Cara Aman Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu, Dokter Gizi Ungkap Faktanya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Banyak orang ingin menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Namun, target turun hingga 5 kilogram dalam lima hari perlu disikapi dengan hati-hati. Angka timbangan yang turun drastis belum tentu menunjukkan lemak tubuh berhasil terbakar.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa pembakaran lemak membutuhkan waktu dan konsistensi. Pembentukan massa otot juga tidak bisa berlangsung secara instan.

Dalam siaran langsung TikTok detikHealth pada Kamis (22/10/2026), dr. Yaze mengingatkan bahwa proses mengurangi lemak tubuh membutuhkan waktu lebih panjang. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya pada janji diet yang menawarkan hasil drastis dalam beberapa hari.

Mengapa Berat Badan Bisa Turun Drastis?

Penurunan angka timbangan dalam waktu singkat dapat dipengaruhi oleh berkurangnya cairan tubuh. Perubahan simpanan glikogen dan isi saluran pencernaan juga bisa memengaruhi berat badan.

Artinya, berat badan yang turun belum tentu menandakan lemak tubuh berkurang dalam jumlah besar. Ketika seseorang kembali makan dan minum seperti biasa, sebagian berat tersebut dapat kembali.

Diet ekstrem juga berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi dan kehilangan massa otot. Oleh sebab itu, mengejar penurunan berat badan secara cepat bukan pilihan terbaik untuk kesehatan jangka panjang.

Baca Juga :  Harga Perawatan Jerawat di Klinik Terpercaya 2026, Mulai Rp150 Ribu hingga Jutaan

Dokter Gizi Ungkap Cara Membakar Lemak

Menurut dr. Yaze, pembakaran lemak membutuhkan kombinasi defisit kalori dan aktivitas fisik. Defisit kalori terjadi ketika energi yang masuk melalui makanan lebih rendah daripada energi yang digunakan tubuh.

Meski demikian, defisit kalori bukan berarti harus menahan lapar secara berlebihan. Tubuh tetap membutuhkan protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah sesuai kebutuhan.

Pilih makanan bergizi seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, sayuran, dan buah. Atur porsi makan secara seimbang agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama menjalani program penurunan berat badan.

Latihan Beban Bisa Membantu Menjaga Massa Otot

Selain mengatur pola makan, latihan beban atau strength training dapat membantu mempertahankan dan membangun massa otot. Aktivitas ini juga mendukung kebugaran tubuh selama program diet.

Pemula bisa memulai dengan latihan ringan sesuai kemampuan. Jalan kaki, bersepeda, dan berenang juga dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

Baca Juga :  Pejabat Dinkes Kerinci Dilantik, Sosok Berprestasi Justru Tersisih

Jangan lupa menjaga waktu tidur dan memberikan tubuh kesempatan untuk pulih. Perubahan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten lebih bermanfaat daripada mengandalkan metode diet ekstrem.

Berapa Kilogram Berat Badan yang Aman Turun dalam Seminggu?

Sebagai gambaran umum, penurunan sekitar 0,5–1 kilogram per minggu sering digunakan sebagai kisaran bertahap bagi orang dewasa yang membutuhkan penurunan berat badan. Namun, target yang sesuai dapat berbeda pada setiap orang.

Berat awal, usia, kondisi kesehatan, obat-obatan, dan tingkat aktivitas dapat memengaruhi hasil diet. Karena itu, jangan menjadikan angka tersebut sebagai target wajib.

Jika memiliki penyakit tertentu atau membutuhkan program diet khusus, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Hindari pula produk pelangsing yang menjanjikan hasil instan tanpa bukti dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhirnya, cara aman menurunkan berat badan bukan sekadar membuat angka timbangan turun secepat mungkin. Kombinasi pola makan seimbang, defisit kalori yang sesuai, aktivitas fisik, latihan kekuatan, dan tidur cukup membantu membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

5 Manfaat BPJS Ketenagakerjaan, dari Santunan Kematian hingga Jaminan Pensiun
Ingin Menjalani Pola Makan Sehat? Kenali 5 Makanan Favorit dalam Diet Jepang
9 Gejala Diabetes pada Wanita yang Perlu Diwaspadai, Jangan Abaikan Tandanya
Sering Haus dan Buang Air Kecil, Apakah Tanda Diabetes? Kenali Gejalanya
Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan, Kenali Sebelum Terlambat
Medicare 2027 Changes: Premiums, Drug Costs and Open Enrollment Deadlines Explained
Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Cara Aman Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu, Dokter Gizi Ungkap Faktanya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:00 WIB

5 Manfaat BPJS Ketenagakerjaan, dari Santunan Kematian hingga Jaminan Pensiun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Ingin Menjalani Pola Makan Sehat? Kenali 5 Makanan Favorit dalam Diet Jepang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:00 WIB

9 Gejala Diabetes pada Wanita yang Perlu Diwaspadai, Jangan Abaikan Tandanya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Sering Haus dan Buang Air Kecil, Apakah Tanda Diabetes? Kenali Gejalanya

Berita Terbaru