JAKARTA-NVIDIA earnings 26 Agustus 2026 menjadi salah satu agenda paling ditunggu investor global. Perusahaan semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat itu akan merilis laporan keuangan kuartal II tahun fiskal 2027 setelah perdagangan bursa AS berakhir.
NVIDIA mengonfirmasi bahwa laporan keuangan kuartal II FY2027 akan diumumkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan conference call pada pukul 14.00 waktu Pacific Time atau 17.00 Eastern Time.
Bagi investor Indonesia, hasil tersebut akan menjadi perhatian pada malam hingga dinihari WIB karena perdagangan saham Amerika Serikat berlangsung pada malam hari waktu Indonesia.
NVIDIA Earnings 26 Agustus 2026, Berapa Prediksi Revenue?
Salah satu angka yang paling ditunggu adalah pendapatan atau revenue NVIDIA.
Konsensus analis menjelang laporan berada di sekitar US$92 miliar, meskipun terdapat perbedaan kecil antar sumber. Reuters melaporkan estimasi sekitar US$92,18 miliar, sementara sejumlah konsensus pasar berada di kisaran US$91,9–US$92,1 miliar.
Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya pertumbuhan bisnis AI NVIDIA. Investor bukan hanya melihat apakah NVIDIA mencetak revenue besar, tetapi apakah pertumbuhan tersebut masih mampu mengalahkan ekspektasi Wall Street.
Perusahaan sebelumnya memberikan panduan revenue sekitar US$91 miliar plus atau minus 2% untuk kuartal tersebut.
Dengan demikian, perhatian pasar akan tertuju pada tiga kemungkinan:
- Revenue di atas ekspektasi.
- Revenue sesuai ekspektasi.
- Revenue di bawah ekspektasi.
Prediksi EPS NVIDIA
Selain revenue, earnings per share (EPS) menjadi indikator penting.
Konsensus pasar menjelang laporan berada di sekitar US$2,08–US$2,09 per saham, dengan beberapa estimasi menempatkannya sedikit berbeda.
Jika NVIDIA mampu mengalahkan estimasi revenue sekaligus EPS dan memberikan guidance yang kuat, investor dapat menilai bahwa siklus investasi AI masih mempunyai ruang pertumbuhan.
Sebaliknya, hasil yang hanya sedikit lebih baik dari konsensus belum tentu otomatis membuat saham NVDA naik. Pasar saham sering kali bereaksi terhadap selisih antara hasil aktual dan ekspektasi, bukan hanya terhadap angka laba absolut.
Data Center Jadi Kunci Utama
Investor juga akan mencermati kinerja bisnis Data Center.
Bisnis ini menjadi pusat pertumbuhan NVIDIA karena perusahaan teknologi besar di dunia terus meningkatkan belanja untuk pusat data AI, GPU, cloud computing dan infrastruktur kecerdasan buatan.
Reuters menyebut pertumbuhan revenue NVIDIA pada kuartal ini terutama didorong oleh lonjakan penjualan data center.
Karena itu, angka Data Center dapat menjadi salah satu katalis paling penting bagi harga saham NVDA setelah earnings.
Blackwell dan Rubin Jadi Perhatian Investor
Pasar juga akan mencari informasi terbaru mengenai Blackwell dan generasi berikutnya, Vera Rubin.
Reuters melaporkan bahwa Vera Rubin menjadi salah satu fokus investor karena chip generasi berikutnya tersebut diperkirakan mulai dikirim pada musim gugur 2026.
Investor ingin mengetahui apakah permintaan AI masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan NVIDIA ketika perusahaan memasuki generasi produk berikutnya.
Jika manajemen memberikan komentar positif mengenai permintaan Blackwell dan prospek Rubin, sentimen terhadap saham NVDA dapat ikut terdorong.
Saham NVDA Bisa Bergerak Tajam
Laporan earnings NVIDIA berpotensi menyebabkan pergerakan harga saham yang besar.
Menurut Reuters, pasar opsi memperkirakan saham NVIDIA dapat bergerak sekitar 5,4% ke salah satu arah setelah laporan, yang setara dengan perubahan nilai pasar sekitar US$280 miliar.
Artinya, investor harus bersiap terhadap dua skenario.
Jika NVIDIA Mengalahkan Ekspektasi
Skenario bullish dapat terjadi apabila NVIDIA:
- mencatat revenue di atas konsensus;
- EPS melampaui perkiraan;
- Data Center tumbuh kuat;
- memberikan guidance positif;
- menunjukkan permintaan Blackwell yang kuat;
- memberikan prospek positif untuk Rubin.
Kombinasi tersebut dapat memperkuat sentimen terhadap NVDA dan saham AI lainnya.
Jika NVIDIA Gagal Memenuhi Ekspektasi
Risiko sebaliknya muncul jika pertumbuhan revenue melambat, margin tertekan atau guidance perusahaan mengecewakan investor.
Bahkan hasil yang secara nominal sangat besar bisa memicu aksi jual apabila angka tersebut sudah terlalu banyak diperhitungkan dalam harga saham.
