SUNGAIPENUH-Harga daging ayam potong di Kota Sungai Penuh, Jambi, mengalami kenaikan tajam. Harga yang sebelumnya sekitar Rp38 ribu kini disebut mencapai Rp54 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dirasakan masyarakat saat berbelanja di Pasar Tanjung Bajure. Kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan ikut meningkat.
Seorang warga Sungai Penuh, Wati, mengatakan kenaikan harga ayam membuat keluarganya harus mengurangi konsumsi. Menurut dia, membeli ayam kini tidak lagi dilakukan sesering sebelumnya.
“Sekarang makan ayam di rumah sekali-sekali saja. Sejak MBG ini harga daging ayam potong naik menjulang,” ujar Wati kepada wartawan.
Jika dibandingkan harga sebelumnya, kenaikan dari Rp38 ribu menjadi Rp54 ribu mencapai Rp16 ribu per kilogram. Artinya, konsumen harus membayar sekitar 42 persen lebih mahal untuk jumlah ayam yang sama.
Warga kemudian mengaitkan kenaikan tersebut dengan meningkatnya kebutuhan ayam setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan. Namun, hubungan langsung antara MBG dan kenaikan harga belum dapat dipastikan tanpa data pasokan serta permintaan.
Sebelumnya, pemerintah daerah memang melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Tanjung Bajure. Pada Februari 2026, Satgas Pangan mencatat adanya kenaikan ayam potong yang saat itu dipengaruhi faktor distribusi.
Pasar Tanjung Bajure sendiri menjadi salah satu pusat perdagangan kebutuhan pokok di Kota Sungai Penuh. Pemerintah juga telah melakukan penataan serta relokasi pedagang ayam ke area pasar.
Kenaikan harga ayam perlu menjadi perhatian karena komoditas tersebut merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat. Warga berharap pemerintah mengecek rantai pasokan, biaya distribusi, serta ketersediaan ayam agar harga kembali terjangkau.
Bagi keluarga dengan anggaran terbatas, kenaikan Rp16 ribu per kilogram cukup terasa. Karena itu, masyarakat berharap ada langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan tanpa mengganggu keberlanjutan program pemenuhan gizi masyarakat. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









