BPOM Panggil Produsen Stevia Beeru, Sampel Produk Diuji Ulang di Laboratorium

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat pengawasan terhadap produk pangan yang telah beredar di masyarakat atau dikenal dengan istilah post-market surveillance. Langkah ini dilakukan menyusul polemik produk pemanis pengganti gula Stevia Beeru yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Produk tersebut menjadi sorotan setelah beredar hasil pengujian laboratorium yang diklaim menunjukkan adanya perbedaan antara kandungan produk dan informasi komposisi pada label kemasan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah pemeriksaan terhadap produsen produk terkait.

BPOM juga melakukan pengambilan sampel untuk diuji kembali melalui laboratorium internal. Hasil pengujian tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Penjelasan itu disampaikan Taruna saat ditemui di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

BPOM Jelaskan Mekanisme Perizinan Produk Pangan

Taruna menjelaskan bahwa produk pangan dengan kategori risiko rendah dapat memperoleh proses penerbitan izin edar yang lebih cepat melalui mekanisme sistem notifikasi.

Namun, proses perizinan yang dipercepat bukan berarti produk tersebut terbebas dari pengawasan. BPOM tetap melakukan pemantauan setelah produk dipasarkan kepada konsumen.

Menurutnya, pengawasan pasca-edar menjadi bagian penting untuk memastikan pelaku usaha memenuhi ketentuan keamanan pangan dan memberikan informasi yang benar pada kemasan.

Dengan mekanisme tersebut, produk yang telah memperoleh izin edar tetap dapat dievaluasi apabila ditemukan dugaan ketidaksesuaian antara informasi label dan kandungan sebenarnya.

Taruna menegaskan, pengawasan terhadap produk dengan sistem notifikasi diperkuat melalui pemeriksaan setelah produk beredar.

Produsen Stevia Beeru Telah Dipanggil BPOM

Terkait polemik Stevia Beeru, BPOM menyatakan telah memanggil perusahaan atau produsen yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.

Selain meminta penjelasan dari pelaku usaha, lembaga tersebut juga melakukan pengambilan sampel produk untuk menjalani pengujian laboratorium.

Langkah ini diperlukan agar dugaan ketidaksesuaian komposisi tidak hanya didasarkan pada informasi yang beredar di media sosial.

Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu dasar penting untuk menentukan apakah produk benar-benar melanggar ketentuan pelabelan pangan.

Baca Juga :  Kondisi Kian Memburuk, Rahman Butuh Donasi untuk Oksigen Harian

BPOM juga menegaskan bahwa penanganan dugaan pelanggaran dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ketidaksesuaian Label dan Isi Produk Bisa Menjadi Pelanggaran

Salah satu aspek yang menjadi perhatian BPOM adalah kesesuaian antara informasi pada label kemasan dengan kandungan aktual produk.

Informasi komposisi merupakan bagian penting yang menjadi pertimbangan konsumen sebelum membeli dan menggunakan produk pangan.

Apabila hasil pemeriksaan membuktikan bahwa kandungan produk tidak sesuai dengan keterangan pada kemasan, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Karena itu, produsen memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada konsumen benar, jelas, dan sesuai dengan kondisi produk.

Dalam kasus Stevia Beeru, penentuan ada atau tidaknya pelanggaran masih harus mengacu pada hasil pengujian serta pemeriksaan resmi BPOM.

Pengawasan Pasca-Edar Jadi Instrumen Perlindungan Konsumen

Pengawasan post-market merupakan salah satu mekanisme yang digunakan untuk memastikan produk tetap memenuhi persyaratan setelah mendapatkan izin edar.

Sistem ini penting karena pengawasan keamanan pangan tidak berhenti ketika sebuah produk memperoleh nomor izin edar.

BPOM dapat melakukan pemantauan, pemeriksaan, pengambilan sampel, hingga evaluasi apabila muncul laporan atau temuan yang mengindikasikan adanya masalah pada produk.

Dalam konteks polemik Stevia Beeru, langkah pemeriksaan ulang menjadi bagian dari upaya memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.

Apabila ditemukan pelanggaran, tindakan administratif maupun langkah penegakan sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Konsumen Diminta Lebih Cermat Memilih Produk Pangan

Kasus yang ramai dibicarakan ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih teliti ketika membeli produk pangan, termasuk pemanis pengganti gula.

