Kenapa Frekuensi 3,5 GHz Penting untuk 5G Indonesia? Ini Penjelasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI-Pengembangan jaringan 5G di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan spektrum frekuensi yang dapat digunakan operator seluler.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas jaringan internet nasional, frekuensi 3,5 GHz dinilai memiliki peran penting. Pita frekuensi tersebut bahkan disebut sebagai spektrum emas karena mampu memberikan keseimbangan antara jangkauan, kapasitas, dan kecepatan jaringan.

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menilai ketersediaan spektrum 3,5 GHz dapat membantu mendorong adopsi 5G di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tingkat adopsi 5G di Indonesia masih berada di bawah 10 persen, meskipun layanan generasi kelima tersebut telah dikomersialkan sejak 2021.

Mengapa Frekuensi 3,5 GHz Penting untuk 5G?

Secara sederhana, 3,5 GHz merupakan frekuensi mid-band. Posisinya berada di antara frekuensi rendah yang memiliki jangkauan lebih luas dan frekuensi tinggi yang menawarkan kapasitas sangat besar tetapi cakupannya lebih terbatas.

Karakteristik tersebut membuat 3,5 GHz menarik untuk pengembangan jaringan 5G.

Dengan spektrum yang cukup lebar, operator dapat meningkatkan kapasitas jaringan tanpa harus kehilangan jangkauan secara drastis.

Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir mengatakan Indonesia ke depan membutuhkan spektrum 3,5 GHz dengan lebar sekitar 200 hingga 250 MHz agar pengembangan 5G dapat berlangsung lebih optimal.

Kebutuhan tersebut berkaitan dengan karakteristik teknologi 5G yang membutuhkan spektrum lebih lebar untuk memaksimalkan kapasitas jaringan.

3,5 GHz Jadi Fondasi 5G di Banyak Negara

Frekuensi 3,5 GHz telah banyak digunakan sebagai salah satu fondasi jaringan 5G di berbagai negara.

Pita tersebut memiliki karakteristik yang cukup ideal untuk memenuhi kebutuhan jaringan generasi kelima, terutama karena dapat memberikan kombinasi antara coverage dan capacity.

Sejumlah negara di kawasan Asia-Pasifik bahkan telah memanfaatkan pita 3,5 GHz secara khusus untuk layanan 5G, termasuk Korea Selatan, Malaysia, Kamboja, Selandia Baru, dan Taiwan.

Penggunaan tersebut menunjukkan bahwa spektrum mid-band mempunyai posisi penting dalam pembangunan ekosistem 5G.

Bedanya 700 MHz dan 3,5 GHz

Pengembangan jaringan 5G tidak hanya bergantung pada satu pita frekuensi.

Frekuensi 700 MHz memiliki keunggulan dalam hal jangkauan. Gelombang pada frekuensi rendah relatif lebih baik dalam menjangkau wilayah yang luas dan menembus bangunan.

Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire Terbaru Hari Ini, Hadiah Gratis Menanti

Karena karakteristik tersebut, 700 MHz lebih cocok digunakan untuk memperluas cakupan jaringan.

Sementara itu, 3,5 GHz lebih unggul dari sisi kapasitas. Spektrum ini dapat membantu operator menangani trafik data dalam jumlah besar, terutama di kawasan perkotaan dengan kepadatan pengguna tinggi.

Dengan demikian, kedua frekuensi tersebut dapat memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam pengembangan jaringan seluler.

3,5 GHz Bisa Tingkatkan Kecepatan Internet

Ketersediaan spektrum 3,5 GHz dalam jumlah yang memadai berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan internet.

Operator dapat memperoleh kapasitas jaringan lebih besar sehingga kecepatan unduh berpotensi meningkat. Pada saat yang sama, kepadatan trafik di wilayah dengan jumlah pengguna tinggi dapat ditekan.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan ketika pengguna mengakses media sosial atau melakukan aktivitas internet sehari-hari.

Jaringan dengan kapasitas besar dan latensi rendah juga penting untuk berbagai layanan seperti:

  • streaming video resolusi tinggi;
  • cloud gaming;
  • video conference;
  • layanan berbasis cloud;
  • Internet of Things (IoT);
  • smart city;
  • otomasi industri;
  • aplikasi industri berbasis 5G.

Karena itu, ketersediaan spektrum 3,5 GHz menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan perkembangan ekosistem 5G Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Mengapa Indonesia Belum Bisa Menggunakan 3,5 GHz untuk 5G?

Meski memiliki potensi besar, Indonesia belum dapat langsung menggunakan frekuensi 3,5 GHz untuk layanan 5G komersial.

Pasalnya, spektrum tersebut saat ini masih digunakan untuk layanan satelit.

Pemerintah perlu melakukan kajian terlebih dahulu untuk menentukan peruntukan dan skema pemanfaatan spektrum tersebut.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan pita 3,5 GHz.

Namun, pemerintah belum menetapkan jadwal lelang untuk frekuensi tersebut karena masih menunggu kajian yang lebih komprehensif, termasuk mengenai peruntukan band dan penggunaan spektrum saat ini.

