SBY Ingatkan Politikus: Kekuasaan Tak Boleh Diraih dengan Melanggar Konstitusi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan pesan tegas kepada para politikus agar menjunjung tinggi konstitusi dan etika dalam menjalankan praktik politik. Ia menekankan bahwa perebutan kekuasaan tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang melanggar aturan dasar negara.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat menghadiri peluncuran buku otobiografi Marsekal (Purn) Djoko Suyanto di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (13/12/2025).

“Dalam politik, kekuasaan memang penting. Namun jalannya harus benar. Jangan sampai menyimpang dari konstitusi dan jangan menyalahgunakan kekuasaan,” ujar SBY di hadapan para tamu undangan.

Larangan Libatkan Aparat Negara

Baca Juga :  Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.372, Menkes Ingatkan Bahaya Hoaks Vaksin

Dalam kesempatan itu, SBY juga mengingatkan agar institusi negara seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta Badan Intelijen Negara (BIN) tetap menjaga netralitas politik.

Ia menegaskan, lembaga-lembaga tersebut tidak boleh digunakan untuk kepentingan partai politik maupun untuk memenangkan calon presiden tertentu.

“Jangan libatkan TNI, Polri, aparat penegak hukum, maupun BIN dalam dukungan politik praktis,” tegasnya.

Negara Harus Jadi Prioritas

SBY menilai bahwa politik seharusnya tidak semata-mata berorientasi pada perebutan kekuasaan. Menurutnya, nilai, prinsip, dan etika harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap keputusan politik.

Baca Juga :  Dato Low Tuck Kwong Beli Lukisan “Kuda Api” SBY Rp 6,5 Miliar, Apa Yang Membuat Harganya Melesat?

Ia menambahkan, apabila terjadi benturan antara kepentingan partai dan kepentingan nasional, maka seorang politikus harus berani mengambil sikap.

“Kalau kepentingan partai bertabrakan dengan kepentingan negara, pilihannya harus jelas. Negara harus diutamakan. Country first,” ujar SBY.

Mengenang Peran Djoko Suyanto

Djoko Suyanto merupakan salah satu tokoh penting dalam pemerintahan SBY. Ia pernah menjabat sebagai Panglima TNI pada periode 2006–2007, saat SBY menjalani masa jabatan presiden pertamanya.

Pada periode kedua pemerintahan SBY, Djoko Suyanto dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di Kabinet Indonesia Bersatu II.

Berita Terkait

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar, Indonesia Disebut Seluas Eropa
KPK Minta Nusron Wahid Kooperatif Usai Dua Kali Absen Pemeriksaan
Singapura Soroti Karhutla di Indonesia, 7 Perusahaan Masuk Perhatian
Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia
H. M. Arif Malik ‘Ahli Gigi’ Resmi Pimpin DPC PKB Sungai Penuh
Prabowo Genap 75 Tahun, Ini Pesan Mensesneg untuk Masyarakat Indonesia
Jadwal Pelantikan Hj. Helneti Mesra sebagai Anggota DPRD Sungai Penuh Ditetapkan 20 Oktober 2026
Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar, Indonesia Disebut Seluas Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:05 WIB

KPK Minta Nusron Wahid Kooperatif Usai Dua Kali Absen Pemeriksaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Singapura Soroti Karhutla di Indonesia, 7 Perusahaan Masuk Perhatian

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:56 WIB

H. M. Arif Malik ‘Ahli Gigi’ Resmi Pimpin DPC PKB Sungai Penuh

Berita Terbaru