Rupiah Hari Ini 10 September 2026 Melemah ke Rp17.512, Dolar AS Naik? Ini Prediksi Kurs Selanjutnya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pasar pada perdagangan Kamis, 10 September 2026. Rupiah dibuka melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sementara investor menunggu sejumlah data ekonomi yang berpotensi memengaruhi arah kurs.

Pada pukul 09.05 WIB, rupiah tercatat berada di Rp17.512 per dolar AS, melemah 1 poin atau 0,01%.

Pergerakan ini membuat pelaku pasar kembali mencermati pertanyaan penting: apakah rupiah berpeluang kembali menguat atau justru semakin tertekan terhadap dolar AS?

Prediksi Rupiah Hari Ini

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih mempunyai peluang menguat secara teknikal maupun fundamental.

Namun, potensi tersebut diperkirakan terbatas karena investor memilih menunggu data ekonomi terbaru.

Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang:

Rp17.450 – Rp17.600 per dolar AS

Artinya, level Rp17.600 menjadi salah satu area yang perlu diperhatikan apabila tekanan terhadap rupiah meningkat.

Sebaliknya, apabila rupiah mampu menguat, area Rp17.450 menjadi kisaran yang dipantau pasar.

Mengapa Rupiah Melemah Hari Ini?

Salah satu faktor utama adalah sikap investor yang masih wait and see.

Pelaku pasar menunggu data penjualan ritel Indonesia periode Juli serta data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat.

Baca Juga :  Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp103,73 Triliun, Naik Rp1,66 Triliun dalam Sebulan

Data tersebut berpotensi memengaruhi sentimen terhadap rupiah dan dolar AS.

Apakah Sekarang Waktu yang Tepat Membeli Dolar?

Pergerakan kurs tidak hanya penting bagi trader atau investor. Masyarakat yang memiliki kebutuhan dolar untuk perjalanan ke luar negeri, pembayaran pendidikan, transaksi bisnis, impor, maupun investasi juga perlu memperhatikan perubahan nilai tukar.

Namun, keputusan membeli dolar sebaiknya tidak hanya berdasarkan pergerakan satu hari. Kurs dapat berubah mengikuti kondisi pasar global dan domestik.

Rupiah vs Mata Uang Asia

Pelemahan rupiah juga terjadi ketika sejumlah mata uang Asia lainnya berada di bawah tekanan.

Rupee India melemah sekitar 0,30%, dolar Taiwan turun 0,10%, peso Filipina melemah 0,02%, yuan China 0,01%, dan ringgit Malaysia 0,01%.

Sementara itu, won Korea Selatan, yen Jepang, baht Thailand, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong tercatat menguat terhadap dolar AS.

Yang Perlu Dipantau Investor Hari Ini

Ada empat faktor yang dapat menjadi perhatian:

  • Kurs USD/IDR
  • Penjualan ritel Indonesia
  • PPI Amerika Serikat
  • Pergerakan dolar AS secara global
Baca Juga :  Sido Muncul Bagikan Dividen Interim Rp300 Miliar, Ini Jadwal Cair dan Nilai per Saham

Jika sentimen terhadap dolar AS kembali menguat, rupiah berpotensi menghadapi tekanan. Sebaliknya, data ekonomi yang mendukung prospek Indonesia dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

Kesimpulan

Rupiah dibuka di Rp17.512 per dolar AS pada Kamis, 10 September 2026, atau melemah tipis 0,01%.

Analis memperkirakan rupiah masih memiliki peluang menguat, tetapi pergerakannya kemungkinan terbatas karena investor menunggu sejumlah data ekonomi penting.

Kisaran rupiah hari ini diproyeksikan Rp17.450-Rp17.600 per dolar AS.

Catatan: prediksi kurs bukan jaminan pergerakan harga dan keputusan transaksi sebaiknya mempertimbangkan kondisi pasar serta kebutuhan masing-masing.

FAQ

Berapa kurs rupiah hari ini?
Rupiah dibuka pada Rp17.512 per dolar AS pada 10 September 2026.

Apakah rupiah hari ini menguat atau melemah?
Rupiah melemah tipis 1 poin atau 0,01%.

Berapa prediksi rupiah hari ini?
Kisaran yang diproyeksikan adalah Rp17.450-Rp17.600 per dolar AS.

Apa yang memengaruhi rupiah hari ini?
Investor mencermati penjualan ritel Indonesia dan PPI Amerika Serikat.

Apakah rupiah bisa kembali menguat?
Menurut analis, peluang penguatan masih ada, tetapi diperkirakan terbatas. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 01:02 WIB

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Selasa, 3 November 2026 - 06:05 WIB

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 01:04 WIB

Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Berita Terbaru