Zyrex APEX Jadi Mini Workstation AI Lokal, Bisa Jalankan LLM hingga 120B

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI – Kebutuhan komputasi artificial intelligence (AI) secara lokal semakin berkembang, terutama di kalangan perusahaan dan pengembang yang membutuhkan kontrol lebih besar terhadap data. Melihat kebutuhan tersebut, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk memperkenalkan Zyrex APEX, sebuah mini workstation yang dirancang untuk menjalankan berbagai beban kerja AI secara lokal.

Zyrex menyebut APEX sebagai merek Indonesia pertama yang menghadirkan mini workstation AI berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395. Perangkat ini menggabungkan prosesor, GPU, dan NPU dalam sebuah perangkat berukuran ringkas.

Salah satu daya tarik utama Zyrex APEX adalah kapasitas 128GB unified memory. Memori tersebut menggunakan LPDDR5X-8000 dengan bandwidth hingga 256GB/s dan dapat digunakan bersama oleh CPU maupun GPU.

Dengan kapasitas memori yang besar, perangkat ini ditujukan untuk menjalankan model AI secara lokal, termasuk large language model (LLM), tanpa selalu bergantung pada layanan komputasi berbasis cloud.

Dirancang untuk Private Local AI

Chief Marketing Officer Zyrex, Aliudin Sutedja, mengatakan Zyrex APEX dikembangkan untuk membantu perusahaan dan pengembang memanfaatkan AI dengan kendali yang lebih besar terhadap data dan infrastruktur.

Konsep yang diusung adalah Private Local AI, yakni model AI, data, serta proses inferensi dapat dijalankan pada perangkat atau infrastruktur yang dikelola sendiri.

Pendekatan tersebut dapat menjadi pilihan bagi organisasi yang memiliki kebutuhan pengolahan dokumen internal atau data sensitif. Dalam penerapan yang sepenuhnya lokal, dokumen perusahaan tidak harus dikirimkan ke layanan AI publik.

Zyrex APEX juga dapat dimanfaatkan sebagai fondasi untuk membangun sistem private Retrieval-Augmented Generation (RAG). Teknologi ini memungkinkan AI menghasilkan jawaban berdasarkan basis pengetahuan internal, misalnya dokumen perusahaan, arsip, maupun informasi operasional.

Penggunaannya mencakup pengembangan asisten AI internal, pencarian dan analisis dokumen, penyusunan dokumen, pengembangan perangkat lunak, hingga aktivitas coding.

Mengandalkan Ryzen AI Max+ 395

Dari sisi pemrosesan, Zyrex APEX menggunakan AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan 16 core dan 32 thread. Prosesor tersebut memiliki boost clock hingga 5,1 GHz dan menggunakan arsitektur Zen 5.

Baca Juga :  AI Bikin Pekerjaan Kantoran Terancam, Bisnis Franchise Malah Jadi Mesin Uang Baru Anak Muda

Untuk kebutuhan grafis dan akselerasi AI, perangkat mengandalkan AMD Radeon 8060S Graphics dengan 40 compute units berbasis arsitektur RDNA 3.5.

Kombinasi CPU, GPU, dan NPU tersebut diklaim menghasilkan kemampuan komputasi AI hingga 126 TOPS. Sementara itu, NPU-nya memiliki kemampuan hingga 50 TOPS.

TOPS atau trillion operations per second merupakan salah satu metrik yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan pemrosesan komputasi AI.

Namun, angka performa tersebut tidak otomatis berarti semua aplikasi AI akan menghasilkan performa yang sama. Hasil aktual tetap bergantung pada model yang digunakan, software, sistem operasi, inference engine, hingga konfigurasi memori.

Memori 128GB Bisa Diakses CPU dan GPU

Kapasitas unified memory 128GB menjadi salah satu fitur yang ditonjolkan Zyrex pada APEX.

Dalam konfigurasi tertentu, hingga sekitar 120GB dari memori tersebut dapat diakses GPU. Hal ini memungkinkan perangkat menangani workload AI yang membutuhkan kapasitas memori cukup besar.

Kemampuan tersebut membuat Zyrex APEX tidak hanya ditujukan untuk pekerjaan kantor biasa. Perangkat juga diarahkan untuk kebutuhan pengembangan dan pengujian model AI lokal.

Untuk penggunaan LLM, Zyrex menyebut APEX dapat menangani model mulai dari kelas 7B hingga 32B parameter. Perangkat juga disebut dapat digunakan untuk model yang jauh lebih besar, hingga sekitar 120B parameter, termasuk GPT-OSS 120B, dengan konfigurasi quantization dan software inference yang sesuai.

