BCA Siapkan Buyback Saham Rp5 Triliun hingga 2027, Investor Perlu Tahu 5 Hal Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih memiliki program pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp5 triliun yang berlangsung hingga Maret 2027.

Informasi tersebut disampaikan manajemen BCA dalam Public Expose Live 2026 pada Rabu, 9 September 2026. Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo mengatakan perseroan sebelumnya telah merealisasikan buyback sekitar Rp3,5 triliun sejak tahun lalu.

Untuk program tahun ini, BCA masih memiliki plafon buyback hingga Rp5 triliun. Program tersebut berlaku selama satu tahun sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Maret 2026 hingga RUPS berikutnya pada Maret 2027.

1. BCA Siapkan Dana Buyback hingga Rp5 Triliun

Rencana buyback BCA sebelumnya telah memperoleh persetujuan RUPST 2026. Nilai maksimal pembelian kembali saham ditetapkan sebesar Rp5 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.

BCA mulai merealisasikan program tersebut pada 28 April 2026. Perseroan menyatakan periode pelaksanaan berlangsung selama 12 bulan, yaitu dari 12 Maret 2026 sampai 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih cepat sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Buyback Tidak Berarti BCA Akan Membeli Saham Setiap Hari

Investor perlu memahami bahwa angka Rp5 triliun merupakan nilai maksimal program, bukan berarti seluruh dana tersebut pasti langsung digunakan.

Manajemen BCA mengatakan pelaksanaan buyback akan mempertimbangkan kondisi pasar.

Ketika pasar mengalami volatilitas yang tinggi, BCA dapat masuk melakukan pembelian saham sebagai bagian dari strategi perseroan sekaligus menunjukkan keyakinan terhadap fundamental perusahaan.

Baca Juga :  Volume Transaksi Membludak, Saham CDIA Diproyeksi Lanjutkan Tren Bullish

3. Apa Dampaknya bagi Investor BBCA?

Secara teori, buyback dapat mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar apabila saham yang dibeli kembali kemudian diperlakukan sesuai ketentuan korporasi.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan metrik per saham tertentu karena jumlah saham beredar dapat berkurang.

Namun, investor tetap perlu melihat faktor lain seperti laba bersih, pertumbuhan kredit, kualitas aset, margin bunga bersih, dividen, dan valuasi saham BBCA.

Dengan kata lain, buyback bukan jaminan bahwa harga saham akan otomatis naik.

4. BCA Menyebut Buyback sebagai Bentuk Keyakinan terhadap Fundamental

BCA sebelumnya menyatakan bahwa aksi buyback merupakan bagian dari upaya mendukung stabilitas pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor.

Ketika program buyback mulai direalisasikan pada April 2026, Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyebut aksi tersebut sebagai sinyal optimisme perseroan terhadap pasar modal Indonesia dan keyakinan terhadap fundamental bisnis BCA.

5. Investor Juga Perlu Melihat Dividen

Buyback bukan satu-satunya cara BCA memberikan nilai kepada pemegang saham.

Dalam RUPST Maret 2026, BCA menyetujui pembagian dividen dengan rasio 72% dari laba bersih 2025, dengan total dividen tunai Rp336 per saham, termasuk dividen interim Rp55 per saham yang telah dibayarkan sebelumnya.

Baca Juga :  IHSG Terjun Bebas 8%, BEI Hentikan Perdagangan Siang Hari Usai Pengumuman MSCI

BCA mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,5 triliun pada 2025, sementara total kredit mencapai Rp993 triliun pada akhir 2025.

Jadi, Apakah Buyback BCA Menarik bagi Investor?

Program buyback hingga Rp5 triliun menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan investor BBCA sampai Maret 2027.

Namun, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada adanya buyback.

Investor perlu menggabungkan informasi mengenai harga saham saat ini, valuasi, prospek laba, pertumbuhan kredit, dividen, kondisi IHSG, suku bunga, serta kondisi pasar secara keseluruhan.

Yang juga penting, manajemen BCA menegaskan bahwa pelaksanaan buyback akan mempertimbangkan dinamika dan volatilitas pasar.

FAQ

Apa itu buyback saham BCA?
Buyback adalah aksi ketika perusahaan membeli kembali sahamnya yang telah beredar di pasar.

Berapa nilai maksimal buyback BCA?
BCA memiliki program buyback dengan nilai maksimal Rp5 triliun.

Sampai kapan program buyback BCA berlangsung?
Program yang disetujui RUPST 2026 berlaku selama 12 bulan, dari 12 Maret 2026 sampai 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih cepat.

Apakah buyback otomatis membuat saham BBCA naik?
Tidak. Buyback dapat menjadi sentimen positif, tetapi harga saham tetap dipengaruhi kinerja perusahaan, valuasi, kondisi pasar, suku bunga, dan faktor lainnya.

Apakah buyback sama dengan dividen?
Tidak. Dividen merupakan pembagian keuntungan kepada pemegang saham, sedangkan buyback merupakan pembelian kembali saham oleh perusahaan. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Purbaya Pastikan Subsidi BBM Masih Aman
Saham ANTM dan UNTR Tetap Menguat Saat Bisnis-27 dan IHSG Tertekan, Ini Daftarnya
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Investor Waspadai Tekanan Global dan Risiko Fiskal
KPR Ditolak Bank Padahal Gaji Cukup? Cek Faktor Ini
Kredit Tiba-Tiba Ditolak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya di SLIK OJK
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.697,75, CUAN hingga ISAT Jadi Sorotan
Rupiah Hari Ini 10 September 2026 Melemah ke Rp17.512, Dolar AS Naik? Ini Prediksi Kurs Selanjutnya
Singapore Property & Mortgage 2026: Are Home Loan Rates About to Rise Again?
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Purbaya Pastikan Subsidi BBM Masih Aman

Kamis, 10 September 2026 - 20:00 WIB

BCA Siapkan Buyback Saham Rp5 Triliun hingga 2027, Investor Perlu Tahu 5 Hal Ini

Kamis, 10 September 2026 - 17:12 WIB

Saham ANTM dan UNTR Tetap Menguat Saat Bisnis-27 dan IHSG Tertekan, Ini Daftarnya

Kamis, 10 September 2026 - 15:00 WIB

KPR Ditolak Bank Padahal Gaji Cukup? Cek Faktor Ini

Kamis, 10 September 2026 - 14:00 WIB

Kredit Tiba-Tiba Ditolak? Bisa Jadi Ini Penyebabnya di SLIK OJK

Berita Terbaru