JAKARTA – Kabar duka menyelimuti masyarakat Provinsi Jambi. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Drs. H. Zulfikar Achmad, meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026). Mantan Bupati Bungo tersebut mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Premier Jakarta sekitar pukul 16.50 WIB.
Informasi meninggalnya Zulfikar disampaikan putranya, Rendhi Zhilfiando, melalui status WhatsApp. Kabar tersebut dengan cepat menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bungo yang mengenal almarhum sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pembangunan daerah.
Zulfikar Achmad dikenal luas dengan julukan Bapak Pembangunan Bungo. Ia pernah memimpin Kabupaten Bungo selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2006–2011. Selama sepuluh tahun menjabat, berbagai agenda pembangunan infrastruktur, pengembangan wilayah, perekonomian, dan pelayanan publik menjadi bagian dari kepemimpinannya.
Sebelum terjun ke dunia politik, Zulfikar lebih dahulu meniti karier di sektor swasta. Ia pernah berkecimpung dalam perusahaan pelayaran dan menduduki sejumlah posisi penting di dunia usaha. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika dipercaya memimpin Kabupaten Bungo.
Perjalanan politik Zulfikar tidak berhenti setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai bupati. Pada Pilgub Jambi 2010, ia sempat maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Ami Taher. Selanjutnya, ia melanjutkan pengabdian politik melalui Partai Demokrat dengan menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jambi.
Kepercayaan masyarakat mengantarkannya terpilih dalam Pemilu 2014, 2019, dan 2024. Dengan hasil tersebut, Zulfikar tercatat menjalani tiga periode sebagai anggota DPR RI, masing-masing 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Dalam perjalanan pengabdiannya di parlemen, Zulfikar juga pernah menyoroti persoalan investasi dan kesiapan tenaga kerja lokal. Ia mengungkapkan keterbatasan tenaga kerja terampil serta fasilitas Balai Latihan Kerja yang perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan industri.
Saat pelantikan anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024, Zulfikar menjadi salah satu anggota tertua dari daerah pemilihan Jambi. Saat itu, usianya telah mencapai 78 tahun.
Di lingkungan keluarga, almarhum meninggalkan istri, Hj. Netty Herlina, serta lima anak, yaitu Andriansyah, Indra Zulfiansyah, Fitri Indriany, Dian Ferdiansyah, dan Rendhi Zhilfiando.
Kepergian Zulfikar Achmad menjadi kehilangan bagi masyarakat Jambi, terutama Kabupaten Bungo. Ia meninggalkan perjalanan panjang sebagai pengusaha, kepala daerah, hingga wakil rakyat di tingkat nasional. Namanya akan terus dikenang melalui pengabdiannya selama memimpin Bungo dan kiprahnya di DPR RI. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









