WASHINGTON — Federal Reserve akhirnya merilis FOMC Minutes rapat 28–29 Juli 2026. Dokumen tersebut menunjukkan kekhawatiran pejabat Fed terhadap inflasi semakin meningkat.
Dalam rapat tersebut, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50% hingga 3,75%. Namun, keputusan itu tidak sepenuhnya bulat karena tiga pejabat mendukung kenaikan 25 basis poin.
Minutes menunjukkan beberapa pejabat menilai tekanan harga masih cukup luas. Mereka menilai kebijakan moneter lebih ketat diperlukan jika inflasi tidak kembali menuju target 2 persen.
Bahkan, sejumlah pejabat memperingatkan risiko terlambat bertindak. Menurut Minutes, penundaan dapat membuat Fed membutuhkan pengetatan yang lebih besar pada periode berikutnya.
Sinyal tersebut membuat peluang pemangkasan bunga semakin kecil. Reuters melaporkan Minutes tidak menunjukkan dukungan untuk penurunan bunga dalam pembahasan rapat Juli.
Untuk emas, kondisi tersebut menjadi sinyal yang perlu diperhatikan investor. Sikap Fed yang lebih hawkish dapat meningkatkan tekanan melalui kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar.
Bitcoin juga menghadapi risiko serupa karena aset kripto sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas dan ekspektasi suku bunga. Namun, pergerakannya tetap dipengaruhi sentimen pasar dan arus dana kripto.
Dampaknya ke rupiah, KPR, dan deposito Indonesia tidak terjadi secara langsung. Perubahan ekspektasi Fed dapat memengaruhi dolar, pasar obligasi, biaya dana, serta keputusan perbankan domestik. Karena itu, konsumen perlu melihat kebijakan Bank Indonesia dan bank masing-masing sebelum mengambil keputusan keuangan. (*)









