KERINCI — Menghadapi musim kemarau dan potensi meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat, Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci meningkatkan kesiapsiagaan melalui Satuan Tugas (Satgas) Kemarau.
Satgas tersebut disiapkan untuk memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan serta merespons dengan cepat apabila terjadi gangguan distribusi maupun keterbatasan sumber air.
Dalam informasi yang disampaikan Perumda Tirta Sakti, kesiapsiagaan dilakukan dengan prinsip siaga 24 jam melayani masyarakat. Langkah ini mencakup pemantauan sumber air, optimalisasi sistem distribusi hingga penyaluran air menggunakan armada tangki.
Tiga Langkah Utama Hadapi Kemarau
Perumda Tirta Sakti menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi kondisi kemarau.
Pertama, pemantauan sumber air. Ketersediaan sumber air menjadi perhatian utama agar potensi penurunan debit dapat diketahui lebih awal.
Kedua, optimalisasi distribusi. Pengelolaan distribusi dilakukan untuk menjaga agar pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan secara optimal di tengah kemungkinan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Ketiga, penyaluran air melalui armada tangki. Apabila terjadi kondisi yang menyebabkan pasokan air tidak mencukupi atau distribusi mengalami gangguan, armada tangki disiapkan sebagai salah satu langkah pelayanan darurat.
Perumda Tirta Sakti menegaskan kesiapan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Kerinci.
Masyarakat Diminta Segera Melaporkan Gangguan
Selain melakukan pemantauan internal, masyarakat juga diimbau segera menyampaikan laporan apabila mengalami gangguan pelayanan air.
Pengaduan menjadi penting terutama ketika terjadi air tidak mengalir, tekanan air menurun, gangguan jaringan, maupun persoalan distribusi lainnya.
Perumda Tirta Sakti menyediakan sejumlah kontak person pelayanan dan pelaporan gangguan yang tercantum dalam pengumuman Satgas Kemarau.
Kontak yang ditampilkan antara lain Zairusman, Nilma Dewi, Sadli Umar (Kacab Siulak), Golkar Yadi (Kacab Semurup), Siom Ridodi (Kacab Gunung Kerinci), dan Barlian (Kacab Hiang).
Masyarakat dapat menggunakan saluran pengaduan tersebut sesuai wilayah dan kebutuhan pelayanan.
Siaga Air Bersih Saat Kemarau
Musim kemarau dapat memberikan tekanan terhadap ketersediaan air, terutama ketika debit sumber air mengalami penurunan. Karena itu, kesiapan perusahaan penyedia air minum menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik.
Dengan adanya Satgas Kemarau, Perumda Tirta Sakti berupaya mempercepat penanganan apabila muncul persoalan di lapangan.
Pesan yang disampaikan perusahaan kepada masyarakat adalah bahwa pelayanan tetap menjadi prioritas, dengan dukungan pemantauan sumber air, optimalisasi distribusi dan penyaluran air menggunakan tangki bila diperlukan.
“Air bersih hari ini, kehidupan lebih baik esok hari.”
Tips Menghemat Air Saat Musim Kemarau
Masyarakat juga dapat membantu menjaga ketersediaan air dengan melakukan penghematan, antara lain:
- Gunakan air sesuai kebutuhan.
- Perbaiki keran atau pipa yang bocor.
- Hindari membiarkan keran terbuka tanpa keperluan.
- Gunakan kembali air yang masih layak untuk kebutuhan tertentu.
- Simpan cadangan air secukupnya untuk kebutuhan penting.
- Segera laporkan gangguan distribusi kepada pihak Perumda.
FAQ Satgas Kemarau Perumda Tirta Sakti Kerinci
1. Mengapa Perumda Tirta Sakti membentuk Satgas Kemarau?
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan pasokan dan distribusi air selama musim kemarau.
2. Apakah Satgas Kemarau melayani masyarakat selama 24 jam?
Informasi yang dipublikasikan Perumda Tirta Sakti menyebutkan kesiapsiagaan pelayanan 24 jam.
3. Apa yang dilakukan ketika pasokan air mengalami gangguan?
Perumda menyiapkan pemantauan sumber air, optimalisasi distribusi dan penyaluran air menggunakan armada tangki apabila diperlukan.
4. Bagaimana masyarakat melaporkan gangguan air?
Masyarakat dapat menghubungi kontak person pelayanan dan pelaporan gangguan yang disediakan Perumda Tirta Sakti sesuai wilayah pelayanan.
5. Apa yang harus dilakukan masyarakat selama kemarau?
Masyarakat dianjurkan menggunakan air secara bijak, menghindari pemborosan dan segera melaporkan gangguan pelayanan (*)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