Konsumen sebaiknya memperhatikan informasi pada kemasan, seperti komposisi, petunjuk penggunaan, identitas produsen, nomor izin edar, serta tanggal kedaluwarsa.

Masyarakat juga perlu berhati-hati dalam menyebarkan informasi mengenai hasil pengujian produk yang belum dikonfirmasi oleh lembaga berwenang.

Baca Juga :  Insentif Dapur MBG Tak Lagi Rp 6 Juta per Hari

Informasi yang beredar di media sosial belum tentu menggambarkan hasil pemeriksaan resmi secara menyeluruh. Karena itu, masyarakat sebaiknya menunggu penjelasan dan hasil evaluasi dari BPOM sebelum menarik kesimpulan.

Hingga informasi dalam pemberitaan ini disampaikan, hasil pengujian ulang sampel Stevia Beeru belum dicantumkan dalam keterangan sumber. Dengan demikian, dugaan ketidaksesuaian kandungan dan label masih perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Langkah BPOM memperkuat pengawasan pasca-edar diharapkan dapat memastikan produk pangan yang beredar memenuhi ketentuan serta memberikan perlindungan lebih baik bagi konsumen.

FAQ Seputar Stevia Beeru dan Pengawasan BPOM

1. Mengapa Stevia Beeru menjadi sorotan publik?

Produk tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar klaim hasil uji laboratorium yang menyebut adanya dugaan perbedaan antara kandungan produk dan informasi pada label kemasan.

2. Apa tindakan BPOM terhadap Stevia Beeru?

BPOM menyatakan telah memanggil produsen untuk meminta klarifikasi dan mengambil sampel produk untuk menjalani pengujian laboratorium internal.

3. Apa yang dimaksud pengawasan post-market?

Pengawasan post-market adalah pemantauan dan evaluasi produk setelah memperoleh izin edar dan dipasarkan kepada masyarakat.

4. Apakah produk dengan izin edar BPOM masih bisa diperiksa?

Ya. Produk yang telah memperoleh izin edar tetap dapat diawasi dan dievaluasi apabila ditemukan laporan atau indikasi ketidaksesuaian dengan ketentuan.

5. Apakah ketidaksesuaian komposisi dengan label termasuk pelanggaran?

Jika hasil pemeriksaan resmi membuktikan kandungan produk tidak sesuai dengan informasi pada label, kondisi tersebut dapat menjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

6. Apakah Stevia Beeru sudah dinyatakan melanggar aturan?

Berdasarkan informasi sumber yang digunakan dalam artikel ini, BPOM masih melakukan pemeriksaan dan pengujian sampel. Kesimpulan mengenai pelanggaran perlu menunggu hasil resmi.

7. Apa yang perlu diperhatikan konsumen saat membeli pemanis pengganti gula?

Periksa komposisi, informasi produsen, nomor izin edar, petunjuk penggunaan, serta tanggal kedaluwarsa. Pastikan juga informasi produk berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

Berita Terkait

Berapa Kadar Gula Darah Normal? Ini Panduan Membacanya Berdasarkan Usia dan Waktu Pemeriksaan
Gejala Diabetes pada Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua
Luka Sulit Sembuh dan Diabetes, Apa Hubungannya? Kenali Tanda Bahayanya
Cara Aman Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu, Dokter Gizi Ungkap Faktanya
5 Manfaat BPJS Ketenagakerjaan, dari Santunan Kematian hingga Jaminan Pensiun
Ingin Menjalani Pola Makan Sehat? Kenali 5 Makanan Favorit dalam Diet Jepang
9 Gejala Diabetes pada Wanita yang Perlu Diwaspadai, Jangan Abaikan Tandanya
Sering Haus dan Buang Air Kecil, Apakah Tanda Diabetes? Kenali Gejalanya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:00 WIB

BPOM Panggil Produsen Stevia Beeru, Sampel Produk Diuji Ulang di Laboratorium

Senin, 2 November 2026 - 15:01 WIB

Berapa Kadar Gula Darah Normal? Ini Panduan Membacanya Berdasarkan Usia dan Waktu Pemeriksaan

Minggu, 1 November 2026 - 20:01 WIB

Gejala Diabetes pada Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

Minggu, 1 November 2026 - 15:02 WIB

Luka Sulit Sembuh dan Diabetes, Apa Hubungannya? Kenali Tanda Bahayanya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Cara Aman Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu, Dokter Gizi Ungkap Faktanya

Berita Terbaru