KAYONEWS.CO.ID — Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 17 Agustus 2026. Penguatan tersebut terjadi bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Berdasarkan data pasar yang dikutip dari Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.806 per dolar AS pada pukul 10.31 WIB. Posisi tersebut menguat 21 poin atau sekitar 0,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS di pasar global. Kondisi tersebut muncul setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan tanda perlambatan.
Data konsumen AS menjadi salah satu perhatian pasar. Penurunan data tersebut meningkatkan spekulasi bahwa tekanan inflasi dan kebutuhan kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang.
Selain itu, penjualan ritel AS juga mengalami penurunan secara bulanan. Kondisi tersebut membuat investor kembali memperhitungkan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang.
Pengamat pasar menilai The Fed masih berpeluang mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Namun, peluang pemangkasan suku bunga pada September kembali terbuka jika data ekonomi terus melemah.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak menjadi risiko bagi pergerakan rupiah. Harga minyak mentah kembali berada di atas US$80 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan inflasi.
FAQ: Mengapa rupiah menguat pada 17 Agustus 2026? Rupiah menguat karena dolar AS melemah setelah data ekonomi Amerika menunjukkan perlambatan.
Berapa kurs rupiah hari ini? Rupiah berada di sekitar Rp17.806 per dolar AS berdasarkan data pasar pada pukul 10.31 WIB. Apakah rupiah bisa kembali menguat? Pergerakannya tetap bergantung pada kebijakan The Fed, data ekonomi AS, harga minyak, dan kondisi pasar global.
Apa risiko terbesar bagi rupiah? Salah satu risikonya adalah kenaikan harga minyak serta meningkatnya ketegangan geopolitik global. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









