10 Pekerjaan Bergaji Tinggi yang Diprediksi Tahan AI, Gajinya Tembus Rp6 Miliar Setahun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat banyak orang mulai mempertimbangkan kembali pilihan karier. Sejumlah pekerjaan berisiko terdampak otomatisasi, tetapi ada pula profesi yang dinilai memiliki paparan AI relatif rendah sekaligus menawarkan penghasilan tinggi.

Berdasarkan laporan yang dirangkum Business Insider dari proyeksi U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS), terdapat sejumlah pekerjaan yang diperkirakan tetap dibutuhkan dan mengalami pertumbuhan pada periode 2025–2035.

Menariknya, beberapa profesi tersebut menawarkan gaji median lebih dari US$100.000 per tahun. Jika dikonversikan secara sederhana dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS, nilainya setara lebih dari Rp1,6 miliar per tahun.

Namun, perlu dicatat bahwa angka tersebut merupakan gaji median di Amerika Serikat, sehingga tidak dapat dijadikan patokan langsung untuk gaji profesi yang sama di Indonesia.

10 pekerjaan dengan gaji tinggi dan paparan AI relatif rendah

Berikut daftar pekerjaan yang masuk dalam kategori tersebut:

No Pekerjaan Gaji median/tahun Perkiraan tambahan pekerjaan 2025–2035
1 Anesthesiologist US$391.000 1.500
2 Nurse anesthetist US$237.000 5.300
3 Optometrist US$137.000 4.300
4 Physician assistant US$136.000 35.700
5 Elevator & escalator installer/repairer US$110.000 1.400
6 Dental hygienist US$98.000 17.900
7 First-line supervisor pemadam kebakaran US$94.000 3.800
8 Electrical power-line installer/repairer US$95.000 13.600
9 Respiratory therapist US$82.000 12.100
10 Aircraft mechanic & service technician US$80.000 7.500

1. Anesthesiologist

Profesi anestesiolog menjadi salah satu pekerjaan dengan bayaran tertinggi dalam daftar.

Gaji median yang tercatat mencapai sekitar US$391.000 per tahun, atau sekitar Rp6,45 miliar per tahun dengan asumsi kurs Rp16.500 per US$1.

Pekerjaan ini membutuhkan keahlian medis, pengambilan keputusan serta tanggung jawab langsung terhadap pasien. Karakteristik tersebut membuat profesi ini tidak mudah sepenuhnya digantikan oleh AI.

2. Nurse anesthetist

Nurse anesthetist atau tenaga keperawatan yang memiliki spesialisasi anestesi juga masuk daftar pekerjaan dengan penghasilan tinggi.

Baca Juga :  Raksasa Teknologi Siapkan 8.900 Tenaga AI, Profesi Ini Bakal Makin Diburu

Gaji median yang disebut mencapai sekitar US$237.000 per tahun, setara kurang lebih Rp3,91 miliar dengan asumsi kurs yang sama.

3. Optometrist

Optometrist memiliki median gaji sekitar US$137.000 per tahun, atau sekitar Rp2,26 miliar.

Profesi ini berkaitan dengan pemeriksaan mata dan pengelolaan kebutuhan penglihatan pasien. Interaksi langsung serta kebutuhan penilaian profesional menjadi salah satu faktor yang membuat pekerjaan ini relatif sulit diotomatisasi sepenuhnya.

4. Physician assistant

Physician assistant menjadi salah satu profesi yang diperkirakan memiliki pertumbuhan pekerjaan terbesar dalam daftar.

BLS memperkirakan terdapat sekitar 35.700 tambahan pekerjaan pada periode 2025–2035.

Median gajinya sekitar US$136.000 per tahun, atau sekitar Rp2,24 miliar.

5. Teknisi lift dan eskalator

Pekerjaan teknisi pemasangan dan perbaikan lift maupun eskalator juga menarik perhatian.

Profesi ini menawarkan median gaji sekitar US$110.000 per tahun, setara sekitar Rp1,82 miliar.

Pekerjaan lapangan yang membutuhkan kemampuan teknis, mobilitas serta penanganan kondisi fisik di lokasi membuat otomatisasi penuh menjadi lebih sulit.

6. Dental hygienist

Dental hygienist atau tenaga kebersihan dan perawatan gigi memiliki median gaji sekitar US$98.000 per tahun.

Angka tersebut setara kurang lebih Rp1,62 miliar per tahun dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS.

BLS juga memproyeksikan tambahan sekitar 17.900 pekerjaan untuk periode 2025–2035.

7. Supervisor pemadam kebakaran

First-line supervisor untuk pekerja pemadam kebakaran dan pencegahan kebakaran juga masuk daftar.

