi penghambat pengajuan kredit. KTP, slip gaji, rekening koran, serta dokumen pendukung lain harus disiapkan sejak awal. Lembaga pembiayaan seperti Bank Central Asia umumnya akan memproses lebih cepat jika dokumen lengkap dan sesuai persyaratan.
Yang tak kalah penting, disiplin membayar cicilan tepat waktu adalah kunci utama agar kredit mobil listrik tetap menguntungkan. Keterlambatan pembayaran tidak hanya memicu denda, tetapi juga berdampak pada skor kredit yang bisa menyulitkan pengajuan pembiayaan di masa depan.
Mobil listrik memang menawarkan banyak keunggulan. Namun tanpa perencanaan matang, cicilan justru bisa menjadi jebakan finansial. Dengan perhitungan yang tepat, kredit mobil listrik bisa menjadi langkah cerdas menuju kendaraan masa depan tanpa stres keuangan. (***)








