JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat banyak orang mulai mempertimbangkan kembali pilihan karier. Sejumlah pekerjaan berisiko terdampak otomatisasi, tetapi ada pula profesi yang dinilai memiliki paparan AI relatif rendah sekaligus menawarkan penghasilan tinggi.
Berdasarkan laporan yang dirangkum Business Insider dari proyeksi U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS), terdapat sejumlah pekerjaan yang diperkirakan tetap dibutuhkan dan mengalami pertumbuhan pada periode 2025–2035.
Menariknya, beberapa profesi tersebut menawarkan gaji median lebih dari US$100.000 per tahun. Jika dikonversikan secara sederhana dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS, nilainya setara lebih dari Rp1,6 miliar per tahun.
Namun, perlu dicatat bahwa angka tersebut merupakan gaji median di Amerika Serikat, sehingga tidak dapat dijadikan patokan langsung untuk gaji profesi yang sama di Indonesia.
10 pekerjaan dengan gaji tinggi dan paparan AI relatif rendah
Berikut daftar pekerjaan yang masuk dalam kategori tersebut:
| No | Pekerjaan | Gaji median/tahun | Perkiraan tambahan pekerjaan 2025–2035 |
|---|---|---|---|
| 1 | Anesthesiologist | US$391.000 | 1.500 |
| 2 | Nurse anesthetist | US$237.000 | 5.300 |
| 3 | Optometrist | US$137.000 | 4.300 |
| 4 | Physician assistant | US$136.000 | 35.700 |
| 5 | Elevator & escalator installer/repairer | US$110.000 | 1.400 |
| 6 | Dental hygienist | US$98.000 | 17.900 |
| 7 | First-line supervisor pemadam kebakaran | US$94.000 | 3.800 |
| 8 | Electrical power-line installer/repairer | US$95.000 | 13.600 |
| 9 | Respiratory therapist | US$82.000 | 12.100 |
| 10 | Aircraft mechanic & service technician | US$80.000 | 7.500 |
1. Anesthesiologist
Profesi anestesiolog menjadi salah satu pekerjaan dengan bayaran tertinggi dalam daftar.
Gaji median yang tercatat mencapai sekitar US$391.000 per tahun, atau sekitar Rp6,45 miliar per tahun dengan asumsi kurs Rp16.500 per US$1.
Pekerjaan ini membutuhkan keahlian medis, pengambilan keputusan serta tanggung jawab langsung terhadap pasien. Karakteristik tersebut membuat profesi ini tidak mudah sepenuhnya digantikan oleh AI.
2. Nurse anesthetist
Nurse anesthetist atau tenaga keperawatan yang memiliki spesialisasi anestesi juga masuk daftar pekerjaan dengan penghasilan tinggi.
Gaji median yang disebut mencapai sekitar US$237.000 per tahun, setara kurang lebih Rp3,91 miliar dengan asumsi kurs yang sama.
3. Optometrist
Optometrist memiliki median gaji sekitar US$137.000 per tahun, atau sekitar Rp2,26 miliar.
Profesi ini berkaitan dengan pemeriksaan mata dan pengelolaan kebutuhan penglihatan pasien. Interaksi langsung serta kebutuhan penilaian profesional menjadi salah satu faktor yang membuat pekerjaan ini relatif sulit diotomatisasi sepenuhnya.
4. Physician assistant
Physician assistant menjadi salah satu profesi yang diperkirakan memiliki pertumbuhan pekerjaan terbesar dalam daftar.
BLS memperkirakan terdapat sekitar 35.700 tambahan pekerjaan pada periode 2025–2035.
Median gajinya sekitar US$136.000 per tahun, atau sekitar Rp2,24 miliar.
5. Teknisi lift dan eskalator
Pekerjaan teknisi pemasangan dan perbaikan lift maupun eskalator juga menarik perhatian.
Profesi ini menawarkan median gaji sekitar US$110.000 per tahun, setara sekitar Rp1,82 miliar.
Pekerjaan lapangan yang membutuhkan kemampuan teknis, mobilitas serta penanganan kondisi fisik di lokasi membuat otomatisasi penuh menjadi lebih sulit.
6. Dental hygienist
Dental hygienist atau tenaga kebersihan dan perawatan gigi memiliki median gaji sekitar US$98.000 per tahun.
Angka tersebut setara kurang lebih Rp1,62 miliar per tahun dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS.
BLS juga memproyeksikan tambahan sekitar 17.900 pekerjaan untuk periode 2025–2035.
7. Supervisor pemadam kebakaran
First-line supervisor untuk pekerja pemadam kebakaran dan pencegahan kebakaran juga masuk daftar.
Median gajinya sekitar US$94.000 per tahun, atau kurang lebih Rp1,55 miliar.
Pekerjaan ini membutuhkan kepemimpinan, koordinasi tim serta pengambilan keputusan dalam situasi lapangan.
8. Teknisi jaringan listrik
Electrical power-line installers and repairers memiliki median gaji sekitar US$95.000 per tahun.
Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp16.500, nilainya sekitar Rp1,57 miliar per tahun.
BLS memperkirakan sekitar 13.600 pekerjaan baru akan muncul pada periode 2025–2035.
9. Respiratory therapist
Respiratory therapist memiliki median gaji sekitar US$82.000 per tahun, setara sekitar Rp1,35 miliar.
Profesi ini berhubungan dengan perawatan pasien yang mengalami gangguan pernapasan sehingga tetap membutuhkan keterampilan klinis dan interaksi langsung dengan pasien.
10. Mekanik pesawat
Aircraft mechanics and service technicians memiliki median gaji sekitar US$80.000 per tahun, atau sekitar Rp1,32 miliar.
Pekerjaan tersebut membutuhkan pemeriksaan, pemeliharaan dan perbaikan komponen pesawat secara langsung.
Apakah pekerjaan-pekerjaan ini benar-benar aman dari AI?
Tidak ada pekerjaan yang bisa disebut 100 persen kebal terhadap AI.
Istilah low AI exposure lebih tepat dipahami sebagai pekerjaan yang memiliki tugas-tugas yang relatif sulit digantikan oleh kemampuan AI saat ini.
AI tetap berpotensi membantu pekerjaan tersebut, misalnya dalam menganalisis informasi, membuat dokumentasi, membantu diagnosis, melakukan perencanaan atau meningkatkan efisiensi.
Dengan demikian, pekerja di masa depan kemungkinan bukan hanya perlu mencari pekerjaan yang “aman dari AI”, tetapi juga mempelajari cara menggunakan AI sebagai alat bantu.
Kesimpulan
Perubahan teknologi membuat keterampilan manusia seperti pengambilan keputusan, pekerjaan fisik di lapangan, interaksi langsung, tanggung jawab profesional dan kemampuan menangani situasi yang tidak terduga tetap memiliki nilai tinggi.
Daftar pekerjaan di atas menunjukkan bahwa profesi di bidang kesehatan, teknis dan pekerjaan lapangan masih memiliki prospek menarik meskipun perkembangan AI berlangsung cepat.
Catatan: seluruh angka gaji dalam artikel ini merupakan median gaji di Amerika Serikat dan bukan standar gaji di Indonesia. Konversi rupiah hanya digunakan untuk memberikan gambaran nilai. (*)