Median gajinya sekitar US$94.000 per tahun, atau kurang lebih Rp1,55 miliar.

Pekerjaan ini membutuhkan kepemimpinan, koordinasi tim serta pengambilan keputusan dalam situasi lapangan.

8. Teknisi jaringan listrik

Electrical power-line installers and repairers memiliki median gaji sekitar US$95.000 per tahun.

Baca Juga :  Kemenkes Buka Lowongan Kerja IHSS Project 2026, Lulusan S1 Bisa Daftar, Ini Syarat, Posisi, dan Cara Melamarnya

Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp16.500, nilainya sekitar Rp1,57 miliar per tahun.

BLS memperkirakan sekitar 13.600 pekerjaan baru akan muncul pada periode 2025–2035.

9. Respiratory therapist

Respiratory therapist memiliki median gaji sekitar US$82.000 per tahun, setara sekitar Rp1,35 miliar.

Profesi ini berhubungan dengan perawatan pasien yang mengalami gangguan pernapasan sehingga tetap membutuhkan keterampilan klinis dan interaksi langsung dengan pasien.

10. Mekanik pesawat

Aircraft mechanics and service technicians memiliki median gaji sekitar US$80.000 per tahun, atau sekitar Rp1,32 miliar.

Pekerjaan tersebut membutuhkan pemeriksaan, pemeliharaan dan perbaikan komponen pesawat secara langsung.

Apakah pekerjaan-pekerjaan ini benar-benar aman dari AI?

Tidak ada pekerjaan yang bisa disebut 100 persen kebal terhadap AI.

Istilah low AI exposure lebih tepat dipahami sebagai pekerjaan yang memiliki tugas-tugas yang relatif sulit digantikan oleh kemampuan AI saat ini.

AI tetap berpotensi membantu pekerjaan tersebut, misalnya dalam menganalisis informasi, membuat dokumentasi, membantu diagnosis, melakukan perencanaan atau meningkatkan efisiensi.

Dengan demikian, pekerja di masa depan kemungkinan bukan hanya perlu mencari pekerjaan yang “aman dari AI”, tetapi juga mempelajari cara menggunakan AI sebagai alat bantu.

Kesimpulan

Perubahan teknologi membuat keterampilan manusia seperti pengambilan keputusan, pekerjaan fisik di lapangan, interaksi langsung, tanggung jawab profesional dan kemampuan menangani situasi yang tidak terduga tetap memiliki nilai tinggi.

Daftar pekerjaan di atas menunjukkan bahwa profesi di bidang kesehatan, teknis dan pekerjaan lapangan masih memiliki prospek menarik meskipun perkembangan AI berlangsung cepat.

Catatan: seluruh angka gaji dalam artikel ini merupakan median gaji di Amerika Serikat dan bukan standar gaji di Indonesia. Konversi rupiah hanya digunakan untuk memberikan gambaran nilai. (*)

Berita Terkait

Lowongan Kerja Astra International 2026: Accounting Analyst Dibuka untuk Fresh Graduate, Ini Syaratnya
IPB University Buka 117 Lowongan Dosen dan Tendik Kontrak, Cek Syarat dan Jadwalnya
Lowongan Kerja Traveloka September 2026 Dibuka, Cek Posisi, Syarat dan Cara Daftarnya
Seleksi Calon Direktur Perumda Air Minum Tirta Sakti Kerinci 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Jadwal Pendaftaran
Freeport Buka 91 Lowongan Kerja 2026, Ada 17 Posisi untuk Fresh Graduate: Cek Syarat dan Cara Daftar
Job Fair Jakarta Pusat 15-16 September 2026: 37 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan, Cek Cara Daftarnya
Gaji Kerja di Australia 2026: Berapa Penghasilan per Bulan dan Biaya Hidup?
Gaji TKI 2026: Berapa Penghasilan di Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong hingga Australia?
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:02 WIB

Lowongan Kerja Astra International 2026: Accounting Analyst Dibuka untuk Fresh Graduate, Ini Syaratnya

Minggu, 27 September 2026 - 01:02 WIB

IPB University Buka 117 Lowongan Dosen dan Tendik Kontrak, Cek Syarat dan Jadwalnya

Sabtu, 26 September 2026 - 01:02 WIB

Lowongan Kerja Traveloka September 2026 Dibuka, Cek Posisi, Syarat dan Cara Daftarnya

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Seleksi Calon Direktur Perumda Air Minum Tirta Sakti Kerinci 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Jadwal Pendaftaran

Jumat, 11 September 2026 - 11:03 WIB

Freeport Buka 91 Lowongan Kerja 2026, Ada 17 Posisi untuk Fresh Graduate: Cek Syarat dan Cara Daftar

Berita Terbaru