SBY Ingatkan Politikus: Kekuasaan Tak Boleh Diraih dengan Melanggar Konstitusi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTAPresiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan pesan tegas kepada para politikus agar menjunjung tinggi konstitusi dan etika dalam menjalankan praktik politik. Ia menekankan bahwa perebutan kekuasaan tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang melanggar aturan dasar negara.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat menghadiri peluncuran buku otobiografi Marsekal (Purn) Djoko Suyanto di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (13/12/2025).

“Dalam politik, kekuasaan memang penting. Namun jalannya harus benar. Jangan sampai menyimpang dari konstitusi dan jangan menyalahgunakan kekuasaan,” ujar SBY di hadapan para tamu undangan.

Larangan Libatkan Aparat Negara

Baca Juga :  Reshuffle Kabinet 2026: Hanif Faisol Tinggalkan Menteri LH, Kini Urus Pangan Nasional

Dalam kesempatan itu, SBY juga mengingatkan agar institusi negara seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta Badan Intelijen Negara (BIN) tetap menjaga netralitas politik.

Ia menegaskan, lembaga-lembaga tersebut tidak boleh digunakan untuk kepentingan partai politik maupun untuk memenangkan calon presiden tertentu.

“Jangan libatkan TNI, Polri, aparat penegak hukum, maupun BIN dalam dukungan politik praktis,” tegasnya.

Negara Harus Jadi Prioritas

SBY menilai bahwa politik seharusnya tidak semata-mata berorientasi pada perebutan kekuasaan. Menurutnya, nilai, prinsip, dan etika harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap keputusan politik.

Baca Juga :  Sekolah Daring April 2026 Dikaji, Bagaimana Nasib Program MBG?

Ia menambahkan, apabila terjadi benturan antara kepentingan partai dan kepentingan nasional, maka seorang politikus harus berani mengambil sikap.

“Kalau kepentingan partai bertabrakan dengan kepentingan negara, pilihannya harus jelas. Negara harus diutamakan. Country first,” ujar SBY.

Mengenang Peran Djoko Suyanto

Djoko Suyanto merupakan salah satu tokoh penting dalam pemerintahan SBY. Ia pernah menjabat sebagai Panglima TNI pada periode 2006–2007, saat SBY menjalani masa jabatan presiden pertamanya.

Pada periode kedua pemerintahan SBY, Djoko Suyanto dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di Kabinet Indonesia Bersatu II.

Berita Terkait

108 Penerbangan dari dan ke Bali Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 13.000 Penumpang Kena Imbas
Daftar 8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Cek Penerbangan Hari Ini
5 Direktur Baru Bank BTN 2026, Ada Eks Pejabat WIKA dan yang Termuda 43 Tahun
KAI Group Buka Rekrutmen 2026 untuk Lulusan SMA-S1, Ini Cara Daftar
Abu Gunung Anak Krakatau Mulai Menyebar ke Pringsewu, Warga Diminta Pakai Masker
DPR Setujui Anggaran Kementerian PU 2027 Rp114,59 Triliun, Fokus Jalan, Irigasi hingga Air Bersih
Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
9 Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU, Bakal Tentukan Ketum PBNU
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:00 WIB

108 Penerbangan dari dan ke Bali Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 13.000 Penumpang Kena Imbas

Minggu, 6 September 2026 - 23:30 WIB

Daftar 8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Cek Penerbangan Hari Ini

Minggu, 6 September 2026 - 10:00 WIB

5 Direktur Baru Bank BTN 2026, Ada Eks Pejabat WIKA dan yang Termuda 43 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 08:00 WIB

KAI Group Buka Rekrutmen 2026 untuk Lulusan SMA-S1, Ini Cara Daftar

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Mulai Menyebar ke Pringsewu, Warga Diminta Pakai Masker

Berita Terbaru