Inilah sebabnya “beat earnings” tidak selalu berarti saham otomatis naik.
China dan Regulasi Chip AS
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah China.
Pembatasan ekspor chip AI Amerika Serikat ke China tetap menjadi salah satu risiko bagi NVIDIA. Investor akan memperhatikan apakah kebijakan perdagangan dan ekspor dapat memengaruhi penjualan perusahaan ke pasar tersebut.
Ketidakpastian geopolitik juga dapat membuat pasar memberikan valuasi yang berbeda terhadap pertumbuhan NVIDIA.
Dampak NVIDIA Earnings ke Saham AI
Hasil NVIDIA tidak hanya penting bagi pemegang saham NVDA.
NVIDIA merupakan salah satu indikator utama kesehatan industri AI. Karena itu, hasil laporan dapat memengaruhi sentimen terhadap perusahaan semikonduktor dan teknologi lainnya.
Beberapa saham yang kemungkinan ikut diperhatikan investor antara lain:
- AMD
- Broadcom
- Micron
- saham perusahaan cloud
- perusahaan data center
- perusahaan semikonduktor lainnya
Pergerakan saham teknologi pada Selasa menjelang earnings juga menunjukkan bahwa pasar memang sedang menunggu laporan NVIDIA. Reuters melaporkan saham teknologi menguat menjelang hasil kuartalan tersebut.
Apakah Saham NVIDIA Akan Naik Setelah Earnings?
Belum ada yang dapat memastikan arah NVDA sebelum laporan resmi keluar.
Namun, investor dapat menggunakan pendekatan sederhana:
Revenue + EPS + Guidance + Data Center + Margin + Prospek AI = faktor utama reaksi pasar.
Jika seluruh indikator tersebut positif, peluang sentimen bullish menjadi lebih kuat.
Sebaliknya, apabila NVIDIA memberikan hasil bagus tetapi guidance mengecewakan, saham tetap dapat mengalami tekanan.
Karena itu, jangan hanya melihat headline “NVIDIA mencetak laba besar”. Baca seluruh laporan dan perhatikan proyeksi manajemen.
Kapan Hasil NVIDIA Earnings Keluar?
NVIDIA menjadwalkan hasil Q2 FY2027 pada 26 Agustus 2026. Conference call berlangsung pukul 14.00 PT / 17.00 ET.
Waktu tersebut berarti pembaca Indonesia perlu memperhatikan waktu Amerika Serikat karena hasil laporan dirilis setelah perdagangan reguler AS.
Untuk pembaca Indonesia, pencarian seperti “NVIDIA earnings hari ini”, “hasil NVIDIA Q2 2027”, “NVDA setelah earnings”, “saham NVIDIA naik atau turun”, dan “harga saham NVIDIA setelah laporan keuangan” berpotensi meningkat ketika laporan resmi keluar.
Kesimpulan
NVIDIA earnings 26 Agustus 2026 menjadi salah satu laporan keuangan paling penting bagi pasar saham global.
Wall Street memperkirakan revenue sekitar US$92 miliar dan EPS sekitar US$2,08–US$2,09, sementara investor akan memberikan perhatian khusus pada Data Center, Blackwell, Rubin, margin, China dan guidance kuartal berikutnya.
Pasar opsi memperkirakan potensi pergerakan sekitar 5,4% untuk saham NVDA setelah laporan.
Dengan kata lain, NVIDIA earnings bukan sekadar laporan keuangan sebuah perusahaan. Hasilnya dapat menjadi barometer apakah ledakan investasi AI masih berlanjut atau mulai memasuki fase yang lebih sulit.
FAQ NVIDIA Earnings 26 Agustus 2026
Kapan NVIDIA earnings 2026 diumumkan?
NVIDIA dijadwalkan merilis laporan Q2 FY2027 pada 26 Agustus 2026 setelah pasar AS tutup.
Berapa prediksi revenue NVIDIA?
Konsensus pasar berada di sekitar US$92 miliar.
Berapa prediksi EPS NVIDIA?
Konsensus berada sekitar US$2,08–US$2,09 per saham.
Apakah NVDA pasti naik setelah earnings?
Tidak. Harga saham bergantung pada hasil aktual dibandingkan ekspektasi serta guidance manajemen.
Apa yang paling penting selain EPS?
Revenue, Data Center, gross margin, guidance, permintaan Blackwell, perkembangan Rubin dan prospek belanja AI.
Apakah earnings NVIDIA bisa memengaruhi saham AI lain?
Ya. Karena NVIDIA merupakan pemain utama infrastruktur AI, hasil dan prospeknya dapat memengaruhi sentimen terhadap sektor semikonduktor dan teknologi secara lebih luas.
Apakah artikel ini merupakan rekomendasi membeli saham NVDA?
Tidak. Artikel ini merupakan informasi dan analisis pasar, bukan rekomendasi investasi. Investor perlu mempertimbangkan risiko dan melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan. (*)
Editor : Fanda Yosephta