Meski demikian, kapasitas model yang dapat dijalankan bukan satu-satunya faktor penentu. Panjang context window, tingkat quantization, arsitektur model, inference engine, sistem operasi, serta pembagian memori turut memengaruhi kemampuan dan performanya.

Ukuran Ringkas, Cocok untuk Workstation AI

Zyrex APEX membawa konsep workstation dengan ukuran yang lebih ringkas. Dimensinya sekitar 200 × 69,5 × 226 mm.

Dengan desain tersebut, Zyrex ingin menghadirkan kemampuan komputasi AI yang biasanya membutuhkan perangkat lebih besar dalam bentuk mini workstation.

Baca Juga :  Gaya Berkendara Halus Bikin Mobil Lebih Tahan Lama, Begini Caranya

Perangkat ini juga dibekali SSD NVMe 1TB serta tiga slot M.2 NVMe untuk ekspansi penyimpanan.

Untuk konektivitas, tersedia USB4, HDMI, serta dua port Ethernet 10GbE. Zyrex juga menyebut APEX mendukung penggunaan hingga empat layar.

Sementara untuk sistem operasi, pengguna dapat memilih Windows 11 maupun Linux, sehingga workstation dapat disesuaikan dengan kebutuhan software dan lingkungan pengembangan masing-masing.

Bisa Digunakan untuk Coding hingga Analisis Dokumen

Target pengguna Zyrex APEX cukup luas. Selain perusahaan, perangkat ini ditujukan bagi developer dan profesional yang membutuhkan komputasi AI lokal.

Skenarionya antara lain menjalankan asisten AI internal, melakukan pencarian informasi dari kumpulan dokumen perusahaan, menganalisis data, membuat dokumen, serta mengembangkan aplikasi berbasis AI.

Bagi developer, keberadaan CPU 16-core, GPU Radeon 8060S dan kapasitas memori besar dapat menjadi fondasi untuk eksperimen model AI maupun pengembangan aplikasi yang membutuhkan akselerasi komputasi.

Konsep private AI juga memberikan alternatif bagi organisasi yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap pemrosesan cloud, terutama ketika aspek tata kelola dan kontrol data menjadi pertimbangan penting.

Zyrex Perluas Portofolio Perangkat AI

Peluncuran APEX menandai langkah Zyrex untuk memperluas portofolio perangkat komputasi yang menyasar perkembangan teknologi AI.

Perusahaan teknologi asal Indonesia tersebut melihat kebutuhan terhadap AI bukan hanya berasal dari pengguna individual, tetapi juga dari perusahaan dan institusi yang ingin membangun sistem AI dengan infrastruktur sendiri.

Dengan kombinasi 128GB unified memory, Ryzen AI Max+ 395, Radeon 8060S dan NPU, Zyrex APEX diposisikan sebagai solusi mini workstation untuk kebutuhan AI lokal.

Namun, performa sebenarnya dalam menjalankan model AI tetap akan bergantung pada jenis model, optimasi software, quantization, sistem operasi, serta konfigurasi perangkat yang digunakan.

Zyrex belum mencantumkan informasi harga APEX dalam materi peluncuran tersebut. Karena itu, calon pengguna masih perlu menunggu informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan perangkat di pasar Indonesia.

Berita Terkait

iPhone 18 Pro Max Kehilangan Jaringan di AT&T, Ini Solusi dari Apple
Rekomendasi HP Rp3 Jutaan untuk CapCut, RAM 8GB Storage 256GB
iPhone 18 Pro Segera Masuk Indonesia, Pre-Order Mulai 7 Oktober 2026
Mau Beli PS5 Pro di Jepang? Akun PlayStation Wajib Punya 60 Jam Bermain
Google Mulai Bayar Penerbit Konten, Nilainya Bisa Capai Rp17 Miliar
Diskon Motor Listrik Honda Oktober 2026, CUV e: Dapat Potongan hingga Rp24 Juta
China Perketat Perjalanan Talenta AI, Keluarga Eksekutif Disebut Wajib Izin
MacBook Pro OLED Touchscreen Segera Hadir? Ini Bocoran Terbarunya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Zyrex APEX Jadi Mini Workstation AI Lokal, Bisa Jalankan LLM hingga 120B

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:00 WIB

iPhone 18 Pro Max Kehilangan Jaringan di AT&T, Ini Solusi dari Apple

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:00 WIB

iPhone 18 Pro Segera Masuk Indonesia, Pre-Order Mulai 7 Oktober 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Mau Beli PS5 Pro di Jepang? Akun PlayStation Wajib Punya 60 Jam Bermain

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Google Mulai Bayar Penerbit Konten, Nilainya Bisa Capai Rp17 Miliar

Berita Terbaru