Artinya, masyarakat masih perlu menunggu keputusan pemerintah mengenai kapan dan bagaimana spektrum 3,5 GHz dapat digunakan untuk memperkuat jaringan 5G nasional.

Apakah 5G Indonesia Akan Lebih Cepat dengan 3,5 GHz?

Kehadiran 3,5 GHz berpotensi meningkatkan kemampuan jaringan 5G, tetapi tidak otomatis membuat seluruh pengguna Indonesia langsung mendapatkan internet berkecepatan tinggi.

Baca Juga :  Mystery Draw FF 2026 Resmi Rilis, Ini Jadwal, Biaya Spin, dan Tips Hemat Diamond

Kecepatan yang diterima pengguna juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, seperti:

  1. jumlah spektrum yang dimiliki operator;
  2. kepadatan pengguna;
  3. pembangunan dan kepadatan BTS;
  4. kualitas perangkat pengguna;
  5. teknologi jaringan yang digunakan;
  6. kondisi geografis;
  7. kualitas jaringan backhaul.

Karena itu, pengalokasian spektrum 3,5 GHz harus diikuti dengan investasi infrastruktur jaringan dan strategi penggelaran yang tepat.

Kesimpulan

Frekuensi 3,5 GHz berpotensi menjadi salah satu kunci penting perkembangan 5G Indonesia. Karakteristiknya sebagai spektrum mid-band memungkinkan operator mendapatkan kapasitas besar sekaligus mempertahankan cakupan yang relatif baik.

ATSI mendorong ketersediaan sekitar 200–250 MHz pada pita tersebut agar layanan 5G dapat berkembang lebih optimal.

Namun, pemerintah masih melakukan kajian karena frekuensi 3,5 GHz saat ini digunakan untuk layanan satelit. Belum adanya jadwal lelang resmi berarti implementasi 5G pada pita tersebut masih harus menunggu keputusan pemerintah.

Jika tersedia dengan alokasi yang memadai dan didukung pembangunan infrastruktur, 3,5 GHz dapat menjadi salah satu fondasi penting untuk membawa jaringan 5G Indonesia menuju kapasitas dan kualitas yang lebih tinggi.


FAQ Frekuensi 3,5 GHz dan 5G Indonesia

Apa itu frekuensi 3,5 GHz?
Frekuensi 3,5 GHz merupakan spektrum mid-band yang banyak digunakan untuk jaringan 5G karena menawarkan keseimbangan antara jangkauan, kapasitas, dan kecepatan.

Mengapa 3,5 GHz disebut spektrum emas untuk 5G?
Karena karakteristiknya memungkinkan operator memperoleh kapasitas data besar dengan jangkauan yang masih relatif baik dibandingkan spektrum frekuensi tinggi.

Apakah Indonesia sudah menggunakan 3,5 GHz untuk 5G?
Belum secara komersial. Spektrum tersebut masih digunakan untuk layanan satelit dan pemerintah masih melakukan kajian pemanfaatannya.

Berapa spektrum 3,5 GHz yang dibutuhkan Indonesia?
ATSI menyebut kebutuhan sekitar 200–250 MHz untuk mendukung pengembangan 5G yang lebih optimal.

Apakah 3,5 GHz akan membuat internet Indonesia lebih cepat?
Berpotensi meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada alokasi spektrum, infrastruktur BTS, backhaul, perangkat, dan kepadatan pengguna.

Berita Terkait

Fitur Baru WhatsApp Scam Alert Bisa Deteksi Pesan Penipuan
Sudah Hapus Banyak File tapi Google Drive Tetap Penuh? Begini Cara Mengatasinya
Apple Back to School 2026 Diperpanjang hingga 24 September, Ini Promonya
Yamaha Aerox Listrik Rp52 Jutaan, Akankah Masuk Indonesia?
Luxeed RX Siap Tantang Xiaomi YU7, Punya 4 LiDAR dan Tenaga 277 kW
United RX6000 Dibanderol Rp69,9 Juta, Punya Fast Charging dan Bisa Ngecas di SPKLU
Daftar 29 HP Xiaomi yang Kebagian HyperOS 4, Ada Xiaomi 17 hingga Redmi K90
realme Pad 3 Jadi Tablet Menarik 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Fitur Baru WhatsApp Scam Alert Bisa Deteksi Pesan Penipuan

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Sudah Hapus Banyak File tapi Google Drive Tetap Penuh? Begini Cara Mengatasinya

Senin, 17 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Apple Back to School 2026 Diperpanjang hingga 24 September, Ini Promonya

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Yamaha Aerox Listrik Rp52 Jutaan, Akankah Masuk Indonesia?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Luxeed RX Siap Tantang Xiaomi YU7, Punya 4 LiDAR dan Tenaga 277 kW

Berita Terbaru

Teknologi

Fitur Baru WhatsApp Scam Alert Bisa Deteksi Pesan Penipuan

Senin, 17 Agu 2026 - 08:00 WIB