Jakarta-Banyak orang ingin menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Namun, target turun hingga 5 kilogram dalam lima hari perlu disikapi dengan hati-hati. Angka timbangan yang turun drastis belum tentu menunjukkan lemak tubuh berhasil terbakar.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa pembakaran lemak membutuhkan waktu dan konsistensi. Pembentukan massa otot juga tidak bisa berlangsung secara instan.
Dalam siaran langsung TikTok detikHealth pada Kamis (22/10/2026), dr. Yaze mengingatkan bahwa proses mengurangi lemak tubuh membutuhkan waktu lebih panjang. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya pada janji diet yang menawarkan hasil drastis dalam beberapa hari.
Mengapa Berat Badan Bisa Turun Drastis?
Penurunan angka timbangan dalam waktu singkat dapat dipengaruhi oleh berkurangnya cairan tubuh. Perubahan simpanan glikogen dan isi saluran pencernaan juga bisa memengaruhi berat badan.
Artinya, berat badan yang turun belum tentu menandakan lemak tubuh berkurang dalam jumlah besar. Ketika seseorang kembali makan dan minum seperti biasa, sebagian berat tersebut dapat kembali.
Diet ekstrem juga berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi dan kehilangan massa otot. Oleh sebab itu, mengejar penurunan berat badan secara cepat bukan pilihan terbaik untuk kesehatan jangka panjang.
Dokter Gizi Ungkap Cara Membakar Lemak
Menurut dr. Yaze, pembakaran lemak membutuhkan kombinasi defisit kalori dan aktivitas fisik. Defisit kalori terjadi ketika energi yang masuk melalui makanan lebih rendah daripada energi yang digunakan tubuh.
Meski demikian, defisit kalori bukan berarti harus menahan lapar secara berlebihan. Tubuh tetap membutuhkan protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah sesuai kebutuhan.
Pilih makanan bergizi seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, sayuran, dan buah. Atur porsi makan secara seimbang agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama menjalani program penurunan berat badan.
Latihan Beban Bisa Membantu Menjaga Massa Otot
Selain mengatur pola makan, latihan beban atau strength training dapat membantu mempertahankan dan membangun massa otot. Aktivitas ini juga mendukung kebugaran tubuh selama program diet.
Pemula bisa memulai dengan latihan ringan sesuai kemampuan. Jalan kaki, bersepeda, dan berenang juga dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.
Jangan lupa menjaga waktu tidur dan memberikan tubuh kesempatan untuk pulih. Perubahan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten lebih bermanfaat daripada mengandalkan metode diet ekstrem.
Berapa Kilogram Berat Badan yang Aman Turun dalam Seminggu?
Sebagai gambaran umum, penurunan sekitar 0,5–1 kilogram per minggu sering digunakan sebagai kisaran bertahap bagi orang dewasa yang membutuhkan penurunan berat badan. Namun, target yang sesuai dapat berbeda pada setiap orang.
Berat awal, usia, kondisi kesehatan, obat-obatan, dan tingkat aktivitas dapat memengaruhi hasil diet. Karena itu, jangan menjadikan angka tersebut sebagai target wajib.
Jika memiliki penyakit tertentu atau membutuhkan program diet khusus, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Hindari pula produk pelangsing yang menjanjikan hasil instan tanpa bukti dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pada akhirnya, cara aman menurunkan berat badan bukan sekadar membuat angka timbangan turun secepat mungkin. Kombinasi pola makan seimbang, defisit kalori yang sesuai, aktivitas fisik, latihan kekuatan, dan tidur cukup membantu membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









